Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.575.000
Beli Rp2.447.000
IHSG 5.643,194
LQ45 553,105
Srikehati 276,229
JII 331,154
USD/IDR 17.957

Orang RI Mulai Paham Asuransi, Tapi Masih Tak Mau Beli

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 28 Oktober 2024 | 15:52 WIB
Orang RI Mulai Paham Asuransi, Tapi Masih Tak Mau Beli
PT Askrindo terus berupaya meningkatkan penetrasi asuransi khususnya kepada Generasi Muda atau usia produktif dengan rentang usia 18 – 25 tahun.

Suara.com - Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024 menunjukkan bahwa tingkat indeks literasi asuransi pada tahun 2024 mengalami peningkatan yang cukup signifikan menjadi 76,25 persen dari posisi 2022 sebesar 31,72 persen.

Sementara itu, indeks inklusi asuransi pada tahun 2024 tercatat 12,21 persen atau turun dari tahun 2022 di level 16,63 persen. Tren peningkatan indeks literasi tersebut nampaknya akan berlanjut pada tahun-tahun mendatang.

Meski meningkat, masih terdapat gap yang cukup lebar antara indeks literasi dan indeks inklusi asuransi yang menandakan pemahaman terhadap produk asuransi belum diikuti dengan keinginan untuk membeli produk asuransi.

Dalam rangka Hari Asuransi dan Bulan Inklusi Keuangan, melalui Talkshow “Generasi Muda Paham Asuransi” PT Askrindo terus berupaya meningkatkan penetrasi asuransi khususnya kepada Generasi Muda atau usia produktif dengan rentang usia 18 – 25 tahun. Fankar Umran, Direktur Utama PT Askrindo mengatakan pentingnya memberikan kesadaran mengelola keuangan dengan bijak di usia muda.

“Generasi muda khususnya anak-anak pelajar masih banyak yang belum memahami dengan benar bagaimana cara pengelolaan keuangan mereka, apalagi memilih asuransi sebagai opsi. Disini Askrindo mengajak teman-teman usia muda agar lebih paham asuransi sehingga tahu pentingnya cara memproteksi diri serta memproteksi asset-asset atau usaha yang mereka miliki dari resiko seperti kecelakaan diperjalanan maupun kebakaran bangunan usaha, gerobak maupun tempat ,” ujar Fankar dalam keterangannya dikutip Senin (28/10/2024).

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2024, untuk Generasi Muda di rentang usia 18 hingga 25 tahun, pemahaman literasi keuangan mencapai 70%, sedangkan rate inklusinya di 79%. Tania Putri, Certified Financial Planner mengatakan Generasi Muda dikenal sebagai generasi yang adaptif dengan perkembangan zaman, banyak anak muda yang mengeluarkan uang sesuai kebutuhannya terlebih dahulu, setelah itu mereka baru akan menabung sisa uangnya setelah memenuhi kebutuhannya.

“Literasi keuangan harus terus ditingkatkan terhindar dari penipuan dan aktivitas-aktivitas keuangan yang ilegal. Dalam mengatur keuangan yang harus diatur terlebih dahulu adalah diri kita sendiri, ketika kita punya self-control yang bagus biasanya akan diimbangi dengan manajemen keuangan yang bagus juga. Ketika seseorang sudah mampu mengatur keuangannya, maka mereka akan mengerti risikonya. Kunci dari kesuksesan pengelolaan keuangan adalah kesadaran diri kita sendiri,” tambah Tania.

Pada kesempatan yang sama, Yudhi Ferraro, Kepala Divisi Riset dan Pengembangan Produk PT Askrindo mengatakan Generasi Muda saat ini masih sangat sedikit yang memahami tentang asuransi. Memiliki asuransi sejak usia muda pun dinilai suatu pilihan yang sangat penting, salah satunya untuk memproteksi diri dari risiko yang tak diinginkan di kehidupan sehari-hari.

“Banyak risiko yang dihadapi dikehidupan sehari-hari, seperti laptop yang rusak, kendaraan kita yang tiba-tiba mogok ketika berangkat ke kantor, Ketika liburan, maupun sedang mengenyam Pendidikan. Risiko menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kita, namun dengan memiliki asuransi paling tidak kita memiliki proteksi untuk diri sendiri, saat ini sudah banyak produk asuransi yang preminya cukup murah bahkan harganya sama dengan konsumsi jajanan sehari-hari,” tambah Yudhi.

baca juga

Dalam literasi asuransi ini, Askrindo juga memberikan pehamanan mengenai proses Penjaminan KUR agar generasi muda memahami mengenai pentingnya proteksi Usaha Mikro sejak dini. "Teman - teman mahasiswa yang memiliki usaha sendiri, perlu untuk meminimalkan resiko kerugian. Dengan proteksi usaha atau asuransi mikro usaha, menjadi salah satu poin penting untuk meminimalkan resiko kerugian sehingga jika terjadi sesuatu pada usaha kita," tutup Yudhi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintahan Jokowi Wariskan Indeks Masyarakat Digital Tinggi, Jadi Acuan Pengambilan Kebijakan

Pemerintahan Jokowi Wariskan Indeks Masyarakat Digital Tinggi, Jadi Acuan Pengambilan Kebijakan

Tekno | Sabtu, 26 Oktober 2024 | 19:02 WIB

Perlindungan Murah Mulai Rp10 Ribu, BRI Insurance Lindungi Usaha Ultra Mikro

Perlindungan Murah Mulai Rp10 Ribu, BRI Insurance Lindungi Usaha Ultra Mikro

Bri | Jum'at, 25 Oktober 2024 | 15:38 WIB

TMI Beri Literasi Pelaku Usaha Soal Asuransi UMKM

TMI Beri Literasi Pelaku Usaha Soal Asuransi UMKM

Bisnis | Jum'at, 25 Oktober 2024 | 14:13 WIB

Terkini

Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell

Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:28 WIB

Iran Tolak Temui Utusan AS, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Iran Tolak Temui Utusan AS, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:10 WIB

Awal Bulan Juli, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS ke Level Rp17.980

Awal Bulan Juli, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS ke Level Rp17.980

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:32 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai dan Telur Kompak Turun, Minyak Goreng Kemasan Masih Merangkak Naik

Harga Pangan Hari Ini: Cabai dan Telur Kompak Turun, Minyak Goreng Kemasan Masih Merangkak Naik

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:24 WIB

Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, 1 Juli 2026

Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, 1 Juli 2026

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:23 WIB

IHSG Sempat Dibuka Melemah Tapi Langsung Hijau, BBCA Masih Dijual Asing

IHSG Sempat Dibuka Melemah Tapi Langsung Hijau, BBCA Masih Dijual Asing

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:19 WIB

Misbakhun Sebut Sentimen Negatif Jadi Penyebab IHSG Anjlok Meski Fundamental Ekonomi Kuat

Misbakhun Sebut Sentimen Negatif Jadi Penyebab IHSG Anjlok Meski Fundamental Ekonomi Kuat

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:17 WIB

Tok! Tarif Listrik Juli - September 2026 Tidak Naik!

Tok! Tarif Listrik Juli - September 2026 Tidak Naik!

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:10 WIB

Kinerja Emiten Tak Jelek, Misbakhun Heran IHSG Terus Anjlok

Kinerja Emiten Tak Jelek, Misbakhun Heran IHSG Terus Anjlok

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 08:57 WIB

Tarif Listrik PLN Tak Naik Juli-September, Simak Rincian Harganya per Kw

Tarif Listrik PLN Tak Naik Juli-September, Simak Rincian Harganya per Kw

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 08:38 WIB

×