Surplus Neraca Perdagangan RI Mulai Kehabisan 'Bahan Bakar'

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 17 Maret 2025 | 13:44 WIB
Surplus Neraca Perdagangan RI Mulai Kehabisan 'Bahan Bakar'
Suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Indonesia, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (18/7).

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) kembali mengumumkan kabar baik bagi perekonomian Indonesia. Pasalnya, neraca perdagangan barang Indonesia mencatatkan surplus sebesar 3,12 miliar dolar AS pada Februari 2025.

Meskipun demikian, terdapat sedikit penurunan sebesar 0,38 miliar dolar AS dibandingkan bulan sebelumnya.

"Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 58 bulan berturut-turut sejak Mei 2020," ungkap Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (17/3/2025).

Surplus ini menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah gejolak perekonomian global. Namun, penurunan bulanan mengindikasikan adanya tantangan yang perlu diwaspadai.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Februari 2025 mencatatkan surplus sebesar 6,61 miliar dolar AS. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menunjukkan tren positif dalam perdagangan Indonesia.

Komoditas Nonmigas Mendominasi Surplus

Amalia menjelaskan bahwa surplus pada Februari 2025 didorong oleh surplus komoditas nonmigas yang mencapai 4,84 miliar dolar AS. Tiga komoditas utama penyumbang surplus adalah lemak dan minyak nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja.

"Komoditas-komoditas ini menunjukkan daya saing yang kuat di pasar internasional," kata Amalia.

Di sisi lain, neraca perdagangan komoditas migas mengalami defisit sebesar 1,72 miliar dolar AS, yang berasal dari hasil minyak maupun minyak mentah. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia masih bergantung pada impor migas untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Amerika Serikat, India, dan Filipina Menjadi Mitra Dagang Utama

Tiga negara penyumbang surplus terbesar bagi Indonesia adalah Amerika Serikat (1,57 miliar dolar AS), India (1,27 miliar dolar AS), dan Filipina (0,75 miliar dolar AS). Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia berhasil memperluas pasar ekspornya ke berbagai negara.

"Hubungan dagang yang kuat dengan negara-negara ini sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar Amalia.

Defisit Perdagangan dengan Tiongkok, Australia, dan Brazil

Namun, Indonesia juga mengalami defisit perdagangan dengan beberapa negara, terutama Tiongkok (1,76 miliar dolar AS), Australia (0,43 miliar dolar AS), dan Brazil (0,17 miliar dolar AS).

Defisit dengan Tiongkok terutama disebabkan oleh impor mesin dan perlengkapan elektrik, mesin dan peralatan mekanis, serta kendaraan dan bagiannya. Sementara itu, defisit dengan Australia disebabkan oleh impor bahan bakar mineral (batu bara), biji logam kelap dan abu, serta serealia. Defisit dengan Brazil disebabkan oleh impor ampas dan sisa industri makanan, kapas, dan gula.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akui Banyak Kutu, Bulog: Beras Komoditas Pangan Rawan Hama

Akui Banyak Kutu, Bulog: Beras Komoditas Pangan Rawan Hama

Bisnis | Senin, 17 Maret 2025 | 12:43 WIB

Dari Kesehatan hingga Pemberdayaan: Perjuangan Menuju Kesetaraan Gender di Indonesia

Dari Kesehatan hingga Pemberdayaan: Perjuangan Menuju Kesetaraan Gender di Indonesia

Lifestyle | Minggu, 16 Maret 2025 | 15:10 WIB

Viral Harjanto Halim Pemilik Marimas Cari Kaos Promosi Tahun 1995, Pemenang Bakal Dapat Rp30 Juta!

Viral Harjanto Halim Pemilik Marimas Cari Kaos Promosi Tahun 1995, Pemenang Bakal Dapat Rp30 Juta!

Lifestyle | Minggu, 16 Maret 2025 | 14:36 WIB

Terkini

Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!

Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 21:44 WIB

Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap

Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:19 WIB

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:08 WIB

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 18:11 WIB

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:58 WIB

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:41 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:31 WIB

285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret

285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:16 WIB

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:00 WIB

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 16:48 WIB