Modal Asing Banyak yang Kabur, Bos OJK: Wajar

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Kamis, 24 April 2025 | 18:46 WIB
Modal Asing Banyak yang Kabur, Bos OJK: Wajar
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar [ANTARA]

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai aliran modal asing yang keluar cukup deras pada bulan April 2025 adalah kondisi yang wajar. Tercatat modal asing 2,86 miliar dollar AS sudah keluar dari Indonesia selama awal bulan April hingga saat ini.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan akan terus memantau ketat arus modal asing yang keluar. Sebab, ketidakpastian ekonomi global membuat investor panik.

"Kami mencatat secara keseluruhan pihak investor asing dan melakukan net sell. Itu sebenarnya kondisi wajar dan kita melihatnya dan memantau ketat ketidakpastian datangnya dri global bukan dalam negeri," kata Mahendra di Jakarta, Kamis (24/4/2025).

Menurut dia, ekonomi Indonesia masih tetap terjaga meskipun modal asing cukup banyak hengkang. Sebab, ketidakpastian ekonomi global ini nantinya bersifat sementara.

" Kondisi global ini menimbulkan dinamika investasi pihak asing sangat cepat berubah atau volatile. Itu dapat dimaklumi kalau kondisi global penuh tidak ketidakpastian ini bakal berlanjut apa kami lihat dalam negeri investor nasional memiliki tingkat kepercayaan tinggi terutama dari investor ritel itu menunjukkan net buy yang besar," katanya.

OJK pun terus membuat langkah-langkah agar pasar modal tidak tertekan imbas banyaknya modal asing yang kabur. Salah satunya dengan kehadiran Danantara yang bisa meningkatkan investasi dan membuat modal asing kembali masuk ke Indonesia.

"Langkah-langkah lain yang diprong adalah meningkatkan investasi dan minat investasi itu sendiri kami sudah mendengar koordinasi beberapa lembaga keuangan pemeribtah melalhi Danantara," imbuhnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) menilai ketegangan perang dagang yang dicetuskan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat tekanan pada ekonomi global. Hal ini juga membuat ekonomi Indonesia mengalami tekanan.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan penetapan tarif ini membuat arus modal asing keluar cukup deras. Tercatat modal asing 2,86 miliar dollar AS sudah keluar dari Indonesia.

baca juga

"Tapi Sejak diumumkan kebijakan tarif 2 April hingga 21 April tercatat investasi protofolio tercatat net outflow 2,86 milliar dollar AS. Ini lebih risk appetite investor gloval yang sangat tinggi sehingga menarik modalnya tidak saja Indonesia tapi ke negara emerging market," bebernya.

Namun, dia menekankan bahwa keluarnya modal asing tidak hanya terjadi di Indonesia tapi di beberapa negara lainnya. Bahkan investor asing memindahkan asetnya di beberapa negara termasuk Jepang hingga Eropa.

"Yang terasa sekarang kebijakan tarif dalam jangka pendek ini adalah sangat tinggi ketidakpastian atau premi resiko para pelaku atau investor global. Jadi investor memindahkan investasi protfolionya ke negara seperi Eropa, Amerika dan Jepang," bebernya.

Perkembangan terkini menunjukkan tekanan outflows mulai berkurang terutama pada SBN, sejalan tetap baiknya prospek perekonomian Indonesia, termasuk ketahanan eksternal yang terjaga baik. 

Sebelumnya, ketidakpastian perekonomian global makin tinggi didorong kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS). Pengumuman kebijakan tarif resiprokal AS awal April 2025, serta langkah retaliasi oleh Tiongkok dan kemungkinan dari sejumlah negara lain meningkatkan fragmentasi ekonomi global dan menurunnya volume perdagangan dunia. 

Akibatnya, pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2025 diprakirakan akan menurun dari 3,2% menjadi 2,9% dengan penurunan terbesar terjadi di AS dan Tiongkok sejalan dengan dampak perang tarif kedua negara tersebut. 

Pertumbuhan ekonomi di negara maju dan negara berkembang lainnya juga diprakirakan akan melambat, dipengaruhi dampak langsung dari penurunan ekspor ke AS dan dampak tidak langsung dari penurunan volume perdagangan dengan negara-negara lain. 

Perang tarif dan dampak negatifnya terhadap penurunan pertumbuhan AS, Tiongkok, dan ekonomi dunia memicu peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global serta mendorong perilaku risk aversion pemilik modal.Yield US Treasury menurun dan indeks mata uang dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia (DXY) melemah, di tengah peningkatan ekspektasi penurunan Fed Funds Rate (FFR). 

Aliran modal dunia bergeser dari AS ke negara dan aset yang dianggap aman (safe haven asset), terutama ke aset keuangan di Eropa dan Jepang serta komoditas emas. 

Sementara itu, aliran keluar modal global dari negara berkembang masih berlanjut sehingga memberikan tekanan terhadap pelemahan mata uangnya. Memburuknya kondisi global tersebut memerlukan penguatan respons dan koordinasi kebijakan untuk menjaga ketahanan eksternal, mengendalikan stabilitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.

Selain itu, neraca pembaysran Indonesia (NPI) tetap baik sehingga mampu mendukung ketahanan eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Maret 2025 sebesar 4,3 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan surplus bulan sebelumnya sebesar 3,1 miliar dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, APBN Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Lindungi Rakyat

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, APBN Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Lindungi Rakyat

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:31 WIB

Menkop Usul Gaji PNS Dibayar lewat Kopdes, Suahasil: Idealnya Langsung ke Rekening

Menkop Usul Gaji PNS Dibayar lewat Kopdes, Suahasil: Idealnya Langsung ke Rekening

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 13:08 WIB

Suahasil Rombak Lagi Pejabat Kemenkeu, Ada Dirjen hingga Staf Ahli

Suahasil Rombak Lagi Pejabat Kemenkeu, Ada Dirjen hingga Staf Ahli

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Prabowo Sering Dapat Laporan Ekonomi RI Baik-baik Saja, Purbaya: Pejabat Lapor Asal Bapak Senang

Prabowo Sering Dapat Laporan Ekonomi RI Baik-baik Saja, Purbaya: Pejabat Lapor Asal Bapak Senang

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:39 WIB

Industri Pegadaian Tumbuh 44 Persen, Koperasi Digital ModalGadai Bidik Pasar Pembiayaan

Industri Pegadaian Tumbuh 44 Persen, Koperasi Digital ModalGadai Bidik Pasar Pembiayaan

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Suahasil Copot Robert Marbun, Sekjen Kemenkeu Era Purbaya

Suahasil Copot Robert Marbun, Sekjen Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:05 WIB

OTP Dinilai Belum Cukup Lindungi Transaksi Digital, Ada Usulan Verifikasi Independen

OTP Dinilai Belum Cukup Lindungi Transaksi Digital, Ada Usulan Verifikasi Independen

Tekno | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 09:58 WIB

Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 T

Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 T

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 09:36 WIB

Pendapatan Adhi Karya Turun, Tapi Laba Bersih Melonjak 247%

Pendapatan Adhi Karya Turun, Tapi Laba Bersih Melonjak 247%

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 08:56 WIB

Tren Umrah Meningkat, Generasi Muda Kian Serius Menyiapkan Dana Ibadah

Tren Umrah Meningkat, Generasi Muda Kian Serius Menyiapkan Dana Ibadah

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:59 WIB

Terkini

Rumah Ibadah Disulap Jadi Gedung Narkoba, Polisi Sita Barang Bukti Rp60 Miliar

Rumah Ibadah Disulap Jadi Gedung Narkoba, Polisi Sita Barang Bukti Rp60 Miliar

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Daftar Saham IHSG Milik Danantara, Ada yang Punya Porsi hingga 91%!

Daftar Saham IHSG Milik Danantara, Ada yang Punya Porsi hingga 91%!

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Tanpa Pemain Asing, IBL All Indonesian 2026 Jadi Kesempatan Emas Pebasket Lokal

Tanpa Pemain Asing, IBL All Indonesian 2026 Jadi Kesempatan Emas Pebasket Lokal

Sport | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Libur Nataru 2026 Naik Pesawat dan Kapal Bakal Dapat Diskon 30%

Libur Nataru 2026 Naik Pesawat dan Kapal Bakal Dapat Diskon 30%

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:42 WIB

BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional

BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional

Kalbar | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:11 WIB

BRI Rekrut 133 Alumni Magang Nasional 2025, Dorong Talenta Muda Berkembang

BRI Rekrut 133 Alumni Magang Nasional 2025, Dorong Talenta Muda Berkembang

Lampung | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Inchcape GWM Indonesia Resmikan Dealer di Yogyakarta, Tawarkan Layanan Penjualan hingga Servis

Inchcape GWM Indonesia Resmikan Dealer di Yogyakarta, Tawarkan Layanan Penjualan hingga Servis

Otomotif | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Kevin Diks Absen, Borussia Monchengladbach Terancam Cetak Rekor Buruk Bundesliga

Kevin Diks Absen, Borussia Monchengladbach Terancam Cetak Rekor Buruk Bundesliga

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Arab Saudi Digempur Serangan Rudal, Ini Daftar Maskapai yang Membatalkan Penerbangan

Arab Saudi Digempur Serangan Rudal, Ini Daftar Maskapai yang Membatalkan Penerbangan

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Polisi Usut 20 Korporasi dalam Kasus Karhutla Sumsel, Ratusan Hektare Lahan Disegel

Polisi Usut 20 Korporasi dalam Kasus Karhutla Sumsel, Ratusan Hektare Lahan Disegel

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 21:59 WIB

×