Indonesia Berpotensi Besar Jadi Pusat Industri Halal Dunia

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 21 Maret 2025 | 15:12 WIB
Indonesia Berpotensi Besar Jadi Pusat Industri Halal Dunia
Ilustrasi. Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, memiliki potensi besar untuk menjadi pusat industri halal global. [kaltimtoday.co]

Suara.com - Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, memiliki potensi besar untuk menjadi pusat industri halal global. Namun, potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal. Selama ini, Indonesia lebih dikenal sebagai pasar konsumen produk halal, bukan sebagai produsen yang diperhitungkan.

Miranda D.W.K., Advertising & Promotion Director Agung Sedayu Group, menekankan pentingnya Indonesia untuk mengubah paradigma tersebut. Ia menyatakan, "Kita jangan hanya jadi negara konsumen halal terbesar di dunia, tapi ayo kita maju bersama agar Indonesia juga menjadi produsen halal yang diperhitungkan. Menara Syariah ini dibangun untuk mendukung industri halal dan turunannya," kata Miranda dalam keterangannya dikutip Jumat (21/3/2025).

Pernyataan Miranda tersebut sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia. Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan dan program untuk mendukung pengembangan industri halal, termasuk pembentukan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Industri halal memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Menurut laporan State of the Global Islamic Economy Report 2022, pengeluaran konsumen Muslim global untuk produk dan layanan halal mencapai 2 triliun dolar AS pada tahun 2021 dan diperkirakan akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang.

Indonesia memiliki potensi besar dalam ekonomi halal karena memiliki populasi Muslim yang besar dan kapasitas di berbagai industri halal, seperti makanan dan minuman halal, farmasi halal, kosmetik halal, keuangan Islam, dan pariwisata halal.

Indonesia juga berpotensi besar untuk menjadi pemain utama dalam ekonomi halal global. Pengembangan ekonomi halal akan membantu Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.

Sektor swasta memiliki peran penting dalam pengembangan industri halal. Investasi dan inovasi dari sektor swasta dapat mendorong pertumbuhan industri halal dan meningkatkan daya saing produk halal Indonesia di pasar global.

Pembangunan Menara Syariah oleh Agung Sedayu Group merupakan salah satu contoh kontribusi sektor swasta dalam mendukung pengembangan industri halal. Menara Syariah diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan bisnis dan investasi di bidang industri halal. Salah satu acaranya dengan menggelar Festival Ramadan yang berlangsung di Menara Syariah PIK2 pada 17-18 Maret 2025.

Dimana sekitar 1.400 pengunjung hadir dalam acara yang terbuka untuk umum ini, menikmati rangkaian kegiatan yang tidak hanya menghibur tetapi juga memperkuat nilai ibadah.

baca juga

Dengan kerjasama dan komitmen dari semua pihak, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat industri halal dunia. Hal ini tidak hanya akan memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga sosial dan budaya bagi masyarakat Indonesia.

Sebelumnya, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, optimis bahwa industri halal akan menjadi salah satu pilar utama dalam memacu pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen sebagaimana dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. 

"Dengan potensi besar ekosistem halal kita, saya optimis industri halal kita akan berperan penting dalam memacu pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% pada tahun 2028-2029 mendatang." ungkap Haikal Hasan.

Berdasarkan data Indonesia Halal Markets Report 2021/2022, ekonomi halal dapat meningkatkan produk domestik bruto (PDB) Indonesia sebesar USD 5,1 miliar atau sekitar Rp72,9 triliun pertahun melalui peluang ekspor dan investasi. Selain itu, Indonesia juga merupakan pasar konsumen halal terbesar di dunia dengan sekitar 230 juta penduduk Muslim.

Disisi lain, Indonesia mencatatkan ekspor produk halal senilai USD 41,42 miliar, atau setara Rp673,90 triliun, untuk periode Januari hingga Oktober 2024. Di periode yang sama, surplus neraca perdagangan produk halal Indonesia mencapai USD 29,09 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RI Harus Lakukan Investasi Inklusi Demi Menuju Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

RI Harus Lakukan Investasi Inklusi Demi Menuju Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Bisnis | Jum'at, 21 Maret 2025 | 14:21 WIB

KEK Industropolis Batang Diresmikan Presiden Prabowo, Danareksa Dorong Percepatan Investasi

KEK Industropolis Batang Diresmikan Presiden Prabowo, Danareksa Dorong Percepatan Investasi

Bisnis | Jum'at, 21 Maret 2025 | 09:42 WIB

Diresmikan Presiden Prabowo, KEK Industropolis Batang Siap Mendunia

Diresmikan Presiden Prabowo, KEK Industropolis Batang Siap Mendunia

Bisnis | Jum'at, 21 Maret 2025 | 09:14 WIB

Terkini

Tak Sekadar Turnamen, Juara ANC Dibidik Masuk Jalur Pembinaan FFI hingga U-21

Tak Sekadar Turnamen, Juara ANC Dibidik Masuk Jalur Pembinaan FFI hingga U-21

Jogja | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Paradoks Efisiensi: Menghemat Anggaran, Memperbesar Beban Sosial

Paradoks Efisiensi: Menghemat Anggaran, Memperbesar Beban Sosial

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:20 WIB

Bagaimana Cara Menghitung Neptu Weton Jodoh Sendiri Tanpa Aplikasi?

Bagaimana Cara Menghitung Neptu Weton Jodoh Sendiri Tanpa Aplikasi?

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Apakah Rice Cooker Bisa untuk Menggoreng? Boleh, Tapi Ada Syaratnya Biar Aman!

Apakah Rice Cooker Bisa untuk Menggoreng? Boleh, Tapi Ada Syaratnya Biar Aman!

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:15 WIB

17 ASN Lapas Cibinong Disanksi Buntut Temuan Fasilitas Mewah, Eks Kalapas Dipecat

17 ASN Lapas Cibinong Disanksi Buntut Temuan Fasilitas Mewah, Eks Kalapas Dipecat

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:13 WIB

Warga Bakar Ekskavator di Lokasi Tambang Emas Ilegal di Madina, Polisi Selidiki

Warga Bakar Ekskavator di Lokasi Tambang Emas Ilegal di Madina, Polisi Selidiki

Sumut | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:07 WIB

IHSG Tembus 6.100, BRPT hingga RAJA Lagi Moncer

IHSG Tembus 6.100, BRPT hingga RAJA Lagi Moncer

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:03 WIB

5 Zodiak yang Harus Hati-Hati Saat Curhat Rahasia ke Sagittarius, Kenapa?

5 Zodiak yang Harus Hati-Hati Saat Curhat Rahasia ke Sagittarius, Kenapa?

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:03 WIB

Polres Pekalongan Kota Amankan 45 Motor Berknalpot Brong, Diduga untuk Balap Liar

Polres Pekalongan Kota Amankan 45 Motor Berknalpot Brong, Diduga untuk Balap Liar

Jawa Tengah | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:03 WIB

KontraS Catat 23 Kasus Kekerasan TNI di Sumut Sepanjang 2026, 27 Orang Jadi Korban

KontraS Catat 23 Kasus Kekerasan TNI di Sumut Sepanjang 2026, 27 Orang Jadi Korban

Sumut | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:02 WIB

×