Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.831

Penggunaan Minyak Mentah dari Fossil Berakhir Terus Berlanjut Hingga 2050

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 14 November 2025 | 15:35 WIB
Penggunaan Minyak Mentah dari Fossil Berakhir Terus Berlanjut Hingga 2050
Harga minyak dunia naik tipis [Foto: ANTARA]
baca 10 detik
  • Badan Energi Internasional (IEA) Paris memproyeksikan permintaan minyak mentah global akan tumbuh mencapai 113 juta barel per hari pada tahun 2050.
  • Proyeksi ini menggunakan "Skenario Kebijakan Saat Ini" (CPS) yang mengasumsikan tidak ada kebijakan iklim baru dan kembali digunakan setelah lima tahun absen.
  • Peningkatan permintaan minyak mentah utama didorong oleh kebutuhan petrokimia, bahan bakar jet, serta perlambatan signifikan dalam adopsi kendaraan listrik.

Suara.com - International Energy Agency’s (IEA) atau Badan Energi Internasional yang berbasis di Paris, memproyeksikan permintaan minyak mentah dunia terus tumbuh hingga 2050. 

Mengutip dari CNBC, perkiraan itu tertuang dalam laporannya World Energy Outlook, yang memproyeksikan pertumbuhan permintaan minyak mentah dunia dapat tumbuh menjadi  113 juta barel per hari pada 2050, naik 13 persen dari level 2024.

Perkiraan itu didasarkan pada "Skenario Kebijakan Saat Ini" (Current Policies Scenario/CPS) yang mengasumsikan tidak adanya kebijakan iklim yang baru. Setelah sebelumnya, IEA memproyeksikan puncak permintaan bahan bakar fosil terjadi sebelum 2030. 

Current Policies Scenario kembali digunakan setelah sebelumnya absen dalam lima tahun terakhir, serta digunakan kembali karena adanya tekanan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. 

Peningkatan permintaan minyak itu utamanya didorong kebutuhan petrokimia dan bahan bakar jet, serta perlambatan adopsi kendaraan listrik (EV).

Proyeksi puncak permintaan minyak itu mengacu pada produksi minyak mentah global mencapai titik tertinggi, sebelum kemudian memasuki penurunan yang tidak dapat diubah lagi.

Analis dari Eurasia Group’s Energy, Climate and Resources, Gregory Brew memandang berubahnya proyeksi  IEA menjadi sebuah pergeseran besar dari posisinya dalam lima tahun terakhir. 

"Alasan yang diajukan untuk peralihan ini mencakup perubahan kebijakan di AS, dimana penetrasi kendaraan listrik yang lambat menunjukkan konsumsi minyak yang tinggi, tetapi juga terkait dengan perkiraan kenaikan harga petrokimia dan bahan bakar penerbangan di Asia Timur dan Tenggara,” ujar Brew kepada CNBC yang dikutip Jumat (14/11/2025). 

Menurutnya perubahan perkiraan IEA tidak banyak dipengaruhi oleh tekanan politik. 

baca juga

"Meskipun ada beberapa tekanan politik, misalnya ketika pemerintahan Trump mengkritik dugaan bias kelompok tersebut yang mendukung energi terbarukan," katanya. 

"Dan perubahan ini mencerminkan skeptisisme yang lebih luas bahwa permintaan minyak akan mencapai puncaknya dalam waktu dekat,” sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

ESDM Ungkap Alasan Sumber Listrik RI Mayoritas dari Batu Bara

ESDM Ungkap Alasan Sumber Listrik RI Mayoritas dari Batu Bara

Bisnis | Kamis, 13 November 2025 | 19:12 WIB

Jadi Tulang Punggung Energi Nasional, Segini Volume Produksi Gas Kalimantan Timur

Jadi Tulang Punggung Energi Nasional, Segini Volume Produksi Gas Kalimantan Timur

Bisnis | Kamis, 13 November 2025 | 15:04 WIB

COP30 Brasil: Indonesia Dorong 7 Agenda Kunci, Fokus pada Dana dan Transisi Energi

COP30 Brasil: Indonesia Dorong 7 Agenda Kunci, Fokus pada Dana dan Transisi Energi

Bisnis | Rabu, 12 November 2025 | 22:39 WIB

Terkini

Bukan 2 Jam, Keluarga Tahanan KPK Dapat 'Bonus' Waktu Kunjungan di Hari Kemerdekaan

Bukan 2 Jam, Keluarga Tahanan KPK Dapat 'Bonus' Waktu Kunjungan di Hari Kemerdekaan

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:13 WIB

Cara Mematikan Watermark Gemini di Pengaturan Google Terbaru

Cara Mematikan Watermark Gemini di Pengaturan Google Terbaru

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:12 WIB

Civitas Akademika Jogja Pilih Sindir MBG, Kopdes hingga Korupsi Lewat Karnaval Kemerdekaan

Civitas Akademika Jogja Pilih Sindir MBG, Kopdes hingga Korupsi Lewat Karnaval Kemerdekaan

Jogja | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:08 WIB

Bintang Heroes Hayden Panettiere Meninggal Dunia di Usia Muda

Bintang Heroes Hayden Panettiere Meninggal Dunia di Usia Muda

Entertainment | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:08 WIB

Bikin Elus Dada! Upah Kupas Bawang di Lombok, Dari Pagi Sampai Malam Cuma Rp500 per Kg

Bikin Elus Dada! Upah Kupas Bawang di Lombok, Dari Pagi Sampai Malam Cuma Rp500 per Kg

Bali | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:07 WIB

Megawati: Hukum Indonesia seperti Zaman Belanda, Dijalankan tapi Tak Berkeadilan

Megawati: Hukum Indonesia seperti Zaman Belanda, Dijalankan tapi Tak Berkeadilan

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:06 WIB

Viral Pidato Presiden Prabowo Soal Upah Pengupas Bawang, Warga Bogor Beberkan Fakta Lapangan

Viral Pidato Presiden Prabowo Soal Upah Pengupas Bawang, Warga Bogor Beberkan Fakta Lapangan

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:06 WIB

Sumpah Serapah dan Ancaman Pembunuhan Justin Hubner Menggila, Pelaku Ternyata Sosok Ini

Sumpah Serapah dan Ancaman Pembunuhan Justin Hubner Menggila, Pelaku Ternyata Sosok Ini

Bola | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:05 WIB

Gempa NTT Rusak RSUD Manggarai, BNPB Siapkan Rumah Sakit Lapangan

Gempa NTT Rusak RSUD Manggarai, BNPB Siapkan Rumah Sakit Lapangan

Sumut | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:05 WIB

Apa Itu Hornet? Komdigi Blokir Aplikasi Kencan Komunitas LGBTQ+

Apa Itu Hornet? Komdigi Blokir Aplikasi Kencan Komunitas LGBTQ+

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:03 WIB

×