Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Maluku Utara Siap Ekspor Sampah Plastik, Jadi Penghasilan untuk Masyarakat

Iwan Supriyatna

Senin, 24 Maret 2025 | 15:11 WIB
Maluku Utara Siap Ekspor Sampah Plastik, Jadi Penghasilan untuk Masyarakat
Ilustrasi sampah plastik menumpuk.(shutterstock)

Suara.com - Sebagai tindak lanjut dari pertemuan awal kerjasama antara Provinsi Maluku Utara dan CONTAINDER, Gubernur Sherly memimpin langsung proses penimbangan dan pengiriman sampah plastik sebagai penanda mulai berjalannya program bersih sampah plastik sesuai janjinya kepada masyarakat di Kota Ternate

Sampah plastik yang terkumpul di Kota Ternate berjumlah 300 kg, dan apabila digabungkan dengan yang terkumpul dari kabupaten lain di Malut, totalnya mencapai hingga 13 ton per bulan.

Sampah yang terkumpul ini kemudian akan diekspor dan dijual ke pembeli di luar Malut, dan menjadi sumber penghasilan untuk masyarakat.

Chicko Mole, anak muda berbakat yang kini menjabat sebagai Field Manager CONTAINDER Maluku Utara, memimpin langsung proses pengumpulan dan penimbangan sampah tersebut, bersama dengan Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara.

Dalam kegiatan ini, Chicko menjelaskan bahwa partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan program.

“Keterlibatan langsung masyarakat dalam kegiatan ini membuktikan bahwa kita semua memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga lingkungan. Ekonomi sirkular yang diterapkan akan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga kebersihan lingkungan,” tegas Chicko ditulis Senin (24/3/2025).

Sementara itu, Gubernur Maluku Utara dalam pernyataannya menyampaikan apresiasi terhadap semangat dan partisipasi masyarakat dalam mendukung program ini.

“Kami sangat bangga dengan semangat masyarakat Maluku Utara dalam mendukung kebersihan dan keindahan daerah kita. Sampah yang biasanya dianggap sebagai masalah, kini bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi warga. Mari terus berkolaborasi dan berinovasi agar visi Maluku Utara yang bersih, indah, dan sejahtera bisa terwujud secara nyata,” ujar Sherly.

Founder sekaligus CEO CONTAINDER Billy Mambrasar, menegaskan bahwa mereka akan terus meningkatkan kapasitas pengolahan sampah, termasuk pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung proses pemilahan dan pengolahan yang lebih efektif dan efisien.

baca juga

"Kami optimistis, program ini akan membawa perubahan nyata di Maluku Utara. Dengan dukungan penuh dari Ibu Gubernur dan partisipasi masyarakat yang semakin meningkat, kami yakin provinsi ini bisa menjadi contoh nasional dalam pengelolaan sampah secara terintegrasi," tutup Billy.

Dengan semakin besarnya dukungan berbagai pihak, Maluku Utara diharapkan segera menjadi daerah percontohan dalam mewujudkan lingkungan bersih melalui konsep ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Sampah plastik telah menjadi isu global yang mendesak, mengancam ekosistem dan kesehatan manusia. Produksi plastik yang terus meningkat, ditambah dengan pengelolaan sampah yang buruk, menyebabkan penumpukan limbah plastik yang mencemari lingkungan.

Laut menjadi korban utama. Jutaan ton sampah plastik berakhir di lautan setiap tahun, mencemari habitat laut, menjerat hewan, dan terurai menjadi mikroplastik yang mencemari rantai makanan.

Dampaknya tidak hanya terbatas pada lingkungan, tetapi juga kesehatan manusia. Mikroplastik telah ditemukan dalam air minum, makanan laut, dan bahkan udara yang kita hirup, menimbulkan potensi risiko kesehatan jangka panjang. Pentingnya mengurangi produksi plastik sekali pakai tidak bisa diabaikan.

