Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Wamenkeu Thomas Djiwandono Sebut Investasi SDM Jadi Kunci Hadapi Tantangan Global

Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 24 April 2025 | 16:27 WIB
Wamenkeu Thomas Djiwandono Sebut Investasi SDM Jadi Kunci Hadapi Tantangan Global
Wakil Menteri Keuangan II, Thomas Djiwandono saat konferensi pers di Gedung Kementerian Keuangan di Jakarta, Kamis (18/7/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat fondasi pembangunan nasional melalui investasi pada sumber daya manusia (SDM).

Hal ini ditegaskan oleh Wakil Menteri Keuangan RI, Thomas Djiwandono, dalam sambutannya pada pembukaan Indonesia International Valuation Conference (IIVC) 2025 di ICE BSD City, Jakarta, Rabu (23/4).

Menurut Thomas, pemerintah saat ini tengah memprioritaskan dua pilar utama dalam pembangunan nasional, yakni penguatan SDM serta ketahanan negara yang mencakup sektor pangan, energi, dan perairan.

"Investasi pada SDM, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan, adalah pondasi untuk menciptakan masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan global," ujarnya Seperti dikutip, Kamis (24/4/2025).

Fokus ini menjadi relevan dalam konteks perkembangan profesi Penilai di Indonesia yang kini dihadapkan pada disrupsi teknologi dan transformasi ekonomi, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Profesi Penilai dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, menguasai teknologi digital, dan memahami dinamika baru seperti valuasi kekayaan intelektual dan aset tidak berwujud lainnya.

Ketua Umum Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), Budi Prasodjo, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan kapabilitas SDM di bidang penilaian. "Penilai Indonesia harus tangkas dan berpikiran maju. Di era Revolusi Industri 5.0 ini, teknologi seperti kecerdasan buatan dan otomatisasi harus menjadi bagian dari alat kerja kita, tanpa melupakan nilai-nilai etis dan tanggung jawab sosial," ujar Budi.

IIVC 2025, yang mengangkat tema "Navigating Valuation in the Industrial Revolution 5.0 Era", merupakan hasil kolaborasi MAPPI dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta International Valuation Standards Council (IVSC). Konferensi ini bertujuan menjawab tantangan masa kini melalui integrasi teknologi, pengembangan ekonomi kreatif, dan penerapan nilai-nilai sosial dalam praktik penilaian.

"IIVC 2025 ini bertujuan untuk mengatasi tantangan dan peluang yang terus berkembang dalam lanskap penilaian global dengan berfokus pada tiga tema utama," kata Budi.

Tema pertama yakni membahas Revolusi Industri 5.0 yang berupaya mengolaborasikan antara kecerdasan manusia dan teknologi canggih. Dalam penilaian, Penilai dituntut untuk dapat beradaptasi dengan memanfaatkan perangkat digital, analisis data, kecerdasan buatan dan otomatisasi agar tetap relevan di era digital yang berubah dengan cepat.

Kedua, seiring dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi kreatif, kekayaan intelektual, termasuk hak cipta, paten, merek dagang, rahasia dagang, dan konten digital, telah menjadi aset yang vital. Pergeseran ini mengharuskan para Penilai untuk mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang aset tak berwujud dan perannya dalam penilaian bisnis dan industri kreatif.

"Penilaian kekayaan intelektual yang tepat tidak hanya membuka peluang pembiayaan baru, tetapi juga memungkinkan akses yang lebih adil dan transparan terhadap modal untuk bisnis yang inovatif,” kata Budi.

Tema ketiga menekankan tanggung jawab etis dalam penilaian, khususnya dalam konteks Penilaian Tanah yang Tidak Terdaftar dan Pengadaan Tanah. Tema ini menggabungkan penilaian dampak sosial dan memastikan bahwa praktik pengadaan tanah tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip keadilan, kewajaran, dan transparansi. Penilai memainkan peran penting dalam menjembatani kepentingan pemerintah, bisnis dan masyarakat yang terdampak.

Dalam sesi konferensi, Ketua Dewan Pembina IVSC, Lim Hwee Hwa, menegaskan bahwa investasi pada kualitas SDM adalah hal esensial. “Teknologi hanyalah alat bantu. Penilai tetap harus memiliki pengetahuan mendalam, integritas tinggi, dan komitmen terhadap standar internasional yang kuat. Tanpa itu, kepercayaan publik tidak akan terbentuk,” tegas Lim.

Senada dengan itu, Ketua IIVC Komite Asia, Rd. Mohammad Marty Muliana Natalegawa, menyebut bahwa penilaian yang dilakukan oleh SDM yang kompeten sangat berperan dalam perumusan kebijakan publik. "Penilai mendukung sistem perpajakan, kebijakan pemerintah, bahkan integritas pasar keuangan. Ini adalah pekerjaan yang bukan hanya teknis, tapi juga strategis," ungkapnya.

Konferensi ini diikuti oleh lebih dari 300 peserta, termasuk para penilai profesional dari dalam dan luar negeri, serta menghadirkan 30 pembicara internasional dari negara-negara seperti China, India, Singapura, Korea, dan Prancis. Dengan kolaborasi internasional dan peningkatan SDM secara berkelanjutan, Indonesia diharapkan mampu menciptakan ekosistem penilaian yang profesional, berdaya saing, dan berintegritas tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Lokasi Ibukota Baru, Kaltim Mau Dongkrak Kualitas SDM

Jadi Lokasi Ibukota Baru, Kaltim Mau Dongkrak Kualitas SDM

Bisnis | Selasa, 22 April 2025 | 08:26 WIB

Cara Perusahaan Swasta Perluas Kualitas SDM Dalam Keselamatan Kerja

Cara Perusahaan Swasta Perluas Kualitas SDM Dalam Keselamatan Kerja

Bisnis | Selasa, 22 April 2025 | 07:57 WIB

Anak Usaha Dapen BRI Tingkatkan Kualitas Layanan Bisnis untuk Kebutuhan SDM

Anak Usaha Dapen BRI Tingkatkan Kualitas Layanan Bisnis untuk Kebutuhan SDM

Bisnis | Senin, 21 April 2025 | 17:18 WIB

Terkini

Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran

Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:30 WIB

Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk

Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:35 WIB

Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas

Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:23 WIB

Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:17 WIB

Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!

Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:14 WIB

Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci

Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:57 WIB

Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan

Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:51 WIB

Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat

Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:47 WIB

Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:32 WIB

Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026

Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:25 WIB