Trump Bagi-bagi Duit Rp 32 Juta ke Warganya, Dorong Harga Bitcoin Meroket?

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 11 November 2025 | 18:43 WIB
Trump Bagi-bagi Duit Rp 32 Juta ke Warganya, Dorong Harga Bitcoin Meroket?
Donald Trump
  • Trump beri dividen USD 2.000.

  • Stimulus picu kenaikan aset.

  • Ancaman inflasi jangka panjang.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada hari Minggu (9/11/2025), mengumumkan rencana kebijakan ekonomi besar yang akan memberikan "dividen" sebesar USD 2.000 kepada sebagian besar warga Amerika.

Dana ini disebut berasal dari pendapatan yang dikumpulkan melalui kebijakan tarif yang diterapkan pemerintahannya.

“Dividen setidaknya USD 2.000 per orang, tidak termasuk individu berpenghasilan tinggi, akan dibayarkan kepada semua orang,” kata Trump melalui platform Truth Social.

Pengumuman ini datang di tengah perdebatan sengit mengenai legalitas kebijakan tarif tersebut. Saat ini, Mahkamah Agung AS sedang mendengarkan argumen mengenai keabsahan tarif tersebut.

Menariknya, prediksi pasar taruhan menunjukkan sebagian besar trader bertaruh melawan persetujuan Mahkamah Agung.

Probabilitas Persetujuan di Mahkamah Agung: Traders di Kalshi menempatkan peluang persetujuan kebijakan ini hanya sebesar 23%, sementara traders di Polymarket memberikan peluang 21%.

Menanggapi keraguan tersebut, Trump berargumen mengenai otoritas presiden: “Presiden AS diizinkan, dan sepenuhnya disetujui oleh Kongres, untuk menghentikan semua perdagangan dengan negara asing—yang jauh lebih memberatkan daripada tarif—dan melisensikan negara asing, tetapi tidak diizinkan untuk mengenakan tarif sederhana pada negara asing, bahkan untuk tujuan keamanan nasional?”

Dampak Stimulus Terhadap Pasar Aset dan Kripto

Pengumuman mengenai potensi stimulus ekonomi ini disambut meriah oleh investor dan analis pasar.

Mereka melihat langkah ini sebagai stimulus ekonomi langsung yang dapat mendorong harga cryptocurrency dan aset lainnya, karena sebagian dari dana stimulus tersebut diprediksi akan mengalir ke pasar investasi.

Analis investasi di The Kobeissi Letter memperkirakan bahwa sekitar 85% orang dewasa di AS akan menerima cek stimulus USD 2.000 tersebut, berdasarkan data distribusi dari cek stimulus yang diberikan selama era pandemi COVID-19.

Anthony Pompliano, seorang investor dan analis pasar, bereaksi terhadap pengumuman Trump dengan optimis: “Saham dan Bitcoin hanya tahu untuk naik sebagai respons terhadap stimulus.”

Meskipun diyakini dapat meningkatkan harga aset dalam jangka pendek, The Kobeissi Letter turut memperingatkan tentang dampak negatif jangka panjang dari stimulus yang diusulkan ini.

Peringatan utama adalah bahwa efek akhir dari stimulus ekonomi jenis apa pun adalah inflasi mata uang fiat dan hilangnya daya beli.

Cek stimulus yang diusulkan tersebut dipastikan akan menambah beban utang nasional dan berpotensi mengakibatkan inflasi yang lebih tinggi seiring berjalannya waktu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AS Shutdown, Trump Mau Ganti Subsidi ObamaCare dengan BLT Ratusan Miliar Dolar

AS Shutdown, Trump Mau Ganti Subsidi ObamaCare dengan BLT Ratusan Miliar Dolar

News | Minggu, 09 November 2025 | 13:15 WIB

Prediksi Bitcoin: Ada Proyeksi Anjlok US$ 56.000, Analis Yakin Sudah Capai Harga Bottom

Prediksi Bitcoin: Ada Proyeksi Anjlok US$ 56.000, Analis Yakin Sudah Capai Harga Bottom

Bisnis | Minggu, 09 November 2025 | 06:40 WIB

Bitcoin Terjun Bebas! 1 Miliar Dolar AS Lenyap Akibat Likuidasi, Apa yang Terjadi?

Bitcoin Terjun Bebas! 1 Miliar Dolar AS Lenyap Akibat Likuidasi, Apa yang Terjadi?

Bisnis | Selasa, 04 November 2025 | 13:02 WIB

Terkini

Pertamina Tegaskan Harga BBM Pertamax Cs Belum Naik pada 1 April

Pertamina Tegaskan Harga BBM Pertamax Cs Belum Naik pada 1 April

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:27 WIB

WFH ASN Daerah: Lokasi Ponsel Akan Dipantau, Wajib Respons Sebelum 5 Menit

WFH ASN Daerah: Lokasi Ponsel Akan Dipantau, Wajib Respons Sebelum 5 Menit

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:20 WIB

Konflik Timur Tengah Paksa Pemerintah Terapkan B50 di Juli Tahun Ini

Konflik Timur Tengah Paksa Pemerintah Terapkan B50 di Juli Tahun Ini

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18 WIB

Rincian 8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global

Rincian 8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:16 WIB

Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah

Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:55 WIB

Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi

Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:48 WIB

Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta

Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:38 WIB

ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok

ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:37 WIB

Rupiah Terus Melemah Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenperin: Gunakan Skema LCT

Rupiah Terus Melemah Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenperin: Gunakan Skema LCT

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:31 WIB

Pemerintah Hemat Rp 260 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM

Pemerintah Hemat Rp 260 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:28 WIB