Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

5 Tips Investasi Emas untuk Meraup Untung Maksimal

Fabiola Febrinastri

Rabu, 10 Desember 2025 | 07:10 WIB
5 Tips Investasi Emas untuk Meraup Untung Maksimal
Ilustrasi investasi emas. (Freepik)

Suara.com - Kekhawatiran akan tergerusnya nilai aset akibat inflasi adalah hal yang wajar. Menyimpan kekayaan hanya dalam bentuk uang tunai (cash) sering kali bukan solusi terbaik di tengah ketidakpastian ekonomi global. Oleh karena itu, diversifikasi ke aset safe haven seperti emas menjadi langkah krusial untuk tidak hanya melindungi, tetapi juga mengembangkan portofolio kekayaan Anda.

Meski tergolong sebagai instrumen rendah risiko, investasi emas tetap harus dilakukan dengan cara yang tepat agar bisa mengunci peluang keuntungannya secara optimal. Nah, agar mampu meraup untung maksimal dari investasi emas, 5 tips berikut wajib untuk Anda simak.

Emas memiliki rekam jejak historis yang solid dalam melawan laju inflasi. Namun, sekadar "ikut-ikutan" membeli emas tanpa strategi bisa berujung pada imbal hasil yang stagnan.

Agar portofolio Anda tumbuh signifikan, berikut adalah 5 strategi cerdas yang perlu diterapkan.
1. Beli di Harga Rendah, Jual di Harga Tinggi
Prinsip dasar ekonomi berlaku kuat di sini. Kunci utama agar bisa meraup keuntungan dari investasi emas adalah kejelian melihat siklus pasar—membeli saat harga terkoreksi (rendah) dan merealisasikan keuntungan (jual) saat harga sedang memuncak tinggi.

Untuk bisa mendapatkan imbal hasil optimal, usahakan rutin memantau perubahan harga emas, entah itu secara harian, mingguan, maupun bulanan. Dengan cara ini, Anda bisa mengetahui kapan waktu terbaik untuk membeli emas saat harganya turun, ataupun mengambil momentum untuk menjualnya ketika harganya meroket.

Alih-alih menebak-nebak dasar pasar (timing the market), Anda bisa menggunakan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) atau menabung rutin. Dengan cara ini, Anda akan mendapatkan harga rata-rata terbaik tanpa pusing memikirkan fluktuasi harian yang tajam.

2. Punya Orientasi Jangka Panjang
Pada dasarnya, emas sebagai instrumen investasi mempunyai tingkat risiko yang tergolong rendah dan memiliki potensi keuntungan yang menjanjikan. Namun, agar bisa memaksimalkan performanya, investasi emas sebaiknya dilakukan dalam jangka panjang. Dengan investasi emas dalam waktu yang lama, misalnya lebih dari 5 tahun, keuntungan yang diperoleh bisa menjadi lebih optimal.

Data historis menunjukkan tren kenaikan harga emas yang konsisten dalam jangka panjang, menjadikannya benteng pertahanan aset yang kokoh. Jika tujuan Anda adalah kebutuhan likuiditas jangka pendek, mungkin instrumen pasar uang lebih cocok. Namun untuk dana pendidikan anak atau pensiun, emas adalah rajanya.

3. Rutin Pantau Kondisi Ekonomi Global
Harga emas tidak bergerak dalam ruang hampa. Ia sangat sensitif terhadap sentimen global seperti kebijakan suku bunga The Fed, tensi geopolitik, hingga data inflasi AS.

baca juga

Investor cerdas tidak hanya melihat grafik harga, tetapi juga membaca berita. Ketika kondisi ekonomi dunia sedang tidak menentu (krisis), harga emas biasanya akan meroket karena fungsinya sebagai pelindung nilai. Memanfaatkan informasi ini akan membantu Anda mengambil keputusan buy atau sell yang lebih presisi.

4. Minimalkan Biaya saat Transaksi
Ketika membeli emas, kebanyakan orang biasanya hanya berfokus pada harga pasarnya sekarang. Padahal, setiap melakukan transaksi, tidak jarang ada biaya tambahan dan bisa membengkakkan harganya.

Jenis biaya yang dibebankan umumnya beragam. Misalnya, beberapa toko emas atau platform investasi emas digital bisa saja mengenakan biaya administrasi hingga biaya penyimpanan. Sehingga, ketika memutuskan untuk membeli emas, cermati pula adanya biaya tambahan ini agar tak merasa dirugikan ketika bertransaksi.

5. Tentukan Jenis Produk yang Tepat
Bagi yang belum tahu, emas bisa dibeli dengan beragam jenis produk. Beberapa di antaranya adalah emas batangan, emas perhiasan, dan emas digital. Masing-masing jenis produk emas tersebut tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri yang perlu disesuaikan dengan tujuan membelinya.

Jika tujuan utamanya untuk investasi dan menjaga kekayaan, emas batangan ideal dijadikan pilihan karena harganya paling stabil dan tak ada campuran logam mulia lain. Sementara jika ingin digunakan sekaligus untuk produk fashion, emas perhiasan bisa dipilih. Tapi, jika dibandingkan emas batangan, pertumbuhan harga emas perhiasan biasanya lebih lambat karena ada campuran logam lain di dalamnya.

