Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.831

BI Gelontorkan Rp384 T, Perry Warjiyo Ungkap Rincian Alokasi dan Sektor Prioritas Penerima Insentif

Chandra Iswinarno, Rina Anggraeni

Rabu, 20 Agustus 2025 | 17:39 WIB
BI Gelontorkan Rp384 T, Perry Warjiyo Ungkap Rincian Alokasi dan Sektor Prioritas Penerima Insentif
Ilustrasi Bank Indonesia. Saat ini Bank Indonesia memperkuat stimulus likuiditas ke sektor perbankan melalui implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). [Suara.com]

Suara.com - Bank Indonesia (BI) secara agresif memperkuat stimulus likuiditas ke sektor perbankan melalui implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM).

Hingga minggu pertama Agustus 2025, total insentif yang telah digelontorkan untuk mendorong penyaluran kredit telah mencapai Rp384 triliun, sebuah langkah strategis yang dirancang untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Langkah ini memastikan ketersediaan dana di perbankan, sehingga dapat mengakselerasi penyaluran kredit ke sektor-sektor produktif dan prioritas.
Distribusi Insentif ke Seluruh Segmen Perbankan

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, merinci bahwa insentif likuiditas tersebut didistribusikan secara proporsional ke seluruh segmen perbankan, termasuk bank milik asing, untuk memastikan dampak kebijakan yang merata dan efektif.

"KLM yang disalurkan kepada kelompok bank BUMN sebesar Rp171,5 triliun, bank BUSN sebesar Rp169,2 triliun, BPD sebesar Rp37,2 triliun, dan KCBA sebesar Rp5,7 triliun," katanya dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (20/8/2025).

Fokus pada Sektor Strategis dan Program Pemerintah

Penyaluran insentif KLM tidak dilakukan secara acak, melainkan diarahkan pada sektor-sektor yang dianggap memiliki daya ungkit tinggi terhadap perekonomian.

Sektor prioritas tersebut mencakup Pertanian, Real Estate, Perumahan Rakyat, Konstruksi, Perdagangan dan Manufaktur, Transportasi, Pergudangan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta UMKM, Ultra Mikro, dan Hijau.

Perry menegaskan bahwa kebijakan ini akan terus diperkuat dan diselaraskan dengan agenda pembangunan pemerintah.

baca juga

"Ke depan, kebijakan KLM akan terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan perbankan melalui optimalisasi insentif pada sektor yang berkontribusi tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja serta selaras dengan program-program Asta Cita Pemerintah," katanya.

Sinergi Moneter dan Fiskal

Selain melalui KLM, Bank Indonesia juga melakukan ekspansi likuiditas melalui instrumen lain, yaitu pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dari pasar sekunder.

Langkah ini mencerminkan sinergi erat antara otoritas moneter dengan kebijakan fiskal yang dijalankan pemerintah.

Tercatat selama tahun 2025 (hingga 19 Agustus 2025), total pembelian SBN oleh Bank Indonesia telah mencapai Rp186,06 triliun.

Angka ini terdiri dari pembelian di pasar sekunder sebesar Rp137,80 triliun dan melalui pasar primer dalam bentuk Surat Perbendaharaan Negara (SPN), termasuk syariah, sebesar Rp48,26 triliun.

"Ke depan, Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan strategi operasi moneter pro-market untuk meningkatkan likuiditas dan efektivitas transmisi kebijakan moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap mencapai sasaran inflasi dan menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Turunkan Suku Bunga Jadi 5 Persen, Pemangkasan Keempat di 2025

BI Turunkan Suku Bunga Jadi 5 Persen, Pemangkasan Keempat di 2025

Bisnis | Rabu, 20 Agustus 2025 | 15:22 WIB

Ekonomi Indonesia Diramal 4,9 Persen di 2025, Ini Pendorongnya

Ekonomi Indonesia Diramal 4,9 Persen di 2025, Ini Pendorongnya

Bisnis | Rabu, 20 Agustus 2025 | 09:42 WIB

Begini Cara Suku Bunga BI Pengaruhi Strategi Trader Jitu

Begini Cara Suku Bunga BI Pengaruhi Strategi Trader Jitu

Bisnis | Rabu, 20 Agustus 2025 | 09:10 WIB

Terkini

Kapal Pesir Berlogo Kemhan Viral! Ternyata Milik Haji Isam untuk Proyek Pangan

Kapal Pesir Berlogo Kemhan Viral! Ternyata Milik Haji Isam untuk Proyek Pangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:55 WIB

Ayah, Aku Hanya Ingin Didengar

Ayah, Aku Hanya Ingin Didengar

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:52 WIB

Perjuangan Kang Edai di Kemiren, Merajut Asa Bersama Desa Sejahtera Astra

Perjuangan Kang Edai di Kemiren, Merajut Asa Bersama Desa Sejahtera Astra

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:50 WIB

Lebih dari Sekadar Kopi dan Hujan: Membedah Makna Spiritual Lirik Bersenja Gurau

Lebih dari Sekadar Kopi dan Hujan: Membedah Makna Spiritual Lirik Bersenja Gurau

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:44 WIB

Persija Jakarta Uji Kekuatan 2 Tim Thailand, Bukan Lawan Sembarangan

Persija Jakarta Uji Kekuatan 2 Tim Thailand, Bukan Lawan Sembarangan

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:37 WIB

Apa Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum? Ini 5 Cara Mengatasinya

Apa Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum? Ini 5 Cara Mengatasinya

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Alarm Keamanan Digital, Indonesia Dihantam 15 Ribu Serangan Seluler di Kuartal I 2026

Alarm Keamanan Digital, Indonesia Dihantam 15 Ribu Serangan Seluler di Kuartal I 2026

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Gempa NTT Tewaskan 14 Orang, Puluhan Rumah Rusak hingga Warga Butuh Makanan

Gempa NTT Tewaskan 14 Orang, Puluhan Rumah Rusak hingga Warga Butuh Makanan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:20 WIB

8 Benda di Kamar Tidur yang Bisa Menghalangi Datangnya Jodoh Menurut Feng Shui

8 Benda di Kamar Tidur yang Bisa Menghalangi Datangnya Jodoh Menurut Feng Shui

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Bukan Sekadar Dayang: Genduk Duku dan Perempuan yang Melawan Kuasa

Bukan Sekadar Dayang: Genduk Duku dan Perempuan yang Melawan Kuasa

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:15 WIB

×