Penggunaan botol minum isi ulang, tas belanja kain, dan wadah makanan yang dapat digunakan kembali adalah langkah sederhana namun efektif.

Selain itu, inovasi dalam bahan alternatif yang ramah lingkungan, seperti plastik biodegradable dan komposabel, perlu terus didukung dan dikembangkan.

Peningkatan sistem daur ulang juga krusial. Investasi dalam infrastruktur daur ulang yang efisien dan edukasi masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah dapat meningkatkan tingkat daur ulang secara signifikan.

Namun, daur ulang saja tidak cukup. Pengurangan konsumsi plastik harus menjadi prioritas utama. Pemerintah, industri, dan masyarakat memiliki peran penting dalam mengatasi masalah ini.

Kebijakan yang mendukung pengurangan plastik, insentif untuk penggunaan bahan alternatif, dan kampanye edukasi publik adalah langkah-langkah yang diperlukan.

Dengan tindakan kolektif dan kesadaran yang lebih tinggi, kita dapat mengurangi dampak negatif sampah plastik dan menciptakan masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AQUA sebagai PELOPOR  Unit Bisnis Daur Ulang Berkontribusi dalam Mengoptimalkan Pengelolaan Sampah Plastik di Indonesia

AQUA sebagai PELOPOR Unit Bisnis Daur Ulang Berkontribusi dalam Mengoptimalkan Pengelolaan Sampah Plastik di Indonesia

Bisnis | Senin, 03 Maret 2025 | 19:16 WIB

Inovasi Ini Mengubah Limbah Menjadi Jalan yang Lebih Kuat dan Ramah Lingkungan

Inovasi Ini Mengubah Limbah Menjadi Jalan yang Lebih Kuat dan Ramah Lingkungan

Lifestyle | Kamis, 27 Februari 2025 | 19:54 WIB

Ruang Cerdas: Langkah Kecil Menuju Lingkungan Bersih dan Berkelanjutan

Ruang Cerdas: Langkah Kecil Menuju Lingkungan Bersih dan Berkelanjutan

Your Say | Kamis, 20 Februari 2025 | 05:46 WIB

Terkini

Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?

Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:15 WIB

Pasokan HGBT Menipis, Apa Aksi Bahlil?

Pasokan HGBT Menipis, Apa Aksi Bahlil?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:14 WIB

Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI

Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:01 WIB

7 Bank RI Telah Tutup Sepanjang 2026, Apa Masalahnya?

7 Bank RI Telah Tutup Sepanjang 2026, Apa Masalahnya?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:00 WIB

Tarif KOL Capai Rp 150 Juta, Startup Ini Pilih Bayar Konsumen Biasa

Tarif KOL Capai Rp 150 Juta, Startup Ini Pilih Bayar Konsumen Biasa

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:58 WIB

MIND ID Percepat Pemulihan Ekosistem Lewat Reklamasi dan Rehabilitasi DAS Skala Besar

MIND ID Percepat Pemulihan Ekosistem Lewat Reklamasi dan Rehabilitasi DAS Skala Besar

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:46 WIB

IHSG Merosot ke Level 5.835 di Sesi I, Saham CUAN dan DEWA Ambrol

IHSG Merosot ke Level 5.835 di Sesi I, Saham CUAN dan DEWA Ambrol

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:11 WIB

PT Pegadaian CPS Pondok Aren Kolaborasi dengan Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan Yatim & Dhuafa

PT Pegadaian CPS Pondok Aren Kolaborasi dengan Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan Yatim & Dhuafa

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:10 WIB

Investasi Rp339 Triliun, Blok Masela Target Mulai Konstruksi 2027

Investasi Rp339 Triliun, Blok Masela Target Mulai Konstruksi 2027

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:02 WIB

Juli 2026, Pemerintah Mulai Produksi CNG Rumah Tangga Pengganti LPG

Juli 2026, Pemerintah Mulai Produksi CNG Rumah Tangga Pengganti LPG

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:55 WIB