Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

Fantastis! Tabungan Pelajar Tembus Rp32 Triliun, Wamenkeu Ungkap Kekuatan Uang Receh

Chandra Iswinarno, Rina Anggraeni

Kamis, 14 Agustus 2025 | 14:51 WIB
Fantastis! Tabungan Pelajar Tembus Rp32 Triliun, Wamenkeu Ungkap Kekuatan Uang Receh
Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono mengungkap bagaimana kekuatan uang receh bisa menciptakan efek rambat ekonomi signifikan. [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Gerakan menabung sejak dini yang dilakukan pelajar di Indonesia menunjukkan hasil yang luar biasa.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap bahwa total dana dalam tabungan pelajar kini telah menembus angka fantastis Rp32 triliun.

Angka ini menjadi bukti konkret keberhasilan program literasi keuangan, yang menurut pemerintah memiliki dampak berganda atau multiplier effect untuk menggerakkan ekonomi nasional.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono menegaskan, membiasakan anak muda menabung bukan hanya kegiatan positif personal, tetapi juga fondasi untuk membangun negeri dalam jangka panjang.

"Bisa menumbuhkan perumbuhan ekonomi jadi tabunglah terus jadi bisa bangun negeri dan orang tua serta nusa bangsa," kata Thomas dalam acara "Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like It)" di hadapan 3.000 Pramuka berkebutuhan khusus tingkat nasional, Kamis (14/8/2025).

Multiplier Effect

Lebih jauh, Wamenkeu menjelaskan bagaimana dana tabungan dapat menciptakan efek rambat ekonomi yang signifikan. 

Ia mencontohkan penggunaan dana tabungan untuk membangun rumah, sebuah aktivitas yang secara langsung menggerakkan berbagai sektor industri dan menciptakan lapangan kerja baru.

"Kalau kalian bikin rumah baru untuk bapak ibu itu membantu pekerjaan orang lain, karena yang bangun rumahnya ada kontraktor, ada tukang kayu, ada yang bikin atap dan sebagainya," bebernya.

baca juga

Menurutnya, perputaran uang dari satu proyek pembangunan dapat menghidupkan ekosistem pekerjaan yang luas, mulai dari pemasok material hingga pekerja konstruksi.

"Itu membantu pekerjaan, menumbuhkan ekonomi. Jadi tabunglah terus, supaya kalian bisa membangun negeri, membantu orang tua, dan membangun nusa bangsa," katanya.

OJK: 59 Juta Rekening Pelajar Telah Terkumpul

Data konkret yang mendukung argumen ini disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar. 

Ia memaparkan bahwa capaian Rp32 triliun tersebut berasal dari puluhan juta rekening pelajar di seluruh Indonesia, menunjukkan bahwa kebiasaan menabung telah menjadi budaya yang meluas.

"Sebenarnya simpanan pelajar atau tabungan yang diberikan anak-anak usia sekolah atau pelajar sudah mencapai 32 triliun lebih Rp32 triliun tadi sudah terkumpul terdapat 59 juta pemilik tabungan simpanan pelajar," papar Mahendra.

Ia menambahkan, meski nominal di setiap rekening bervariasi, jumlah partisipan yang masif menjadi indikator keberhasilan yang kuat.

"Kalau liat jumlahnya segitu semuanya ada isinya walaupun nilainya tidak sama," bebernya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kelakar Sri Mulyani Potong Gaji Sekjen Karena Punya 3 Wamen

Kelakar Sri Mulyani Potong Gaji Sekjen Karena Punya 3 Wamen

Bisnis | Senin, 14 Juli 2025 | 14:16 WIB

Sistem Pajak Dikeluhkan Pengusaha, Wamenkeu: Itu Memang Kekurangan Coretax

Sistem Pajak Dikeluhkan Pengusaha, Wamenkeu: Itu Memang Kekurangan Coretax

Bisnis | Rabu, 14 Mei 2025 | 14:47 WIB

Wamenkeu Thomas Djiwandono Sebut Investasi SDM Jadi Kunci Hadapi Tantangan Global

Wamenkeu Thomas Djiwandono Sebut Investasi SDM Jadi Kunci Hadapi Tantangan Global

Bisnis | Kamis, 24 April 2025 | 16:27 WIB

Terkini

Itung-itungan Driver Ojol, Kenapa Pendapatannya Turun Setelah Potongan 8% Berlaku

Itung-itungan Driver Ojol, Kenapa Pendapatannya Turun Setelah Potongan 8% Berlaku

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:49 WIB

Cara Menakar Nilai Wajar Mata Uang, Analis Ungkap Kunci Baca Arah Rupiah hingga Dolar

Cara Menakar Nilai Wajar Mata Uang, Analis Ungkap Kunci Baca Arah Rupiah hingga Dolar

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:45 WIB

Survei: 78,6% Konsumen Nilai Haknya Diabaikan dalam Aturan Rokok Terbaru

Survei: 78,6% Konsumen Nilai Haknya Diabaikan dalam Aturan Rokok Terbaru

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:40 WIB

BBCA Diramal Belum Bisa Tembus Rp6.000 Hari Ini

BBCA Diramal Belum Bisa Tembus Rp6.000 Hari Ini

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:10 WIB

UMKM Indonesia Berpeluang Jadi Motor Baru Ekspor, Ini Syaratnya

UMKM Indonesia Berpeluang Jadi Motor Baru Ekspor, Ini Syaratnya

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:10 WIB

Transformasi IT, BSI Bidik Masuk Top 5 Bank Syariah Global

Transformasi IT, BSI Bidik Masuk Top 5 Bank Syariah Global

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 07:35 WIB

Prudential Soroti Risiko Korupsi yang Mengintai Sektor Keuangan

Prudential Soroti Risiko Korupsi yang Mengintai Sektor Keuangan

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 07:25 WIB

Inflasi Juni 2026 Naik Jadi 3,34 Persen, Bank Indonesia Pastikan Masih Terkendali

Inflasi Juni 2026 Naik Jadi 3,34 Persen, Bank Indonesia Pastikan Masih Terkendali

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 07:22 WIB

Terungkap! Ini Alasan Penumpang Tetap Setia Naik Kereta Meski Tarif Naik

Terungkap! Ini Alasan Penumpang Tetap Setia Naik Kereta Meski Tarif Naik

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:54 WIB

BUMN Ini Sulap Limbah Jadi Paving Block, Gandeng UMKM Dorong Ekonomi Sirkular

BUMN Ini Sulap Limbah Jadi Paving Block, Gandeng UMKM Dorong Ekonomi Sirkular

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:44 WIB

×