Dari Solok ke Pasar Dunia: Ibu Rosna, Penenun Songket Tembus Pasar Global di Usia Senja

Iwan Supriyatna

Jum'at, 11 April 2025 | 09:22 WIB
Dari Solok ke Pasar Dunia: Ibu Rosna, Penenun Songket Tembus Pasar Global di Usia Senja
Rosna, seorang perempuan tangguh yang kini di usia senja justru semakin produktif menenun kisah sukses dari helai-helai songket Melayu hingga ke pasar mancanegara.

Suara.com - Di balik gemuruh dunia mode internasional, siapa sangka ada sehelai kain yang dirajut dengan penuh ketekunan oleh tangan seorang ibu dari pelosok Solok, Sumatera Barat.

Namanya Rosna, seorang perempuan tangguh yang kini di usia senja justru semakin produktif menenun kisah sukses dari helai-helai songket Melayu hingga ke pasar mancanegara.

Ada pepatah Minang yang berbunyi 'tiado rotan akar pun jadi, tiado kayujanjang dikapiang (tidak ada kayu, tangga pun dibelah)', tampaknya pepatah itu seperti menggambarkan semangat Rosna.

Di usia 29 tahun, dengan tujuh anak yang harus diberi makan dan suami yang bekerja sebagai montir truk, Rosna merantau ke Pekanbaru dengan bekal tekad dan semangat pantang menyerah—tanpa keterampilan, tanpa relasi, tapi dengan keberanian yang tak bisa ditakar.

Awalnya, hidupnya penuh dengan pekerjaan serabutan—apa saja yang penting halal. Namun, titik balik datang di usia 41 tahun ketika ia mengikuti pelatihan menenun kain songket dari Dinas Ketenagakerjaan Pekanbaru. Ia sempat ragu. Tangan sudah tak secepat dulu, usia tak muda lagi, tapi tekadnya berbicara lain:

"Kalau orang lain bisa, kok saya tidak?" kata Rosna, Rabu 9 April 2025.

Tiga bulan pertama, ia tekun belajar merapikan benang, menyambung motif, dan menguasai teknik dasar. Pelan tapi pasti, ia berhasil menenun kain pertamanya. Sejak itu, pesanan mulai berdatangan, meski tak selalu stabil. Namun bagi Rosna, setiap helai kain adalah langkah menuju kehidupan yang lebih baik.

Tahun-tahun berlalu, hingga akhirnya pintu rezeki terbuka lebih lebar. Anak pertamanya, Dhea, yang bekerja di rumah tenun songket dan manufaktur, memperkenalkan hasil tenun Rosna ke jaringan ekspor. Kini, songket Melayu buatannya telah sampai ke Malaysia, Turki, hingga Dubai.

Tak hanya itu, ia juga mendapatkan alat tenun dari pemerintah daerah dan memulai produksi mandiri di rumah. Dalam sebulan, Rosna bisa menghasilkan 5 hingga 6 set kain tenun dengan omzet hingga 9 juta rupiah—semuanya tergantung tingkat kerumitan motif yang dikerjakan.

baca juga

Perjalanan Rosna tak selalu mulus. Di tengah pesanan yang menggunung, ia sempat hampir menolak order karena kekurangan modal untuk membeli benang. Di titik inilah, tetangga menjadi penyelamat. Dari obrolan ringan di beranda rumah, ia tahu soal Amartha—platform pembiayaan mikro berbasis komunitas.

"Awalnya ibuk sempat ragu, tapi pas petugas Amartha datang dan bantu urus pengajuan, alhamdulillah cair juga modal usaha," ungkap Rosna.

Sejak 2021, ia menjadi mitra binaan Amartha. Selain pendanaan, Rosna juga mendapat pendampingan usaha, termasuk cara memasarkan kainnya lewat marketplace.

Kini, ia kembali tinggal di kampung halamannya di Solok. Rumah sudah direnovasi, suami mengelola ladang bawang, dan anak-anak turut membantu produksi maupun pemasaran.

Di tengah rumah mungilnya, terdengar denting alat tenun, seolah jadi lagu pengiring harapan yang tak pernah padam.

Warisan Budaya, Asa Masa Depan

Bagi Rosna, songket bukan sekadar kain. Ia adalah warisan budaya, identitas, dan bukti bahwa semangat bisa menembus batas usia. Ia berharap pemerintah tak hanya memberi pelatihan, tapi juga menyediakan alat tenun bagi setiap peserta. “Menenun itu harus langsung praktik. Tanpa alat, tak akan jadi,” ujarnya.

Motif favoritnya? Siku Keluang—simbol tanggung jawab dan keteguhan hati, yang baginya merepresentasikan perjuangan hidup seorang ibu, istri, dan pengusaha lokal yang kini mendunia.

Rosna juga ingin generasi muda tak alergi pada warisan tradisi.

"Siapapun yang punyo tekad, pasti akan basobok jalannyo,” tuturnya sembari tersenyum, tangan tak henti mengayun alat tenun.

Kisah Ibu Rosna menjadi refleksi nyata tentang tantangan dan peluang yang akan diangkat dalam The 2025 Asia Grassroots Forum oleh Amartha.

Seperti ribuan perempuan pengusaha ultra mikro lainnya, ia telah membuktikan: ketika akses terhadap modal dibuka, dan semangat tetap menyala—batas tak lagi menjadi penghalang, melainkan tantangan untuk ditaklukkan.

Dan Rosna? Ia tak sekadar menenun kain, tapi juga menenun harapan—untuk keluarga, budaya, dan masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kesuksesan UMKM Unici Songket Silungkang, Upaya BRI Dorong Warisan Budaya Tembus Pasar Internasional

Kesuksesan UMKM Unici Songket Silungkang, Upaya BRI Dorong Warisan Budaya Tembus Pasar Internasional

Bisnis | Senin, 07 April 2025 | 09:35 WIB

Gara-gara Ariel Tatum, Kain Songket dari Aceh Kebanjiran Pesanan

Gara-gara Ariel Tatum, Kain Songket dari Aceh Kebanjiran Pesanan

Bisnis | Jum'at, 07 Februari 2025 | 10:27 WIB

Intip Produk Unggulan Songket PaSH di BRI UMKM EXPO(RT) 2025

Intip Produk Unggulan Songket PaSH di BRI UMKM EXPO(RT) 2025

Bisnis | Jum'at, 31 Januari 2025 | 07:23 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×