Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.820

RI Harus Lakukan Investasi Inklusi Demi Menuju Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 21 Maret 2025 | 14:21 WIB
RI Harus Lakukan Investasi Inklusi Demi Menuju Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Pekerja melintas di pelican crossing di kawasan Perkantoran Sudirman, Jakarta, Selasa (28/5/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Kemitraan Australia-Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif (INKLUSI) bersama mitra Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) menegaskan komitmen mereka dalam mendukung upaya pemerintah Indonesia mewujudkan kebijakan inklusif.

Dalam sebuah diskusi bertajuk "Memperkuat Kebijakan Inklusif di Indonesia" menyoroti pentingnya pendekatan multipihak dalam memperkuat kebijakan inklusif yang berlandaskan prinsip Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI).

Dalam konteks ekonomi, inklusi sosial bukan hanya masalah keadilan, tetapi juga kebutuhan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kesetaraan akses terhadap layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, peningkatan kesempatan kerja, dan partisipasi aktif dalam pembangunan adalah fondasi bagi pembangunan ekonomi yang inklusif.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan target ambisius untuk mencapai pembangunan yang inklusif dan berkeadilan, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Penguatan isu GEDSI dalam berbagai sektor pembangunan adalah langkah strategis untuk mencapai target tersebut. Namun, kelompok marjinal masih menghadapi banyak tantangan dalam memperoleh hak dan kesempatan yang setara.

Kate Shanahan, Team Leader INKLUSI, menekankan bahwa penguatan isu GEDSI bukan hanya tentang memenuhi target statistik, tetapi juga tentang menciptakan perubahan kebijakan yang berkelanjutan.

"Kolaborasi multipihak, termasuk dengan OMS, adalah kunci untuk mencapai target-target tersebut secara efektif dan berkelanjutan," kata Kate dalam keterangannya dikutip Jumat (21/3/2025).

INKLUSI bermitra dengan 11 OMS di 32 provinsi untuk memperkuat kapasitas lokal dalam mengintegrasikan perspektif GEDSI. Hal ini bertujuan untuk mendorong kebijakan dan program yang responsif terhadap kebutuhan semua kelompok masyarakat, sehingga tidak ada yang tertinggal dalam pembangunan.

Meskipun pemerintah telah mengintegrasikan perspektif GEDSI dalam kebijakan dan program perlindungan sosial serta penanggulangan kemiskinan, implementasinya masih menghadapi tantangan.

Tri Hastuti Nur Rochimah, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah, menyoroti adanya kesenjangan antara kebijakan dan praktik di lapangan. Sementara, Joni Yulianto, Direktur Eksekutif SIGAB Indonesia, menegaskan bahwa penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai tantangan dalam mengakses kesempatan yang setara, baik dalam pendidikan, pekerjaan, maupun partisipasi dalam pengambilan keputusan.

baca juga

Kebijakan inklusif yang kuat dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Dengan memberikan kesempatan yang sama kepada semua kelompok masyarakat, potensi ekonomi dapat dioptimalkan.

Untuk mencapai pembangunan ekonomi yang inklusif, diperlukan upaya bersama dari pemerintah, OMS, sektor swasta, dan masyarakat. Implementasi kebijakan GEDSI harus diperkuat, dan kesenjangan antara kebijakan dan praktik di lapangan harus diatasi.

Dengan kolaborasi multipihak dan komitmen yang kuat, Indonesia dapat mewujudkan masyarakat inklusif yang memberikan kesempatan yang sama bagi semua individu untuk berkontribusi dan menikmati hasil pembangunan ekonomi.

Kebijakan inklusif adalah pendekatan yang menjamin semua orang, termasuk kelompok yang sering terpinggirkan, memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan mendapatkan manfaat dari kebijakan dan program. 

Tujuannya untuk memastikan bahwa semua orang, tanpa memandang latar belakang, identitas, atau kemampuan, memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik. 

Kebijakan inklusif sangat penting untuk kelompok yang seringkali terpinggirkan, marginal, atau yang secara historis kurang mendapatkan perhatian, seperti penyandang disabilitas, minoritas etnis atau agama, dan kelompok berpenghasilan rendah. 

Pendekatan inklusif ini menjadi sangat krusial, terutama mengingat bahwa keputusan-keputusan yang mempengaruhi lingkungan sering kali berdampak paling besar pada kelompok-kelompok yang rentan, termasuk masyarakat adat, komunitas yang berpenghasilan rendah, dan kelompok-kelompok minoritas lainnya.

Oleh karena itu, dengan memastikan bahwa proses pembuatan kebijakan dilakukan dengan cara yang inklusif, tidak hanya dapat dijamin bahwa kepentingan dan kebutuhan dari seluruh spektrum masyarakat diakui dan ditangani secara adil dan menyeluruh, tetapi juga membantu dalam membangun kebijakan yang lebih kuat, efektif, dan berkelanjutan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos Philip Morris Beri Sinyal Indonesia Salah Satu Tujuan Utama Investasi Jangka Panjang

Bos Philip Morris Beri Sinyal Indonesia Salah Satu Tujuan Utama Investasi Jangka Panjang

Bisnis | Jum'at, 21 Maret 2025 | 10:56 WIB

Diarahkan Prabowo, Fary Francis Relokasi Warga Rempang dan Mendorong Investasi yang Inklusif

Diarahkan Prabowo, Fary Francis Relokasi Warga Rempang dan Mendorong Investasi yang Inklusif

Bisnis | Jum'at, 21 Maret 2025 | 08:51 WIB

Strategi IWIP: Safari Ramadhan sebagai Katalisator Hubungan Industrial dan Ekonomi Masyarakat

Strategi IWIP: Safari Ramadhan sebagai Katalisator Hubungan Industrial dan Ekonomi Masyarakat

Bisnis | Jum'at, 21 Maret 2025 | 08:02 WIB

Terkini

Daftar Harga HP Vivo Agustus 2026, Lengkap dengan Seri iQOO

Daftar Harga HP Vivo Agustus 2026, Lengkap dengan Seri iQOO

Tekno | Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Warga Makassar Bersihkan Masjid dan Gereja Sambut HUT RI

Warga Makassar Bersihkan Masjid dan Gereja Sambut HUT RI

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:04 WIB

Ulasan Perumahan Laddaland: Sajian Horor Spesial Awi Suryadi yang Kelam!

Ulasan Perumahan Laddaland: Sajian Horor Spesial Awi Suryadi yang Kelam!

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Tengah Malam, Parigi Moutong Diguncang Gempa Magnitudo 6,2

Tengah Malam, Parigi Moutong Diguncang Gempa Magnitudo 6,2

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:36 WIB

5 Merek Pengharum Ruangan Terbaik 2026, Cocok Buat Rumah dan Kantor

5 Merek Pengharum Ruangan Terbaik 2026, Cocok Buat Rumah dan Kantor

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:20 WIB

Profil Bangladesh Tim Pengganti India di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Pernah Dipecundangi

Profil Bangladesh Tim Pengganti India di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Pernah Dipecundangi

Bola | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:20 WIB

Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?

Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?

Tekno | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:15 WIB

OJK Siapkan Dua Regulasi Baru untuk Dukung Bursa Mineral dan Komoditas Strategis   Otoritas Jasa Keu

OJK Siapkan Dua Regulasi Baru untuk Dukung Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Otoritas Jasa Keu

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:05 WIB

5 Mobil Terlaris 2026 Januari hingga Juli Kategori EV: Ini Rajanya

5 Mobil Terlaris 2026 Januari hingga Juli Kategori EV: Ini Rajanya

Otomotif | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Jusuf Kalla Soroti Kerusuhan di Aceh, Minta Masyarakat Jaga Perdamaian Helsinki

Jusuf Kalla Soroti Kerusuhan di Aceh, Minta Masyarakat Jaga Perdamaian Helsinki

Bekaci | Minggu, 16 Agustus 2026 | 05:53 WIB

×