Nilai Tukar Rupiah Ambruk Gara-gara Kredit Nganggur

Liberty Jemadu, Rina Anggraeni

Selasa, 23 Desember 2025 | 18:52 WIB
Nilai Tukar Rupiah Ambruk Gara-gara Kredit Nganggur
Nilai tukar rupiah anjlok pada Selasa (13/12/2025). (Suara.com/Alfian Winanto)
baca 10 detik
  • Rupiah ditutup melemah 0,06 persen menjadi Rp16.787 per dolar AS pada perdagangan Selasa, 23 Desember 2025.
  • Pelemahan domestik dipicu isu kredit menganggur perbankan mencapai Rp2.500 triliun per November 2025.
  • Faktor eksternal meliputi ketegangan AS-Venezuela dan isu potensi konflik Iran-Israel yang memengaruhi pasar.

Suara.com - Nilai tukar rupiah kembali melemah pada penutupan perdagangan hari ini Selasa (23/12/2025). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup pada level Rp16.787 per dolar Amerika Serikat (AS) atau melemah 0,06 persen dibanding penutupan pada Senin yang berada di level Rp 16.777 per dolar AS.

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.790 per dolar AS.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuabi mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya, sentimen dari sisi internal yakni dipengaruhi oleh Bank Indonesia (BI) mengungkap penyebab kredit nganggur yang belum disalurkan perbankan (undisbursed loan) menyentuh Rp2.500 triliun per November 2025.

"Kenapa terjadi? Karena permintaan kredit saat ini belum sekuat yang diharapkan. Pasalnya, korporasi masih wait and see di tengah ketidakpastian ekonomi," bebernya.

Sedangkan, dari luar negeri dikarenakan meningkatkan ketegangan antara AS dan Venezuela, setelah angkatan laut AS terlihat berupaya menyita kapal tanker minyak ketiga yang terkait dengan negara Amerika Selatan tersebut.

"Trump terus melancarkan retorika terhadap Caracas dan Presiden Nicolas Maduro, memperingatkan potensi serangan angkatan laut. Trump juga mengatakan AS akan menahan minyak dari kapal tanker Tiongkok yang disita di lepas pantai Venezuela," katanya.

Selain itu ketegangan antara Iran dan Israel juga berpengaruh pada rupiah. Peka ini muncul laporan bahwa Iran mungkin menggunakan kedok latihan militer skala besar untuk menyerang Israel.

Pejabat Israel juga telah memperingatkan bahwa Teheran mungkin sedang membangun kembali fasilitas pengayaan nuklir yang sebelumnya menjadi sasaran serangan AS pada bulan Juni.

Rupiah bukan satu-satunya mata uang Asia yang melemah terhadap dolar hari ini. Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,18 persen, diikuti Peso Filipina yang sudah ditutup terkoreksi 0,16 persen.

baca juga

Sementara beberapa mata uang Asia mengalami penguatan. Salah satunya ada ringgit Malaysia yang menanjak 0,35 persen, dolar Singapura terkerek 0,18 persen, yuan China yang terangkat 0,12 persen, dolar Taiwan yang ditutup naik 0,11 persen, baht Thailand yang menanjak 0,05 persen, dolar Hongkong yang menguat tipis 0,04 persen dan rupee India yang menguat tipis 0,04 persen terhadap the greenback.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Bangkit Perlahan, Dolar AS Mulai Terpojok ke Level Rp16.760

Rupiah Bangkit Perlahan, Dolar AS Mulai Terpojok ke Level Rp16.760

Bisnis | Selasa, 23 Desember 2025 | 09:57 WIB

Nilai Tukar Rupiah Drop Lagi, Ini Pemicunya

Nilai Tukar Rupiah Drop Lagi, Ini Pemicunya

Bisnis | Senin, 22 Desember 2025 | 17:30 WIB

Nilai Tukar Rupiah Melemah pada Akhir Pekan, Ini Penyebabnya

Nilai Tukar Rupiah Melemah pada Akhir Pekan, Ini Penyebabnya

Bisnis | Jum'at, 19 Desember 2025 | 19:27 WIB

Mulai Bangkit, Rupiah Beri Tekanan pada Dolar ke Level Rp16.706

Mulai Bangkit, Rupiah Beri Tekanan pada Dolar ke Level Rp16.706

Bisnis | Jum'at, 19 Desember 2025 | 09:44 WIB

Rupiah Terus-terusan Meloyo, Hari Ini Tembus Rp 16.700

Rupiah Terus-terusan Meloyo, Hari Ini Tembus Rp 16.700

Bisnis | Kamis, 18 Desember 2025 | 16:29 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×