Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Sinyal Bahaya Pasar Properti: BI Ungkap Penjualan Rumah Anjlok, Harga Ikut Melambat

Chandra Iswinarno | Rina Anggraeni | Suara.com

Kamis, 07 Agustus 2025 | 06:45 WIB
Sinyal Bahaya Pasar Properti: BI Ungkap Penjualan Rumah Anjlok, Harga Ikut Melambat
Ilustrasi warga melihat maket rumah pada pameran perumahan. Saat ini pasar properti menunjukkan pelemahan. [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pasar properti residensial primer di Indonesia menunjukkan sinyal perlambatan signifikan pada kuartal kedua 2025.

Laporan terbaru Bank Indonesia (BI) mengungkap bahwa penjualan unit rumah mengalami kontraksi tajam, yang secara langsung berimbas pada pertumbuhan harga yang semakin terbatas dan melambat dibandingkan periode sebelumnya.

Menurut Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia, Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan II 2025 hanya tumbuh sebesar 0,90% secara tahunan (yoy).

Angka ini menunjukkan perlambatan jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan I 2025 yang tercatat sebesar 1,07% (yoy).

Kontraksi Penjualan Jadi Biang Keladi

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny, menjelaskan bahwa perlambatan pertumbuhan harga ini tidak terlepas dari lesunya angka penjualan, terutama untuk rumah tipe menengah dan besar yang justru mengalami kontraksi.

"Perkembangan harga properti tersebut dipengaruhi oleh perlambatan pertumbuhan penjualan unit properti residensial tipe kecil di pasar primer, sementara penjualan rumah tipe besar dan menengah mengalami kontraksi," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (6/8/2025).

Data BI merinci lebih dalam mengenai penurunan penjualan tersebut:

  • Penjualan Rumah Tipe Besar: Terkontraksi sebesar 14,95% (yoy), lebih dalam dari kontraksi triwulan sebelumnya sebesar 11,69% (yoy).
  • Penjualan Rumah Tipe Menengah: Terkontraksi sebesar 17,69% (yoy), meskipun membaik dari kontraksi triwulan sebelumnya yang mencapai 35,76% (yoy).

Secara agregat, penjualan unit properti residensial di pasar primer pada triwulan II 2025 tercatat mengalami kontraksi sebesar 3,80% (yoy).

Angka ini berbanding terbalik dengan kondisi triwulan I 2025 yang masih mencatatkan pertumbuhan tipis sebesar 0,73% (yoy).

Anatomi Pendanaan Properti: Dominasi Dana Internal dan KPR
Di tengah dinamika pasar tersebut, survei BI juga memetakan sumber pendanaan di sektor properti.

Dari sisi pengembang, sumber utama untuk pembangunan properti residensial masih sangat bergantung pada kas internal.

Hasil survei menunjukkan bahwa dana internal pengembang menjadi penopang utama dengan pangsa mencapai 78,36% dari total biaya pembangunan.

Sementara dari sisi konsumen, skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tetap menjadi pilihan utama untuk membiayai pembelian properti.

Pangsa pembiayaan melalui KPR tercatat sebesar 73,06% dari total pembiayaan konsumen di pasar primer.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Mengajukan KPR MLT BPJS Ketenagakerjaan, Kredit Rumah Murah untuk Pekerja

Cara Mengajukan KPR MLT BPJS Ketenagakerjaan, Kredit Rumah Murah untuk Pekerja

Bisnis | Rabu, 06 Agustus 2025 | 17:13 WIB

BRI Dukung Pemerintah Wujudkan Rumah Layak Bagi Rakyat Lewat KPR Subsidi

BRI Dukung Pemerintah Wujudkan Rumah Layak Bagi Rakyat Lewat KPR Subsidi

Bisnis | Selasa, 05 Agustus 2025 | 22:34 WIB

Lewat Penyaluran KPR, BTN Hidupkan Rantai Pasok hingga 185 Sub Sektor Industri

Lewat Penyaluran KPR, BTN Hidupkan Rantai Pasok hingga 185 Sub Sektor Industri

Bisnis | Rabu, 30 Juli 2025 | 19:34 WIB

Terkini

Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi

Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:35 WIB

Harga Pangan Hari Ini : Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik, Beras - Minyak Goreng Justru Turun

Harga Pangan Hari Ini : Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik, Beras - Minyak Goreng Justru Turun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:31 WIB

Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz

Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:22 WIB

Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak

Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:15 WIB

Tutup Pabrik, Krakatau Osaka Steel Apakah Sama dengan Krakatau Steel?

Tutup Pabrik, Krakatau Osaka Steel Apakah Sama dengan Krakatau Steel?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:03 WIB

Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar

Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:53 WIB

IHSG Bergerak Dua Arah Pada Jumat Pagi

IHSG Bergerak Dua Arah Pada Jumat Pagi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:14 WIB

Lawan Overcapacity, Strategi Transformasi SIG Mulai Berbuah Manis

Lawan Overcapacity, Strategi Transformasi SIG Mulai Berbuah Manis

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:11 WIB

Lahan Pusat Kota Menipis, Kawasan Kemayoran Bakal Disulap Jadi Pusat Ekonomi Baru

Lahan Pusat Kota Menipis, Kawasan Kemayoran Bakal Disulap Jadi Pusat Ekonomi Baru

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:05 WIB

Cara Payfazz Bantu UMKM Cari Cuan Tambahan

Cara Payfazz Bantu UMKM Cari Cuan Tambahan

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:56 WIB