Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.640.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.883,881
LQ45 578,169
Srikehati 285,186
JII 345,557
USD/IDR 17.950

Harita Nickel Cetak Pendapatan Rp22,4 Triliun, Kuatkan Komitmen ESG Lewat Audit IRMA

M Nurhadi

Jum'at, 31 Oktober 2025 | 17:55 WIB
Harita Nickel Cetak Pendapatan Rp22,4 Triliun, Kuatkan Komitmen ESG Lewat Audit IRMA
Pemasangan panel surya berkapasitas 40 MWp di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, dengan dukungan Harita Nickel [Suara.com/HO]
baca 10 detik
  • Pendapatan Harita Nickel Rp22,4 T.

  • Audit IRMA terintegrasi 30.000 pekerja.

  • Proyek smelter dan panel surya progresif.

Suara.com - PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel, sebagai perusahaan pertambangan dan pemrosesan nikel terintegrasi, kembali membuktikan komitmennya untuk menyeimbangkan antara kinerja finansial yang solid dengan praktik pertambangan yang bertanggung jawab.

Hingga Kuartal III 2025, Harita Nickel berhasil mencatatkan kinerja yang stabil dan positif, sejalan dengan langkah berkelanjutan perusahaan untuk menumbuhkan nilai ekonomi sambil memastikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap tata kelola yang kuat, Harita Nickel kini menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang menjalani audit penuh Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA). IRMA adalah standar global yang paling komprehensif dalam menilai aspek keberlanjutan di sektor pertambangan.

Audit IRMA Harita Nickel saat ini berada pada tahap peninjauan dan mencakup lebih dari 30.000 pekerja serta kontraktor di seluruh rantai operasional perusahaan.

Dengan cakupan tenaga kerja yang begitu luas, audit ini tercatat sebagai audit IRMA dengan cakupan tenaga kerja terbesar di dunia.

“Kombinasi antara kemajuan dalam penerapan standar keberlanjutan global dan kinerja finansial yang solid mencerminkan upaya konsisten perusahaan untuk menumbuhkan nilai ekonomi sekaligus menjaga keseimbangan sosial dan lingkungan,” ujar Lukito Gozali, Head of Investor Relations Harita Nickel.

Ia menambahkan bahwa partisipasi dalam audit IRMA merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh proses bisnis Harita Nickel berjalan sejalan dengan standar global dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Harita Nickel juga menunjukkan langkah konkret dalam mendukung transisi energi bersih dan pemberdayaan masyarakat lokal. Perusahaan tengah mempercepat pemasangan panel surya berkapasitas 40 MWp di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Hingga Oktober 2025, progres konstruksi proyek ini telah mencapai 38%, dengan instalasi tersebar di atap area tempat tinggal karyawan dan fasilitas produksi.

baca juga

Proyek ini diharapkan secara signifikan dapat mengurangi emisi karbon dan meningkatkan efisiensi energi di kawasan industri nikel.

Di bidang sosial, perusahaan telah mengoperasikan fasilitas Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di permukiman baru Desa Kawasi.

Fasilitas ini mampu mengolah sekitar 1,8 ton sampah per hari menjadi kompos dan material daur ulang.

elain itu, di kawasan yang sama, Harita Nickel mengembangkan zona ekonomi baru dengan lebih dari 20 kios aktif milik masyarakat lokal, yang bertujuan membuka peluang usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi warga.

Kinerja Keuangan

Sejalan dengan komitmen keberlanjutan tersebut, Harita Nickel juga mencatat kinerja operasional dan keuangan yang positif. Selama sembilan bulan pertama tahun ini, perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp22,40 triliun.

Capaian finansial ini mencerminkan hasil dari efisiensi berkelanjutan dan optimalisasi fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) serta Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) yang beroperasi stabil di Pulau Obi. Kinerja ini sekaligus mendukung langkah strategis perusahaan menuju penambahan kapasitas produksi melalui pembangunan smelter baru.

Saat ini, Harita Nickel melanjutkan pembangunan fasilitas RKEF ke-3 (KPS) yang dirancang dengan kapasitas produksi hingga 185.000 ton kandungan nikel dalam feronikel per tahun.

Hingga Oktober 2025, progres fase kedua telah mencapai 91%, sementara fase ketiga mencapai 44%. Fasilitas ini akan memperkuat kontribusi Harita Nickel terhadap hilirisasi industri nikel nasional dan daya saing perusahaan di pasar global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BP Taskin Apresiasi Program CSR Harita Nickel di Pulau Obi: Dukung Kemandirian Ekonomi

BP Taskin Apresiasi Program CSR Harita Nickel di Pulau Obi: Dukung Kemandirian Ekonomi

Bisnis | Rabu, 29 Oktober 2025 | 11:38 WIB

Harita Nickel Borong Penghargaan Subroto 2025 Lewat Program Tekan Stunting Demi Masa Depan

Harita Nickel Borong Penghargaan Subroto 2025 Lewat Program Tekan Stunting Demi Masa Depan

Bisnis | Selasa, 28 Oktober 2025 | 13:05 WIB

Berdayakan Petani Lokal, Harita Nickel Upayakan Ekonomi Berkelanjutan di Pulau Obi

Berdayakan Petani Lokal, Harita Nickel Upayakan Ekonomi Berkelanjutan di Pulau Obi

Bisnis | Minggu, 14 September 2025 | 14:03 WIB

Terkini

Mengapa Mati Lampu Sering Terjadi di Negeri Eksportir Batu Bara Terbesar Dunia?

Mengapa Mati Lampu Sering Terjadi di Negeri Eksportir Batu Bara Terbesar Dunia?

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:10 WIB

Purbaya Mau Naikkan Anggaran Transfer ke Daerah hingga Rp 90 Triliun di 2027

Purbaya Mau Naikkan Anggaran Transfer ke Daerah hingga Rp 90 Triliun di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:26 WIB

IHSG Bangkit ke Level 6.000 di Sesi I, Saham TPIA dan TOWR Bersinar

IHSG Bangkit ke Level 6.000 di Sesi I, Saham TPIA dan TOWR Bersinar

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:44 WIB

Isu Kelangkaan Batu Bara Bikin Listrik Padam, Pengamat Soroti 'Pengusaha Nakal'

Isu Kelangkaan Batu Bara Bikin Listrik Padam, Pengamat Soroti 'Pengusaha Nakal'

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:37 WIB

Produk UMKM Lokal Bakal Diprioritaskan Muncul di Laman Marketplace, Begini Aturannya

Produk UMKM Lokal Bakal Diprioritaskan Muncul di Laman Marketplace, Begini Aturannya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:28 WIB

Setujui Tenor KPR FLPP hingga 40 Tahun, Pemerintah Pertahankan Bunga Rumah Subsidi 5 Persen

Setujui Tenor KPR FLPP hingga 40 Tahun, Pemerintah Pertahankan Bunga Rumah Subsidi 5 Persen

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:05 WIB

HSBC Indonesia Nilai Akses Pembiayaan Modal Kerja Penting Buat UMKM

HSBC Indonesia Nilai Akses Pembiayaan Modal Kerja Penting Buat UMKM

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:36 WIB

Cara UMKM Agar Tidak Kena Potong Pajak e-Commerce saat Jualan Online

Cara UMKM Agar Tidak Kena Potong Pajak e-Commerce saat Jualan Online

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:28 WIB

Terbitkan Panda Bond, Purbaya: Bunga Utang China Lebih Murah Dibanding Amerika

Terbitkan Panda Bond, Purbaya: Bunga Utang China Lebih Murah Dibanding Amerika

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:27 WIB

Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail

Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:22 WIB