Perang Tarif AS-China Dorong RI Jadi Pusat Manufaktur dan Rantai Pasok Global

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 27 Juni 2025 | 13:38 WIB
Perang Tarif AS-China Dorong RI Jadi Pusat Manufaktur dan Rantai Pasok Global
Ilustrasi. Perang tarif yang kian memanas antara Amerika Serikat dan Tiongkok memaksa banyak negara dan produsen global untuk mencari alternatif lokasi pasokan dan produksi yang lebih stabil dan netral, dan di sinilah Indonesia muncul sebagai kandidat terdepan.

Suara.com - Di tengah gejolak geopolitik yang memanas dan ketidakpastian rantai pasok global, Indonesia kini berada di ambang peluang emas untuk mengukuhkan diri sebagai pemain kunci dalam industri kendaraan listrik (EV) dunia.

Perang tarif yang kian memanas antara Amerika Serikat dan Tiongkok memaksa banyak negara dan produsen global untuk mencari alternatif lokasi pasokan dan produksi yang lebih stabil dan netral, dan di sinilah Indonesia muncul sebagai kandidat terdepan.

Dengan posisi geografis yang strategis, kekayaan sumber daya mineral kritis yang melimpah, serta sikap non-blok yang dipegang teguh dalam konflik global, Indonesia semakin diperhitungkan sebagai mitra potensial dalam membangun rantai pasok EV yang aman dan berkelanjutan. Namun, peluang besar ini menuntut tindakan cepat dan konsisten dari pemerintah: percepatan hilirisasi seluruh mineral strategis.

Tidak hanya nikel yang selama ini menjadi primadona, tetapi juga tembaga dan aluminium harus segera diolah di dalam negeri. Langkah ini krusial untuk melengkapi rantai industri baterai dan kendaraan listrik secara utuh, mulai dari hulu hingga hilir, di tanah air.

Wakil Ketua Komite Hilirisasi Mineral dan Batubara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Djoko Widayatno, menegaskan bahwa kekayaan mineral Indonesia, khususnya nikel, dapat menjadi senjata utama di tengah kondisi geopolitik energi bersih global.

"Nikel Indonesia bisa menjadi senjata strategis dalam geopolitik energi bersih global," ujar Djoko, Jumat (27/5/2025).

Djoko menjelaskan, upaya ini didukung oleh masuknya beberapa perusahaan global raksasa yang telah menanamkan investasi besar dalam pengembangan industri nikel dan turunannya di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Ini termasuk kolaborasi strategis dengan pemain kelas kakap seperti Tesla, BYD, LG Energy Solution, hingga CATL.

Dengan adanya investasi tersebut, pemerintah harus terus mendorong ekspor produk berbahan baku nikel dengan nilai tambah yang lebih tinggi, bukan lagi sekadar bijih mentah (ore nikel). Jika strategi ini berhasil dilaksanakan, Indonesia tidak hanya akan memperkuat fondasi untuk menjadi salah satu bagian penting bagi rantai pasok energi bersih di dunia, tetapi juga memantapkan posisinya sebagai pusat manufaktur, riset, dan distribusi komponen EV untuk kawasan Asia bahkan dunia.

"Posisi Indonesia sebagai bagian penting dari global green supply chain," pungkas Djoko, menggambarkan ambisi besar Indonesia di kancah global.

baca juga

Pemerintah telah memulai arah ini melalui kebijakan hilirisasi dan pembangunan kawasan industri hijau. Namun, Djoko menekankan bahwa konsistensi dan percepatan implementasi menjadi kunci utama untuk mengamankan peran strategis Indonesia di tengah perubahan peta rantai pasok global yang dinamis.

Perang tarif antara AS dan Tiongkok telah menciptakan celah bagi negara-negara netral seperti Indonesia untuk mengisi kekosongan dan menawarkan stabilitas. Dengan kekayaan sumber daya dan komitmen terhadap hilirisasi, Indonesia memiliki semua modal untuk menjadi "surga" baru bagi investasi EV global. Tantangannya kini adalah bagaimana pemerintah dapat terus menjaga momentum, menarik lebih banyak investor, dan memastikan bahwa seluruh ekosistem EV dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan di Indonesia.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda tarif impor selama 90 hari untuk puluhan negara.

Trump menunda tarif yang dia sebut sebagai tarif "resiprokal" terhadap 60 mitra dagang AS dan UE, yang minggu lalu berkisar dari 46% untuk Kamboja, 32% untuk Indonesia, dan 20% untuk negara anggota UE.

