Mengenal Pendiri Taman Safari Vs OCI di Tengah Dugaan Eksploitasi Pemain Sirkus: Apakah Sosok Sama?

Husna Rahmayunita

Jum'at, 18 April 2025 | 19:21 WIB
Mengenal Pendiri Taman Safari Vs OCI di Tengah Dugaan Eksploitasi Pemain Sirkus: Apakah Sosok Sama?
Pemain sirkus OCI beraksi di pertunjukan "The Great 50 Show" di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (14/12). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Kasus dugaan penganiayaan terhadap pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI) kini semakin memanas hingga menyeret nama pendiri OCI dan Taman Safari.

Dugaan tersebut berawal dari pengakuan para eks pemain sirkus yang angkat bicara mendapatkan perlakuan kejam dari para atasan kala beratraksi di Taman Safari seperti disetrum dan dikurung di kandang satwa buas.

Ada beberapa eks pemain mengaku mendapatkan kekejaman dari salah satu sosok yang memelopori OCI dan Taman Safari.

Fifi, seorang yang pernah unjuk bakat bersama OCI datang di hadapan Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Mugiyanto dan menceritakan perlakuan Frans Manangsang terhadap dirinya.

Fifi dalam pengakuannya yang dikutip Jumat (18/4/2025) mengungkap Frans sempat memaksa dirinya untuk latihan hingga malam dan tak diberikan waktu istirahat.

Perempuan yang dahulu berkarier sebagai salah satu pemain kondang OCI bahkan mengaku mendapatkan kekerasan selama latihan.

Tak hanya Fifi, pemain lain bernama Butet juga mengaku mengalami beberapa perlakuan kejam serupa dari Frans.

Publik kini bertanya-tanya apakah Taman Safari dan OCI lahir dari pendiri yang sama. Pasalnya, para pemain OCI mendapatkan perlakuan kejam kala berkarier di salah satu lokasi Taman Safari yang ada di Tanah Air.

Publik berusaha menggali apakah pendiri Taman Safari adalah sosok yang sama dengan pendiri OCI dan turut bertanggung jawab atas nasib Fifi dan rekan-rekannya.

baca juga

Keluarga Manansang: Para sosok di balik Taman Safari dan OCI

Pendirian Taman Safari Indonesia memang tak bisa lepas dari pendirian OCI.

Sebagaimana yang dirangkum dalam buku biografi berjudul Tiga Macan Safari, OCI bermula dari perjuangan seorang pemain sirkus bernama Hadi Manansang.

Hadi adalah seorang perantau dari Shanghai yang berusaha mencari nafkah di Indonesia usai negara asalnya dilanda Perang Dunia.

Hadi memutuskan untuk menjadi seorang pemain sirkus yang menggelar pertunjukan di jalanan.

Setelah menetap di Indonesia, Hadi dikaruniai dengan tiga orang anak, yakni Jansen Manansang, Frans Manansang, dan Tony Sumampau.

Taman Safari Indonesia II di Prigen, Jawa Timur. [Wikimedia Commons/Lasthib]
Taman Safari Indonesia II di Prigen, Jawa Timur. [Wikimedia Commons/Lasthib]

Ketiganya mendapatkan pelatihan dari sang ayah dalam seni akrobat sebagai bekal untuk karier mereka.

Keluarga Manansang perlahan dikenal masyarakat usai kerap menampilkan kehebatan mereka di tempat umum, dari alun-alun hingga Paguyuban Tionghoa di berbagai daerah.

Hadi yang berhasil mengumpulkan uang dari 'mengamen' di jalanan akhirnya bisa membentuk OCI pada tahun 1972.

Adapun dalam waktu bersamaan, Hadi juga memiliki impian untuk membangun sebuah kebun binatang sebagai wujud ketertarikannya kepada dunia satwa.

Hadi membutuhkan waktu sepuluh tahun untuk mencari lahan dan membangun Taman Safari Indonesia pertama yang dibangun di Cisarua pada tahun 1981.

Akan diperiksa Wamenham, Manansang bersaudara angkat bicara

Mugiyanto melalui Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) berjanji akan mengusut aduan Fifi dan rekan-rekannya terkait dugaan yang menyeret Manansang bersaudara.

Sang Wamenham dalam keterangannya, Jumat (18/4/2025) akan mengambil langkah tegas dan memanggil petinggi Taman Safari dan OCI, termasuk Frans Manansang yang namanya disebutkan secara terang-terangan.

Tony Sumampouw selaku Komisaris Taman Safari Indonesia sekaligus pelatih satwa OCI menepis tudingan Fifi.

Tony melalui pesan singkatnya kepada awak media, Jumat (18/4/2025) menyebut apa yang diceritakan oleh para eks pemain OCI tak benar dan mengada-ada.

Tak berhenti di situ, Tony juga mengklaim bahwa ada pihak yang sempat sengaja menghubungi pihaknya terkait tudingan kekerasan di lingkungan OCI dan meminta imbalan.

Bagi Tony, tudingan yang kini beredar tak berdasar dan tak dapat dibuktikan.

Kontributor : Armand Ilham

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Taman Safari Indonesia Milik Siapa? Dugaan Eksploitasi Eks Pemain Sirkus OCI Kini Ramai Disorot

Taman Safari Indonesia Milik Siapa? Dugaan Eksploitasi Eks Pemain Sirkus OCI Kini Ramai Disorot

Lifestyle | Jum'at, 18 April 2025 | 17:01 WIB

5 Fakta Dugaan Ekskploitasi Eks Pemain Sirkus OCI Taman Safari, Ada yang Dijejali Kotoran Gajah

5 Fakta Dugaan Ekskploitasi Eks Pemain Sirkus OCI Taman Safari, Ada yang Dijejali Kotoran Gajah

Lifestyle | Jum'at, 18 April 2025 | 16:05 WIB

Sempat Ada 4 Jenis Pelanggaran HAM, Kasus Mantan Pemain Sirkus OCI Diminta Diselesaikan Secara Hukum

Sempat Ada 4 Jenis Pelanggaran HAM, Kasus Mantan Pemain Sirkus OCI Diminta Diselesaikan Secara Hukum

News | Jum'at, 18 April 2025 | 11:40 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×