Emas digital hadir sebagai solusi modern yang menawarkan likuiditas tinggi dan kemudahan akses. Melalui platform finansial terpercaya seperti Cermati, Anda bisa mendapatkan keamanan setara emas fisik tanpa repot memikirkannya penyimpanannya. Keunggulan utamanya adalah inklusivitas, di mana emas digital bisa dibeli dengan modal terjangkau, bahkan mulai dari nominal yang sangat kecil. Ini memungkinkan siapa saja untuk mulai membangun benteng kekayaannya sekarang juga tanpa menunggu modal besar.

Tak Lagi Takut Buntung, Maksimalkan Untung Investasi Emas dengan Tips yang Tepat
Itulah penjelasan tentang 5 tips investasi emas agar bisa memaksimalkan potensi keuntungan yang diberikan. Sebagai instrumen investasi primadona hampir semua kalangan investor, investasi emas tetap perlu dilakukan dengan cara yang tepat. Dengan begitu, Anda tak lagi takut buntung saat investasi emas karena menerapkan tips memaksimalkan keuntungannya di atas. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Segera Nikmati Keuntungannya, Begini Cara Mulai Investasi Obligasi Modal Kecil

Segera Nikmati Keuntungannya, Begini Cara Mulai Investasi Obligasi Modal Kecil

Bisnis | Kamis, 11 Desember 2025 | 18:41 WIB

Wamentan Sudaryono Promosikan Peluang Investasi Pertanian ke Rumania, Indonesia Swasembada Beras

Wamentan Sudaryono Promosikan Peluang Investasi Pertanian ke Rumania, Indonesia Swasembada Beras

Bisnis | Rabu, 10 Desember 2025 | 15:54 WIB

Ketika Investasi Jadi Bagian dari Lifestyle Digital Anak Muda

Ketika Investasi Jadi Bagian dari Lifestyle Digital Anak Muda

Lifestyle | Senin, 08 Desember 2025 | 22:27 WIB

Wamen ESDM: Investasi Hilirasi Nikel Diproyeksikan Tembus USD 618 Miliar pada 2040

Wamen ESDM: Investasi Hilirasi Nikel Diproyeksikan Tembus USD 618 Miliar pada 2040

Bisnis | Senin, 08 Desember 2025 | 16:28 WIB

Menkeu Purbaya Ogah 'Ngemis' Investasi ke Pihak Asing

Menkeu Purbaya Ogah 'Ngemis' Investasi ke Pihak Asing

Bisnis | Minggu, 07 Desember 2025 | 15:09 WIB

Investasi Jangka Panjang: Kenapa Anda Perlu Pemeriksaan Kesehatan Secara Berkala?

Investasi Jangka Panjang: Kenapa Anda Perlu Pemeriksaan Kesehatan Secara Berkala?

Your Say | Jum'at, 05 Desember 2025 | 15:48 WIB

Terkini

BTN Pertimbangkan Lakukan Buyback Saham, Berapa Nilainya?

BTN Pertimbangkan Lakukan Buyback Saham, Berapa Nilainya?

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:08 WIB

Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Rp2.673.000/Gram Hari Ini

Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Rp2.673.000/Gram Hari Ini

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:01 WIB

Jepang dan Jerman Kekurangan Pekerja, Pemerintah Siapkan Talenta RI

Jepang dan Jerman Kekurangan Pekerja, Pemerintah Siapkan Talenta RI

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:54 WIB

Nilai Tukar Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Nilai Tukar Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:48 WIB

Jalur Selat Hormuz Mulai Normal, Harga Minyak Dunia Semakin Murah Jadi USD 76,71

Jalur Selat Hormuz Mulai Normal, Harga Minyak Dunia Semakin Murah Jadi USD 76,71

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:41 WIB

Selat Hormuz Dibuka, Tarif Sewa Kapal Tanker Meroket Nyaris Dua Kali Lipat!

Selat Hormuz Dibuka, Tarif Sewa Kapal Tanker Meroket Nyaris Dua Kali Lipat!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:25 WIB

IHSG Langsung Terbang Saat ke Level 6.128 pada Rabu Pagi, Setelah Laporan MSCI

IHSG Langsung Terbang Saat ke Level 6.128 pada Rabu Pagi, Setelah Laporan MSCI

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:17 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Pelaku Logistik Minta Tetap Waspadai Gangguan Rantai Pasok Global

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Pelaku Logistik Minta Tetap Waspadai Gangguan Rantai Pasok Global

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:05 WIB

Uang Beredar Tembus Rp10.415 Triliun, BI Ungkap Likuiditas dan Kredit Makin Kencang

Uang Beredar Tembus Rp10.415 Triliun, BI Ungkap Likuiditas dan Kredit Makin Kencang

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 08:51 WIB

MSCI Tunda Keputusan, Ini Sinyal Bahaya yang Harus Diwaspadai IHSG

MSCI Tunda Keputusan, Ini Sinyal Bahaya yang Harus Diwaspadai IHSG

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:57 WIB