Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.610.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.820,790
LQ45 573,007
Srikehati 285,023
JII 338,419
USD/IDR 17.957

LRNA Keluhkan Perang Tarif dan Makin Maraknya Angkutan Ilegal

Iwan Supriyatna

Jum'at, 27 Juni 2025 | 13:19 WIB
LRNA Keluhkan Perang Tarif dan Makin Maraknya Angkutan Ilegal
Perusahaan Otobus (PO) PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (kode saham:LRNA) menempuh strategi transformasi bisnis berbasis teknologi dan elektrifikasi armada.

Suara.com - Perusahaan Otobus (PO) transportasi angkutan darat, PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (kode saham:LRNA) menempuh strategi transformasi bisnis berbasis teknologi dan elektrifikasi armada untuk bertahan di tengah persaingan ketat industri transportasi.

Dalam Paparan Publik usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024, manajemen menyatakan fokus pada efisiensi, kolaborasi digital, dan ekspansi layanan lintas segmen.

Direktur PT Eka Sari Lorena Transport Tbk, Rianta Soerbakti menyebutkan, era digital menuntut perusahaan beradaptasi melalui teknologi kolaboratif agar bisa saling melengkapi dengan mitra strategis.

“Kita bisa melakukan teknologi kolaborasi dengan partner sehingga saling menguntungkan dan meringankan beban perusahaan,” ujar Rianta Soerbakti, Jumat (27/6/2025).

Perseroan juga menargetkan peremajaan armada dengan mengadopsi kendaraan listrik. Meski diakui masih terdapat tantangan seperti keterbatasan infrastruktur pengisian daya dan bengkel perawatan di rute jarak jauh. Rianta memaparkan pula, langkah ini penting untuk efisiensi biaya operasional.
“Ini jadi target kami di 2025 dan ke depan. Tapi tentu butuh peran aktif dari Pemerintah,” ucapnya.

Saat ini, Perseroan mengoperasikan bus listrik untuk mendukung program akselerasi ekosistem transportasi publik berbasis listrik yang digagas Kementerian Perhubungan dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek.

Perseroan, tidak hanya bergantung pada layanan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), LRNA juga terus memperkuat lini bisnis lain seperti Airport Connexion (JAC), Trans Jabodetabek Reguler (TJR), Jabodetabek Residence Connexion (JRC), dan jasa sewa bus jangka panjang.

“Kami perkuat layanan komuter dan renta, karena AKAP makin ketat dan kompetisinya tidak sehat,” jelas Rianta.

Perseroan juga berencana untuk meluncurkan layanan cargo/pengiriman barang yang berkolaborasi dengan ESL Express yang merupakan “sister company” perusahaan.

baca juga

Di tengah tantangan eksternal dan ketatnya persaingan, LRNA membukukan pendapatan sebesar Rp80,93 miliar sepanjang 2024. Kontribusi pendapatan terbesar berasal dari segmen AKAP sebesar Rp62,23 miliar, diikuti shuttle bus senilai Rp14,22 miliar, bus bandara Rp2,47 miliar, serta AKAP dengan jarak pendek senilai Rp1,98 miliar.

Rianta mengungkapkan, aset Perseroan turun 6,73% menjadi Rp334,6 miliar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp358,76 miliar. Sementara ekuitas terkoreksi 5,44% menjadi Rp289,87 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp306,57 miliar.

Liabilitas tercatat menurun 14,27% menjadi Rp44,73 miliar dibandingkan periode sama 2023 sebesar Rp52,18 miliar.
Perseroan menyoroti semakin padatnya pasar AKAP oleh pemain baru serta kurangnya regulasi yang melindungi operator lama sebagai penyebab menurunnya kinerja. Perang tarif dan banyaknya angkutan ilegal membuat industri ini tidak sehat. Penertiban pun masih lemah.

