Penggunaan Minyak Mentah dari Fossil Berakhir Terus Berlanjut Hingga 2050

Jum'at, 14 November 2025 | 15:35 WIB
Penggunaan Minyak Mentah dari Fossil Berakhir Terus Berlanjut Hingga 2050
Harga minyak dunia naik tipis [Foto: ANTARA]
Baca 10 detik
  • Badan Energi Internasional (IEA) Paris memproyeksikan permintaan minyak mentah global akan tumbuh mencapai 113 juta barel per hari pada tahun 2050.
  • Proyeksi ini menggunakan "Skenario Kebijakan Saat Ini" (CPS) yang mengasumsikan tidak ada kebijakan iklim baru dan kembali digunakan setelah lima tahun absen.
  • Peningkatan permintaan minyak mentah utama didorong oleh kebutuhan petrokimia, bahan bakar jet, serta perlambatan signifikan dalam adopsi kendaraan listrik.

Suara.com - International Energy Agency’s (IEA) atau Badan Energi Internasional yang berbasis di Paris, memproyeksikan permintaan minyak mentah dunia terus tumbuh hingga 2050. 

Mengutip dari CNBC, perkiraan itu tertuang dalam laporannya World Energy Outlook, yang memproyeksikan pertumbuhan permintaan minyak mentah dunia dapat tumbuh menjadi  113 juta barel per hari pada 2050, naik 13 persen dari level 2024.

Perkiraan itu didasarkan pada "Skenario Kebijakan Saat Ini" (Current Policies Scenario/CPS) yang mengasumsikan tidak adanya kebijakan iklim yang baru. Setelah sebelumnya, IEA memproyeksikan puncak permintaan bahan bakar fosil terjadi sebelum 2030. 

Current Policies Scenario kembali digunakan setelah sebelumnya absen dalam lima tahun terakhir, serta digunakan kembali karena adanya tekanan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. 

Peningkatan permintaan minyak itu utamanya didorong kebutuhan petrokimia dan bahan bakar jet, serta perlambatan adopsi kendaraan listrik (EV).

Proyeksi puncak permintaan minyak itu mengacu pada produksi minyak mentah global mencapai titik tertinggi, sebelum kemudian memasuki penurunan yang tidak dapat diubah lagi.

Analis dari Eurasia Group’s Energy, Climate and Resources, Gregory Brew memandang berubahnya proyeksi  IEA menjadi sebuah pergeseran besar dari posisinya dalam lima tahun terakhir. 

"Alasan yang diajukan untuk peralihan ini mencakup perubahan kebijakan di AS, dimana penetrasi kendaraan listrik yang lambat menunjukkan konsumsi minyak yang tinggi, tetapi juga terkait dengan perkiraan kenaikan harga petrokimia dan bahan bakar penerbangan di Asia Timur dan Tenggara,” ujar Brew kepada CNBC yang dikutip Jumat (14/11/2025). 

Menurutnya perubahan perkiraan IEA tidak banyak dipengaruhi oleh tekanan politik. 

Baca Juga: ESDM Ungkap Alasan Sumber Listrik RI Mayoritas dari Batu Bara

"Meskipun ada beberapa tekanan politik, misalnya ketika pemerintahan Trump mengkritik dugaan bias kelompok tersebut yang mendukung energi terbarukan," katanya. 

"Dan perubahan ini mencerminkan skeptisisme yang lebih luas bahwa permintaan minyak akan mencapai puncaknya dalam waktu dekat,” sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI