IHSG Pagi Ini Bergerak Naik, Cek Saham-saham Pendorongnya

Achmad Fauzi

Selasa, 01 Juli 2025 | 09:23 WIB
IHSG Pagi Ini Bergerak Naik, Cek Saham-saham Pendorongnya
Pergerakan saham di salah satu perusahaan jasa sekuritas di Jakarta, Jumat (24/3).

Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), kembali melonjak pada pembukaan perdagangan, Selasa, 1 Juli 2025. IHSG dibuka menguat ke level 6.954.

Mengutip data RTI Business, hingga pukul 09.08 WIB, IHSG masih betah menghijau dengan level 6.960 atau naik 32,63 poin, secara presentase naik 0,47 persen.

Pada perdagangan pada di waktu itu, sebanyak 1,29 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,19 triliun, serta frekuensi sebanyak 90,587 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 250 saham bergerak naik, sedangkan 126 saham mengalami penurunan, dan 220 saham tidak mengalami pergerakan.

Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Adapun, beberapa saham yang mendorong penguatan IHSG hari ini diantaranya, KRYA, NINE, SPRE, MAPI, HOKI, KPIG, ARCI, MBMA, HRTA, NOBU, FUTR, NICL.

Sementara saham-saham yang mengalami penurunan tajam di perdagangan hari ini diantaranya, BTPN, NIRO, DLTA, JAYA, SAFE, BBSS, BIRD, BULL, VAST, LSIP, SILO, YUPI, TBIG, APEX, JAWA.

Sebelumnya, Analis Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, melihat secara teknikal pergerakan IHSG mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Ia menetapkan area resistance IHSG di 7.000, pivot di 6.950, dan support di 6.800.

"Pergerakan IHSG dari lower band menuju ke middle band mengindikasikan ada potensi recovery dari tekanan jual sebelumnya. Stochastic RSI terjadi pembalikan arah ke atas dari area oversold. MACD masih menunjukkan tren menurun, namun histogram mulai mengecil dan garis MACD mendekati garis sinyal mendekati potensi golden cross. Sehingga IHSG diperkirakan berpeluang menguji level 6950-7000," ujar Ratna dalam riset hariannya, Selasa (1/7/2025).

Sebelumnya, IHSG ditutup menguat ke level 6.927 atau naik 0,43 persen pada perdagangan Senin (30/6). Sejumlah faktor turut mendorong penguatan ini, mulai dari sentimen global, aksi window dressing kuartal II, hingga rilis deregulasi dari pemerintah.

baca juga

Ratna menjelaskan, penguatan IHSG dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk penguatan indeks bursa global, sentimen window dressing akhir kuartal II, berita positif dari saham-saham individual, meredanya ketegangan geopolitik, serta harapan pelonggaran kebijakan moneter dari bank sentral.

"Pemerintah mengumumkan paket deregulasi tahap I, yang meliputi relaksasi aturan impor dan kemudahan berusaha di bidang perdagangan. Salah satu tujuan deregulasi ini untuk memperbaiki peringkat kemudahan usaha di Indonesia," kata dia,

Dari sisi data ekonomi, pasar menanti rilis data neraca perdagangan bulan Mei 2025 yang diproyeksikan surplus sebesar USD 2,53 miliar, meningkat signifikan dari surplus April 2025 sebesar USD 0,15 miliar.

Selain itu, inflasi Juni 2025 diperkirakan naik menjadi 1,83 persen YoY dari sebelumnya 1,6 persen YoY, dengan inflasi inti diperkirakan meningkat ke 2,44 persen YoY dari 2,4 persen YoY pada bulan Mei.

Dari sisi global, sentimen positif juga datang dari Wall Street yang ditutup menguat pada hari yang sama. Kabar pembatalan rencana pajak layanan digital oleh Kanada terhadap perusahaan teknologi AS turut meredakan ketegangan dagang, setelah sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengancam membatalkan seluruh negosiasi dengan Kanada.

