Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

Perang Tarif AS-China Dorong RI Jadi Pusat Manufaktur dan Rantai Pasok Global

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 27 Juni 2025 | 13:38 WIB
Perang Tarif AS-China Dorong RI Jadi Pusat Manufaktur dan Rantai Pasok Global
Ilustrasi. Perang tarif yang kian memanas antara Amerika Serikat dan Tiongkok memaksa banyak negara dan produsen global untuk mencari alternatif lokasi pasokan dan produksi yang lebih stabil dan netral, dan di sinilah Indonesia muncul sebagai kandidat terdepan.

Suara.com - Di tengah gejolak geopolitik yang memanas dan ketidakpastian rantai pasok global, Indonesia kini berada di ambang peluang emas untuk mengukuhkan diri sebagai pemain kunci dalam industri kendaraan listrik (EV) dunia.

Perang tarif yang kian memanas antara Amerika Serikat dan Tiongkok memaksa banyak negara dan produsen global untuk mencari alternatif lokasi pasokan dan produksi yang lebih stabil dan netral, dan di sinilah Indonesia muncul sebagai kandidat terdepan.

Dengan posisi geografis yang strategis, kekayaan sumber daya mineral kritis yang melimpah, serta sikap non-blok yang dipegang teguh dalam konflik global, Indonesia semakin diperhitungkan sebagai mitra potensial dalam membangun rantai pasok EV yang aman dan berkelanjutan. Namun, peluang besar ini menuntut tindakan cepat dan konsisten dari pemerintah: percepatan hilirisasi seluruh mineral strategis.

Tidak hanya nikel yang selama ini menjadi primadona, tetapi juga tembaga dan aluminium harus segera diolah di dalam negeri. Langkah ini krusial untuk melengkapi rantai industri baterai dan kendaraan listrik secara utuh, mulai dari hulu hingga hilir, di tanah air.

Wakil Ketua Komite Hilirisasi Mineral dan Batubara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Djoko Widayatno, menegaskan bahwa kekayaan mineral Indonesia, khususnya nikel, dapat menjadi senjata utama di tengah kondisi geopolitik energi bersih global.

"Nikel Indonesia bisa menjadi senjata strategis dalam geopolitik energi bersih global," ujar Djoko, Jumat (27/5/2025).

Djoko menjelaskan, upaya ini didukung oleh masuknya beberapa perusahaan global raksasa yang telah menanamkan investasi besar dalam pengembangan industri nikel dan turunannya di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Ini termasuk kolaborasi strategis dengan pemain kelas kakap seperti Tesla, BYD, LG Energy Solution, hingga CATL.

Dengan adanya investasi tersebut, pemerintah harus terus mendorong ekspor produk berbahan baku nikel dengan nilai tambah yang lebih tinggi, bukan lagi sekadar bijih mentah (ore nikel). Jika strategi ini berhasil dilaksanakan, Indonesia tidak hanya akan memperkuat fondasi untuk menjadi salah satu bagian penting bagi rantai pasok energi bersih di dunia, tetapi juga memantapkan posisinya sebagai pusat manufaktur, riset, dan distribusi komponen EV untuk kawasan Asia bahkan dunia.

"Posisi Indonesia sebagai bagian penting dari global green supply chain," pungkas Djoko, menggambarkan ambisi besar Indonesia di kancah global.

baca juga

Pemerintah telah memulai arah ini melalui kebijakan hilirisasi dan pembangunan kawasan industri hijau. Namun, Djoko menekankan bahwa konsistensi dan percepatan implementasi menjadi kunci utama untuk mengamankan peran strategis Indonesia di tengah perubahan peta rantai pasok global yang dinamis.

Perang tarif antara AS dan Tiongkok telah menciptakan celah bagi negara-negara netral seperti Indonesia untuk mengisi kekosongan dan menawarkan stabilitas. Dengan kekayaan sumber daya dan komitmen terhadap hilirisasi, Indonesia memiliki semua modal untuk menjadi "surga" baru bagi investasi EV global. Tantangannya kini adalah bagaimana pemerintah dapat terus menjaga momentum, menarik lebih banyak investor, dan memastikan bahwa seluruh ekosistem EV dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan di Indonesia.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda tarif impor selama 90 hari untuk puluhan negara.

