Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Historis Harga Bitcoin Naik 96 Persen Pasca Pembatalan Shutdown Pemerintah AS

M Nurhadi

Kamis, 13 November 2025 | 11:35 WIB
Historis Harga Bitcoin Naik 96 Persen Pasca Pembatalan Shutdown Pemerintah AS
Ilustrasi Bitcoin [Envato]
baca 10 detik
  • Pasar keuangan global, termasuk kripto, merespons positif setelah Senat AS menyetujui penghentian shutdown.
  • Kabar berakhirnya penutupan pemerintah memicu kenaikan harga Bitcoin (BTC).
  • Investor kini memproyeksikan potensi bullish breakout bagi BTC jika likuiditas kembali mengalir.

Suara.com - Pasar keuangan global, termasuk sektor mata uang kripto, bereaksi positif terhadap kabar bahwa penutupan kegiatan pemerintahan (government shutdown) di Amerika Serikat (AS) akan segera berakhir.

Spekulasi mengenai potensi lonjakan harga Bitcoin (BTC) mencuat, mengingat aset kripto utama ini secara historis menunjukkan respons kuat pasca-resolusi shutdown sebelumnya.

Menurut jurnalis Nick Sortor, Senat AS telah menyetujui Continuing Resolution dengan hasil suara 60 banding 40, membuka jalan bagi berakhirnya shutdown AS yang telah berlangsung selama 41 hari—periode terpanjang dalam sejarah modern negara tersebut.

Meskipun RUU tersebut masih memerlukan persetujuan final dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan tanda tangan dari Presiden sebelum resmi berlaku, proses ini diperkirakan akan rampung dalam beberapa hari ke depan.

Ekspektasi positif ini didukung data dari Polymarket, di mana lebih dari 90% investor yakin bahwa shutdown akan resmi berakhir pekan ini.

Kabar positif ini sendiri memberikan dorongan psikologis yang signifikan ke pasar. Hal ini memicu kenaikan harga saham AS, emas, perak, dan yang paling mencolok, juga harga Bitcoin (BTC).

Ekonom Peter Schiff mencatat, "Berita bahwa shutdown pemerintah akan segera berakhir mendorong reli di saham, emas, perak, dan Bitcoin. Kesepakatan ini berarti Washington kembali beroperasi normal. Defisit dan inflasi akan meningkat, dan investor akan terus mencari alternatif dari dolar AS yang terdepresiasi,” katanya, seperti dilansir TradingView, Kamis (13/11/2025).

Analisis historis menguatkan spekulasi ini. Data menunjukkan bahwa Bitcoin mencatat kenaikan signifikan sebesar 96% dan 157% setelah penyelesaian shutdown pada Februari 2018 dan Januari 2019.

Meskipun reli tersebut mungkin bertepatan dengan fase pemulihan pasar yang lebih luas, jika sejarah berulang, lonjakan serupa diperkirakan terjadi dengan jeda beberapa pekan, bergantung pada kondisi ekonomi makro saat itu.

baca juga

Persetujuan Senat memberikan sinyal psikologis positif, mendorong ekspektasi kembalinya likuiditas di pasar. Ini menyebabkan investor kembali beralih ke aset berisiko tinggi (risk-on) seperti Bitcoin.

Dalam jangka pendek, BTC berpotensi mempertahankan momentum naiknya jika langkah legislatif final segera tuntas, memicu gelombang optimisme di pasar global.

Saat ini, situasi makro mencerminkan pola serupa dengan fase sebelum reli besar Bitcoin pada tahun 2020. Ini kembali menegaskan sifat ganda Bitcoin sebagai aset lindung nilai terhadap depresiasi dolar sekaligus instrumen investasi berisiko tinggi.

Saat ini, Bitcoin berada di titik krusial antara potensi bullish breakout (kenaikan signifikan) atau justru bull trap (jebakan kenaikan palsu) jangka pendek.

Apabila kebijakan fiskal baru terealisasi dan likuiditas benar-benar mengalir kembali ke pasar, BTC dapat memulai fase pertumbuhan baru.

Namun, jika proses kebijakan tertunda atau direvisi, pasar kripto dapat mengalami koreksi sementara sebelum memasuki fase akumulasi ulang menuju pertumbuhan jangka panjang.

Meskipun sentimen positif mendominasi, harga BTC saat ini masih terkoreksi tipis di kisaran US$102.219. Tekanan jual juga tercatat melonjak lebih dari 1.300% seiring meningkatnya arus keluar dari wallet jangka pendek ke exchange.

Selain itu, analisis lain memproyeksikan bahwa siklus likuiditas 65 bulan berpotensi mencapai puncaknya pada kuartal I–II 2026, yang mungkin diikuti koreksi 15–20% karena valuasi yang mulai memanas, meski waktu pastinya belum dapat dipastikan.

Desclaimer: Informasi dan opini yang terdapat dalam artikel ini, termasuk kutipan, data harga, dan proyeksi bullish breakout atau bull trap, bukan merupakan saran atau rekomendasi investasi (termasuk anjuran beli atau jual) pada aset kripto, saham, emas, atau aset finansial lainnya.Berinvestasi pada Bitcoin dan aset kripto lainnya memiliki risiko yang sangat tinggi, sangat volatil, dan dapat mengakibatkan kerugian modal yang signifikan. Kinerja masa lalu, termasuk reli historis, tidak menjamin hasil di masa depan, mengingat dinamika ekonomi makro yang terus berubah. Pembaca disarankan untuk melakukan riset independen dan berkonsultasi dengan profesional keuangan yang berlisensi sebelum membuat keputusan investasi apa pun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Bagi-bagi Duit Rp 32 Juta ke Warganya, Dorong Harga Bitcoin Meroket?

Trump Bagi-bagi Duit Rp 32 Juta ke Warganya, Dorong Harga Bitcoin Meroket?

Bisnis | Selasa, 11 November 2025 | 18:43 WIB

Rupiah Diprediksi Menguat, Analis Ungkap Efek Besar Akhir Shutdown AS ke Indonesia

Rupiah Diprediksi Menguat, Analis Ungkap Efek Besar Akhir Shutdown AS ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 November 2025 | 11:31 WIB

Shutdown Pemerintah Amerika Serikat, Ribuan Penerbangan Terhenti

Shutdown Pemerintah Amerika Serikat, Ribuan Penerbangan Terhenti

Video | Minggu, 09 November 2025 | 17:05 WIB

Terkini

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:58 WIB

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:43 WIB

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:22 WIB

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:50 WIB

×