Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.301,765
LQ45 627,165
Srikehati 306,330
JII 376,355
USD/IDR 17.877

In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 31 Desember 2025 | 18:59 WIB
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
Para pencari kerja mengantri untuk mencari informasi pekerjaan pada acara Jakarta Job Fair di Plaza Semanggi, Jakarta, Selasa (30/5/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Frasa "In this economy" jadi simbol frustrasi Gen Z hadapi tingginya biaya hidup 2025.
  • Gen Z pilih Doom Spending akibat sulitnya akses hunian dan ketimpangan upah riil.
  • Fenomena ini dorong pergeseran gaya hidup ke arah ultra-hemat demi bertahan finansial.

Suara.com - Menutup tahun 2025, frasa “In this economy?” bukan lagi sekadar banyolan di media sosial, melainkan sebuah fenomena sosiologi-ekonomi yang menggambarkan rasa frustrasi mendalam Generasi Z Indonesia.

Kalimat ini kerap muncul setiap kali anak muda dihadapkan pada harga kebutuhan dasar yang dianggap tidak masuk akal jika dibandingkan dengan pertumbuhan upah.

Di tengah optimisme makroekonomi yang sering dipaparkan pemerintah, Gen Z justru merasakan tekanan berbeda karena fenomena di mana gaya hidup minimalis bukan lagi pilihan, melainkan paksaan keadaan.

Sepanjang 2025, fenomena “In this economy” meledak seiring dengan beberapa tekanan ekonomi domestik, antara lain:

Lonjakan Biaya Sewa dan Hunian: Tingginya harga properti membuat kepemilikan rumah bagi anak muda di kota besar seperti Jakarta terasa mustahil. Akibatnya, sebagian besar pendapatan Gen Z terserap untuk biaya kos atau kontrak yang naik pasca-inflasi properti.

Inflasi Gaya Hidup Digital: Kenaikan harga paket data, biaya langganan aplikasi, hingga pajak digital membuat biaya "eksistensi" di dunia maya semakin mahal.

Ketimpangan Upah dan Biaya Makan: Meskipun inflasi umum terkendali, harga bahan pangan olahan dan lifestyle dining mengalami lonjakan signifikan. Frasa "Makan siang Rp50 ribu in this economy?" menjadi keluhan umum di kalangan pekerja entry-level.

Kondisi ini memicu pergeseran perilaku ekonomi yang drastis. Banyak anak muda yang mulai meninggalkan impian membeli aset besar dan beralih ke konsumsi mikro yang memberikan kepuasan instan, atau yang sering disebut Doom Spending berbelanja untuk meredakan kecemasan masa depan.

Namun, di sisi lain, muncul gerakan Quiet Saving, di mana Gen Z mulai sangat selektif dan cenderung "menghilang" dari pergaulan sosial demi menjaga kesehatan finansial. Mereka lebih memilih kopi di rumah ketimbang nongkrong di kafe aesthetic yang harganya kini setara dengan upah kerja setengah hari.

baca juga

Pemerintah dan pengamat ekonomi menyoroti bahwa fenomena ini harus direspons dengan kebijakan upah yang lebih kompetitif dan penyediaan hunian terjangkau di pusat kota. Jika tidak, kesenjangan antara realitas ekonomi di atas kertas dan apa yang dirasakan anak muda di lapangan akan semakin lebar.

Gen Z di tahun 2025 tidak lagi takut untuk tidak punya uang, mereka lebih takut terjebak dalam siklus finansial yang membuat mereka tidak pernah bisa "naik kelas" secara ekonomi. Pada akhirnya, "In this economy" adalah sinyal darurat bahwa ekonomi masa kini perlu lebih inklusif bagi generasi penerusnya.

Meski dalam kondisi penuh kesulitan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa masa depan generasi Z akan aman.

"Ada gen Z nggak (di sini)? Masa depan Anda aman. Kita jaga domestik demand supaya ekonomi (bagus)," kata Purbaya dalam Dialog Interaktif Pemerintah Pusat dan Daerah di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (11/12/2025).

Purbaya memandang pertumbuhan ekonomi tinggi akan mulai terasa di 2026 pada level 6%. Berbagai kebijakan untuk mendorong pertumbuhan terus diarahkan agar target dapat tercapai.

"Tahun 2026 akan beda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya setelah krisis. Kita expect ekonomi kita akan tumbuh 6%," imbuh Purbaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total

Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 18:33 WIB

Penjualan Terompet Tahun Baru di Asemka Sepi, Pedagang Keluhkan Larangan Kembang Api

Penjualan Terompet Tahun Baru di Asemka Sepi, Pedagang Keluhkan Larangan Kembang Api

News | Rabu, 31 Desember 2025 | 17:39 WIB

Dua Kunci Syahganda Nainggolan Agar Rakyat Kaya dalam 5 Tahun: Upah dan Redistribusi Tanah

Dua Kunci Syahganda Nainggolan Agar Rakyat Kaya dalam 5 Tahun: Upah dan Redistribusi Tanah

News | Rabu, 31 Desember 2025 | 17:21 WIB

Terkini

Satu Langkah Lagi, Dasco Sebut Finalisasi Perpres Ojol Digelar 18 Agustus di DPR

Satu Langkah Lagi, Dasco Sebut Finalisasi Perpres Ojol Digelar 18 Agustus di DPR

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026

Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Pemkab dan DPRD Bogor Sepakati KUA-PPAS 2027, Proyeksi Belanja Capai Rp14,5 Triliun

Pemkab dan DPRD Bogor Sepakati KUA-PPAS 2027, Proyeksi Belanja Capai Rp14,5 Triliun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:34 WIB

DPR Lembur Rampungkan RUU Perampasan Aset, Banyak Serap Aspirasi Masyarakat Sipil

DPR Lembur Rampungkan RUU Perampasan Aset, Banyak Serap Aspirasi Masyarakat Sipil

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:29 WIB

Detik-Detik Mobil Pikap Mahasiswa KKN Unhas Rem Blong, Sopir Sengaja Tabrak Pohon

Detik-Detik Mobil Pikap Mahasiswa KKN Unhas Rem Blong, Sopir Sengaja Tabrak Pohon

Sulsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:27 WIB

Kinerja Pegadaian Dapat Apresiasi Presiden Prabowo dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2026

Kinerja Pegadaian Dapat Apresiasi Presiden Prabowo dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2026

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:10 WIB

Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?

Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:10 WIB

KPK Cecar Pejabat Bulog, Dalami Pembentukan Harga Beras dalam Kasus Korupsi Bansos

KPK Cecar Pejabat Bulog, Dalami Pembentukan Harga Beras dalam Kasus Korupsi Bansos

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:09 WIB

Ancaman Siber Berbasis AI Makin Canggih, Industri Keuangan Diminta Perkuat Ketahanan Digital

Ancaman Siber Berbasis AI Makin Canggih, Industri Keuangan Diminta Perkuat Ketahanan Digital

Tekno | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:06 WIB

Puan Maharani Jawab Pujian Prabowo: PDIP Siap Bahu-Membahu Dukung Pemerintah Selama Demi Rakyat

Puan Maharani Jawab Pujian Prabowo: PDIP Siap Bahu-Membahu Dukung Pemerintah Selama Demi Rakyat

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:02 WIB

×