Investor juga memantau dinamika politik anggaran di AS. Senat Amerika Serikat menyetujui prosedur awal untuk membuka pembahasan RUU anggaran pemerintahan Trump, yang mencakup pemotongan pajak dan reformasi pengeluaran.

RUU versi Senat tersebut diperkirakan akan menambah defisit federal sekitar USD 3,3 triliun selama satu dekade ke depan.

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun lebih dari 4 basis poin ke level 4,238 persen. Sementara itu, harga emas naik 0,6 persen ke USD 3.293 per troy ounce didorong oleh pelemahan dolar AS.

Harga minyak mentah justru melemah akibat berkurangnya ketegangan geopolitik serta prospek kenaikan produksi OPEC+ pada Agustus 2025.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Bisa Kembali Melonjak Hingga Uji Level 7.000

IHSG Bisa Kembali Melonjak Hingga Uji Level 7.000

Bisnis | Selasa, 01 Juli 2025 | 08:13 WIB

IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini, Awalnya Melonjak Tapi Langsung Merosot

IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini, Awalnya Melonjak Tapi Langsung Merosot

Bisnis | Senin, 30 Juni 2025 | 09:20 WIB

Perundingan AS-China Bisa Jadi Katalis IHSG Terbang di Level 6.900 Hari Ini

Perundingan AS-China Bisa Jadi Katalis IHSG Terbang di Level 6.900 Hari Ini

Bisnis | Senin, 30 Juni 2025 | 07:32 WIB

Terkini

Tak Sanggup Bayar Kontrakan, Janda di Tangsel Terpaksa Tinggal di Tenda Kebun Bersama Anak-Cucu

Tak Sanggup Bayar Kontrakan, Janda di Tangsel Terpaksa Tinggal di Tenda Kebun Bersama Anak-Cucu

Banten | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:52 WIB

Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap

Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap

Kalbar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Jualan Pakai QRIS Makin Untung, Biaya Admin Dipangkas Habis oleh BRI!

Jualan Pakai QRIS Makin Untung, Biaya Admin Dipangkas Habis oleh BRI!

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Pembangunan PSEL di Kota Tangsel Mandek, DLH Ungkap Masih Ada Warga Tolak Pembebasan Lahan

Pembangunan PSEL di Kota Tangsel Mandek, DLH Ungkap Masih Ada Warga Tolak Pembebasan Lahan

Banten | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:19 WIB

Promo Tiket Bioskop The Premiere Buy 1 Get 2 Khusus Nasabah BRI, Begini Caranya!

Promo Tiket Bioskop The Premiere Buy 1 Get 2 Khusus Nasabah BRI, Begini Caranya!

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:11 WIB

33 Tahun Kayuh Becak, Kini Acep Beralih ke Becak Listrik Bantuan Prabowo

33 Tahun Kayuh Becak, Kini Acep Beralih ke Becak Listrik Bantuan Prabowo

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Dari Subuh hingga Sore, Begini Perubahan Udara Palembang yang Masih Dikepung Asap

Dari Subuh hingga Sore, Begini Perubahan Udara Palembang yang Masih Dikepung Asap

Sumsel | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:05 WIB

BRI Beri Karpet Merah dan Cashback Fantastis di Event Burberry

BRI Beri Karpet Merah dan Cashback Fantastis di Event Burberry

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Meski Tak Temukan Bukti Gibran Lulus Setara SMA, MK Tak Berwenang Copot Wapres

Meski Tak Temukan Bukti Gibran Lulus Setara SMA, MK Tak Berwenang Copot Wapres

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Kapolda Jateng Tegaskan Tiga Fokus: Berantas Kejahatan, Layani Warga, Respons Cepat

Kapolda Jateng Tegaskan Tiga Fokus: Berantas Kejahatan, Layani Warga, Respons Cepat

Jawa Tengah | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:32 WIB

×