Namun, para kritikus berpendapat bahwa tarif tersebut tidak dihitung berdasarkan tarif yang dikenakan negara lain terhadap AS. Tarif ditetapkan berdasarkan perhitungan surplus perdagangan negara tersebut dengan AS oleh pemerintahan Trump. Meski ada penundaan, tarif dasar sebesar 10% tetap berlaku untuk semua impor dari negara mana pun.

Penundaan ini tidak mempengaruhi tarif yang sudah lebih dulu diberlakukan oleh Trump, termasuk untuk baja, aluminium, mobil, dan suku cadang kendaraan. Produk energi dan mineral tertentu yang tidak tersedia secara domestik juga tidak termasuk dalam penundaan ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

LRNA Keluhkan Perang Tarif dan Makin Maraknya Angkutan Ilegal

LRNA Keluhkan Perang Tarif dan Makin Maraknya Angkutan Ilegal

Bisnis | Jum'at, 27 Juni 2025 | 13:19 WIB

Akankah Hilirisasi Nikel Bisa Bawa RI jadi Negara Maju?

Akankah Hilirisasi Nikel Bisa Bawa RI jadi Negara Maju?

Bisnis | Jum'at, 27 Juni 2025 | 13:09 WIB

5 Harga Baterai Mobil Listrik, Mana yang Paling Terjangkau?

5 Harga Baterai Mobil Listrik, Mana yang Paling Terjangkau?

Otomotif | Jum'at, 27 Juni 2025 | 13:01 WIB

Terkini

Essence Dipakai Setelah Apa? Ini Urutan Pakai Skincare yang Tepat agar Produk Tak Sia-sia

Essence Dipakai Setelah Apa? Ini Urutan Pakai Skincare yang Tepat agar Produk Tak Sia-sia

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 13:03 WIB

33 Napi Korupsi Diperiksa Kasus Lapas Cibinong, DPR Cecar Ditjenpas: Kok Cuma Ferdy Sambo Disebut?

33 Napi Korupsi Diperiksa Kasus Lapas Cibinong, DPR Cecar Ditjenpas: Kok Cuma Ferdy Sambo Disebut?

News | Senin, 28 September 2026 | 13:01 WIB

Ribuan Followers tapi Kesepian? Buku Klasik Tahun 1936 Ini Punya Jawaban Menohok Buat Gen Z!

Ribuan Followers tapi Kesepian? Buku Klasik Tahun 1936 Ini Punya Jawaban Menohok Buat Gen Z!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 13:01 WIB

John Herdman Sebut Timnas Indonesia Belum Tampilkan Skuad Terbaiknya, Bagaimana Lawan Malaysia?

John Herdman Sebut Timnas Indonesia Belum Tampilkan Skuad Terbaiknya, Bagaimana Lawan Malaysia?

Bola | Senin, 28 September 2026 | 12:57 WIB

Mengupas Sisi Lain Dewi Ayu di 'Cantik Itu Luka': Pelacur yang Menolak Tunduk pada Takdir

Mengupas Sisi Lain Dewi Ayu di 'Cantik Itu Luka': Pelacur yang Menolak Tunduk pada Takdir

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 12:51 WIB

Hempas Kusam! 5 Toner Pad Korea Vitamin C untuk Kulit Lembut dan Cerah

Hempas Kusam! 5 Toner Pad Korea Vitamin C untuk Kulit Lembut dan Cerah

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 12:50 WIB

Penertiban Warung Diduga Jual Minol di Padang, Dua Anggota Satpol PP Terluka

Penertiban Warung Diduga Jual Minol di Padang, Dua Anggota Satpol PP Terluka

Sumbar | Senin, 28 September 2026 | 12:48 WIB

Temuan Kamar Mewah Ala Apartemen di Lapas Cibinong, Ombudsman Beberkan Misteri Sosok Penghuninya

Temuan Kamar Mewah Ala Apartemen di Lapas Cibinong, Ombudsman Beberkan Misteri Sosok Penghuninya

Video | Senin, 28 September 2026 | 12:47 WIB

Ombudsman Temukan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, KPK Siap Terlibat jika Ada Indikasi Tipikor

Ombudsman Temukan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, KPK Siap Terlibat jika Ada Indikasi Tipikor

News | Senin, 28 September 2026 | 12:46 WIB

Pergoki Pencuri Masuk Rumah, Telinga Nenek Maryati di Jaktim Robek Digigit Pelaku

Pergoki Pencuri Masuk Rumah, Telinga Nenek Maryati di Jaktim Robek Digigit Pelaku

News | Senin, 28 September 2026 | 12:44 WIB

×