Lebih lanjut Rianta menambahkan, “Sebagai langkah efisiensi, Perseroan menutup rute-rute yang tak lagi menguntungkan, memperkuat layanan komuter dan meningkatkan keikutsertaan dalam tender jasa sewa bus. Perseroan juga terus memperluas implementasi sistem pembayaran nontunai (Cashless Payment Method) untuk meningkatkan transparansi dan kontrol keuangan. Setiap akhir tahun, kami evaluasi strategi dan langsung ambil kebijakan bila ada kendala yang muncul di tengah jalan.”

Dalam RUPST, seluruh agenda disetujui pemegang saham, termasuk laporan tahunan 2024, penetapan penggunaan laba/rugi, penunjukan Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk laporan keuangan tahun buku 2024, dan perubahan susunan direksi serta komisaris. Namun, manajemen memutuskan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2024.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peringkat Daya Saing RI Anjlok 13 Peringkat! Perang Tarif dan Pengangguran jadi Biang Keroknya

Peringkat Daya Saing RI Anjlok 13 Peringkat! Perang Tarif dan Pengangguran jadi Biang Keroknya

Bisnis | Kamis, 19 Juni 2025 | 13:36 WIB

Peringkat Daya Saing Indonesia Ambruk, Turun ke Posisi 40

Peringkat Daya Saing Indonesia Ambruk, Turun ke Posisi 40

Bisnis | Kamis, 19 Juni 2025 | 11:19 WIB

Pengangguran di Amerika Diramal Tembus 247 Ribu

Pengangguran di Amerika Diramal Tembus 247 Ribu

Bisnis | Jum'at, 06 Juni 2025 | 15:26 WIB

Terkini

Purbaya Jamin Lahan Hibah Meikarta 30 Hektare Tak Bebani APBN Saat Dikelola Danantara

Purbaya Jamin Lahan Hibah Meikarta 30 Hektare Tak Bebani APBN Saat Dikelola Danantara

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:40 WIB

Purbaya Akhirnya Bebaskan Pajak JHT ke 1,64 Juta Pensiunan Usai Diprotes

Purbaya Akhirnya Bebaskan Pajak JHT ke 1,64 Juta Pensiunan Usai Diprotes

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:17 WIB

Rupiah Terpuruk! Kembali Dekati Level 18.000 per Dolar AS.

Rupiah Terpuruk! Kembali Dekati Level 18.000 per Dolar AS.

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:44 WIB

Lahan Meikarta Dibebaskan dari Pajak, Purbaya: Yang Melawan, Saya Pecat

Lahan Meikarta Dibebaskan dari Pajak, Purbaya: Yang Melawan, Saya Pecat

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:04 WIB

Siap-siap! Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce 1 Juli 2026

Siap-siap! Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce 1 Juli 2026

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:40 WIB

CORE Sebut Penurunan Harga LNG Tekan Risiko PHK, Namun Bukan Solusi Tunggal

CORE Sebut Penurunan Harga LNG Tekan Risiko PHK, Namun Bukan Solusi Tunggal

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:31 WIB

Harga Emas Anjlok Parah, Rekor Terburuk Sejak 2008

Harga Emas Anjlok Parah, Rekor Terburuk Sejak 2008

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:17 WIB

Purbaya Akui Belum Terima Usulan Kemenhub soal Anggaran Flyover Kereta Api Rp 4 Triliun

Purbaya Akui Belum Terima Usulan Kemenhub soal Anggaran Flyover Kereta Api Rp 4 Triliun

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:15 WIB

Tren Remitansi Digital Kian Dilirik, Ini Deret Keunggulannya

Tren Remitansi Digital Kian Dilirik, Ini Deret Keunggulannya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:54 WIB

Polemik Revisi UU Hak Cipta: Nasib Musisi, UMKM Hingga Jurnalis Dipertaruhkan

Polemik Revisi UU Hak Cipta: Nasib Musisi, UMKM Hingga Jurnalis Dipertaruhkan

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:47 WIB

×