Profil Pemilik Taman Safari, yang Disorot Imbas Dugaan Pelanggaran Hak Pekerja Sirkus

M Nurhadi

Minggu, 20 April 2025 | 18:51 WIB
Profil Pemilik Taman Safari, yang Disorot Imbas Dugaan Pelanggaran Hak Pekerja Sirkus
Ilustrasi sirkus. (pexels)

Suara.com - Pembahasan tentang masalah yang dialami pekerja di Taman Safari terus bergulir, dan membuat publik mencoba menelisik siapa kiranya pemilik dari taman hiburan yang terkenal itu. Di artikel singkat ini, Anda dapat mencermati profil pemilik Taman Safari dan sekilas sejarahnya.

Taman Safari merupakan tempat wisata satwa yang telah dikenal sejak lama, dan menjadi daya tarik untuk wisatawan dalam negeri dan wisatawan luar negeri. Ketika libur panjang tiba, berbagai unit bisnis Taman Safari tidak pernah sepi pengunjung karena memang memiliki banyak koleksi satwa dan dinilai jadi tempat wisata yang edukatif untuk anak-anak.

Dengan mengusung konsep konservasi, pendidikan, dan hiburan, Taman Safari termasuk pelopor taman dengan tema serupa yang terbesar dan terlengkap di Indonesia. Namun Taman Safari harus berhadapan dengan masalah besar terkait dengan dugaan pelanggaran hak pekerja.

Profil Pemilik Taman Safari dan Sejarahnya

Sejatinya, Taman Safari indonesia dan nama keluarga Manansang tidak bisa dipisahkan. Brand besar ini didirikan oleh Hadi Manansang dan tiga anaknya, yakni Jansen Manansang, Frans Manansang, dan Tony Sumampau. Sosok yang ada di balik TSI saat ini adalah Jansen Manansang, yang menjabat sebagai direktur dan pengelola TSI Bogor.

Dibuka secara resmi pada 1986 lalu di Cisarua, pembangunannya sendiri telah diawali sejak tahun 1981 lalu. Dalam rangka membangun konsep yang diinginkan, keluarga Manansang mendatangkan konsultan dari Jerman dan Amerika.

Menempati luas lahan 270 hektare, lahan yang digunakan ini awalnya adalah perkebunan Cisarua Selatan yang sudah tidak lagi produktif. Berawal dari pendirian klub sirkus bernama Bintang Akrobat dan Gadis Plastik jauh sebelumnya, Taman Safari Indonesia menjelma menjadi salah satu objek wisata besar dengan banyak unit bisnis yang tersebar di beberapa kota di Indonesia.

Jansen Manansang sendiri lahir di Jakarta tahun 1942 lalu. Selain aktif sebagai pemilik dan pengelola Taman Safari Indonesia, sosoknya juga memiliki jabatan penting sebagai Ketua Pengurus Yayasan dan Direktur Eksekutif Yayasan Badak Indonesia sejak tahun 2022 silam.

Dirinya juga terlibat dalam pembangunan Suaka Rhino Sumatera (SRS) Taman Nasional Way Kambas di tahun 1990-an. Tidak heran jika namanya sangat tersohor karena capaiannya juga tidak main-main.

baca juga

Dugaan Pelanggaran Hak Pekerja Taman Safari Indonesia

Masalah datang ketika muncul pengakuan dari mantan pemain sirkus Oriental Circus Indonesia atas dugaan eksploitasi hingga penganiayaan yang dialaminya. OCI dan Taman Safari indonesia disebut-sebut memiliki pemilik yang sama, sehingga nama TSI terseret dalam masalah ini.

Dugaan eksploitasi dan pelanggaran HAM yang dialami mantan pemain sirkus tersebut kemudian dilaporkan ke Kementerian Hak Asasi Manusia di Jakarta Selatan pada 15 April 2025 lalu. Tindakan yang dialami antara lain adalah kekerasan, perbudakan, hingga eksploitasi anak yang disampaikan oleh mantan pekerja yang terjadi sejak 1970-an lalu oleh para pemilik OCI dan TSI.

Setidaknya terdapat 8 perwakilan korban yang sebagian besar perempuan paruh baya yang menceritakan kronologi kejadian. Mereka mengaku dipekerjakan sejak masih anak-anak sebagai pemain sirkus di OCI, dan mengalami berbagai bentuk penyiksaan selama bekerja di kelompok tersebut.

Bantahan dari Tony Sumampau

Tony Sumampau, yang dalam konteks ini menjabat sebagai Komisaris Taman Safari Indonesia serta perwakilan keluarga pendiri OCI kemudian memberikan bantahan atas tuduhan ini. Ia menyebut hanya melakukan pendisiplinan saja, serta membenarkan bahwa pemain sirkus cilik tidak digaji sejak tahun 1970-an. Mereka diberikan uang saku dan perusahaan selalu menjamin semua kebutuhan pemain.

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Taman Safari Tepis Tudingan Terlibat Pelanggaran HAM Sirkus OCI: Mereka Bukan Karyawan Kami

Taman Safari Tepis Tudingan Terlibat Pelanggaran HAM Sirkus OCI: Mereka Bukan Karyawan Kami

News | Minggu, 20 April 2025 | 10:59 WIB

Sejarah Sirkus OCI Taman Safari, Jadi Sorotan Publik karena Dugaan Eksploitasi

Sejarah Sirkus OCI Taman Safari, Jadi Sorotan Publik karena Dugaan Eksploitasi

Lifestyle | Sabtu, 19 April 2025 | 07:35 WIB

Mengenal Pendiri Taman Safari Vs OCI di Tengah Dugaan Eksploitasi Pemain Sirkus: Apakah Sosok Sama?

Mengenal Pendiri Taman Safari Vs OCI di Tengah Dugaan Eksploitasi Pemain Sirkus: Apakah Sosok Sama?

Lifestyle | Jum'at, 18 April 2025 | 19:21 WIB

Taman Safari Indonesia Milik Siapa? Dugaan Eksploitasi Eks Pemain Sirkus OCI Kini Ramai Disorot

Taman Safari Indonesia Milik Siapa? Dugaan Eksploitasi Eks Pemain Sirkus OCI Kini Ramai Disorot

Lifestyle | Jum'at, 18 April 2025 | 17:01 WIB

5 Fakta Dugaan Ekskploitasi Eks Pemain Sirkus OCI Taman Safari, Ada yang Dijejali Kotoran Gajah

5 Fakta Dugaan Ekskploitasi Eks Pemain Sirkus OCI Taman Safari, Ada yang Dijejali Kotoran Gajah

Lifestyle | Jum'at, 18 April 2025 | 16:05 WIB

Sempat Ada 4 Jenis Pelanggaran HAM, Kasus Mantan Pemain Sirkus OCI Diminta Diselesaikan Secara Hukum

Sempat Ada 4 Jenis Pelanggaran HAM, Kasus Mantan Pemain Sirkus OCI Diminta Diselesaikan Secara Hukum

News | Jum'at, 18 April 2025 | 11:40 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×