Trump menunda tarif yang dia sebut sebagai tarif "resiprokal" terhadap 60 mitra dagang AS dan UE, yang minggu lalu berkisar dari 46% untuk Kamboja, 32% untuk Indonesia, dan 20% untuk negara anggota UE.

Namun, para kritikus berpendapat bahwa tarif tersebut tidak dihitung berdasarkan tarif yang dikenakan negara lain terhadap AS. Tarif ditetapkan berdasarkan perhitungan surplus perdagangan negara tersebut dengan AS oleh pemerintahan Trump. Meski ada penundaan, tarif dasar sebesar 10% tetap berlaku untuk semua impor dari negara mana pun.

Penundaan ini tidak mempengaruhi tarif yang sudah lebih dulu diberlakukan oleh Trump, termasuk untuk baja, aluminium, mobil, dan suku cadang kendaraan. Produk energi dan mineral tertentu yang tidak tersedia secara domestik juga tidak termasuk dalam penundaan ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

LRNA Keluhkan Perang Tarif dan Makin Maraknya Angkutan Ilegal

LRNA Keluhkan Perang Tarif dan Makin Maraknya Angkutan Ilegal

Bisnis | Jum'at, 27 Juni 2025 | 13:19 WIB

Akankah Hilirisasi Nikel Bisa Bawa RI jadi Negara Maju?

Akankah Hilirisasi Nikel Bisa Bawa RI jadi Negara Maju?

Bisnis | Jum'at, 27 Juni 2025 | 13:09 WIB

5 Harga Baterai Mobil Listrik, Mana yang Paling Terjangkau?

5 Harga Baterai Mobil Listrik, Mana yang Paling Terjangkau?

Otomotif | Jum'at, 27 Juni 2025 | 13:01 WIB

Terkini

Harga Emas Antam Meledak Rp40 Ribu, Tembus Rp2,69 Juta per Gram

Harga Emas Antam Meledak Rp40 Ribu, Tembus Rp2,69 Juta per Gram

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:53 WIB

Sandiwara Begal Sadis Way Pengubuan Berakhir di Jeruji Besi

Sandiwara Begal Sadis Way Pengubuan Berakhir di Jeruji Besi

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:53 WIB

The Manipulated: Ketika Pria Lugu Melawan Konspirasi Kejam, Penuh Aksi dan Kritik Sosial

The Manipulated: Ketika Pria Lugu Melawan Konspirasi Kejam, Penuh Aksi dan Kritik Sosial

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:50 WIB

Perkuat Layanan Kesehatan Dasar, BRI Peduli Bangun Posyandu Matahari di Sleman

Perkuat Layanan Kesehatan Dasar, BRI Peduli Bangun Posyandu Matahari di Sleman

Jabar | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:48 WIB

Gelombang "Agentic AI" Mulai Dominasi Ekonomi Digital Indonesia 2026

Gelombang "Agentic AI" Mulai Dominasi Ekonomi Digital Indonesia 2026

Tekno | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:47 WIB

Kepercayaan Publik Jadi Modal Utama MHU di Tengah Tantangan Industri Tambang

Kepercayaan Publik Jadi Modal Utama MHU di Tengah Tantangan Industri Tambang

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:46 WIB

Ironi di Lapangan Upacara: Pejabat Duduk Nyaman, Peserta Berdiri Kepanasan

Ironi di Lapangan Upacara: Pejabat Duduk Nyaman, Peserta Berdiri Kepanasan

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:45 WIB

Posyandu Matahari Hadir di Sleman, BRI Peduli Dorong Penguatan Kesehatan Ibu dan Anak

Posyandu Matahari Hadir di Sleman, BRI Peduli Dorong Penguatan Kesehatan Ibu dan Anak

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:45 WIB

BRI Peduli Dorong Kesehatan Ibu dan Anak melalui Program Desa Brilian 1000 HPK

BRI Peduli Dorong Kesehatan Ibu dan Anak melalui Program Desa Brilian 1000 HPK

Malang | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:39 WIB

10 Saksi Diperiksa, Begini Kondisi Korban Terjebak di Lantai 15 Saat Kebakaran Gedung Bapenda DKI

10 Saksi Diperiksa, Begini Kondisi Korban Terjebak di Lantai 15 Saat Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:39 WIB

×