Ancaman Siber Berbasis AI Makin Canggih, Industri Keuangan Diminta Perkuat Ketahanan Digital

Dythia Novianty

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:06 WIB
Ancaman Siber Berbasis AI Makin Canggih, Industri Keuangan Diminta Perkuat Ketahanan Digital
Ilustrasi Keamanan Siber. [Unsplash]
baca 10 detik
  • BSSN mencatat 3,64 miliar anomali serangan siber di Indonesia dari Januari hingga Juli 2026, tetapi kemampuan pemantauan negara masih di bawah 10 persen.
  • Dalam diskusi Warta Ekonomi di Jakarta pada Kamis (13/8/2026), para ahli menyatakan industri keuangan harus memanfaatkan kecerdasan buatan untuk meningkatkan ketahanan dan mendeteksi ancaman secara cepat.
  • Otoritas Jasa Keuangan menegaskan bahwa kepercayaan nasabah dibangun melalui kesiapan lembaga keuangan dalam merespons insiden siber secara jujur, transparan, dan bertanggung jawab.

Suara.com - Percepatan digitalisasi sektor keuangan Indonesia membawa konsekuensi baru. Ketika layanan keuangan semakin bergantung pada artificial intelligence (AI), cloud, open API, pembayaran digital, dan berbagai platform berbasis data, ruang serangan siber ikut melebar. 

Tantangannya bukan lagi sekadar mencegah kebocoran data, tetapi memastikan industri mampu mendeteksi, merespons, dan pulih ketika serangan terjadi.

Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam Forum ini mempertemukan regulator, pemerintah, industri keuangan, hingga praktisi keamanan siber untuk membahas perubahan lanskap ancaman di tengah percepatan adopsi AI.

Indonesia kini memiliki lebih dari 235 juta pengguna internet. Di sisi lain, aktivitas transaksi digital terus meningkat. 

Besarnya ekosistem tersebut membuat sektor keuangan menjadi salah satu area yang semakin strategis sekaligus rentan terhadap serangan siber.

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat terdapat 3,64 miliar anomali serangan siber sepanjang Januari-Juli 2025. 

Angka tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi digital berjalan beriringan dengan peningkatan tekanan terhadap sistem keamanan nasional.

CEO Warta Ekonomi, Muhamad Ihsan, mengatakan, perkembangan teknologi digital harus dibarengi dengan kemampuan menjaga keamanan data dan sistem. Menurutnya, pola ancaman juga berubah seiring semakin luasnya penggunaan AI.

“Kita membutuhkan teknologi keamanan yang lebih adaptif, talenta digital yang semakin kuat, tata kelola data yang semakin matang, serta kolaborasi antara pemerintah, industri, penyedia teknologi, dan masyarakat,” ujar Muhamad Ihsan dalam diskusi Indonesia Cyber Protection 2026: “Securing Indonesia’s Financial Digital Future” yang digelar Warta Ekonomi di Jakarta, Kamis (13/8/2026). 

baca juga

BSSN Akui Belum Bisa Pantau Seluruh Aktivitas Digital

Besarnya ekosistem digital Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah. Direktur Keamanan Siber dan Sandi Keuangan, Perdagangan, dan Pariwisata BSSN Edit Prima mengatakan, ancaman siber kini berkembang menjadi persoalan sistemik seiring semakin banyaknya masyarakat yang beraktivitas secara digital.

Berdasarkan data BSSN, hampir 74 persen populasi Indonesia telah melakukan aktivitas digital. Sementara itu, sekitar 80 persen masyarakat telah menggunakan e-wallet atau pembayaran digital dalam transaksi sehari-hari.

QRIS juga telah berkembang menjadi salah satu infrastruktur pembayaran digital terbesar dengan hampir 60 juta pengguna aktif dan 39 juta merchant terdaftar. 

Dari jumlah merchant tersebut, sekitar 93.persen merupakan pelaku UMKM. Namun, besarnya ekosistem digital tersebut belum sepenuhnya diimbangi kapasitas pemantauan negara.

Edit mengungkapkan, kemampuan pemantauan BSSN saat ini baru mencakup kurang dari 10% aktivitas. Kondisi tersebut membuat sebagian besar aktivitas anomali di ruang digital belum dapat dipantau secara langsung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saat AI Jadi Senjata Baru Gaming, Palit RTX 5060 Ti Bawa GDDR7 hingga 16GB

Saat AI Jadi Senjata Baru Gaming, Palit RTX 5060 Ti Bawa GDDR7 hingga 16GB

Tekno | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:22 WIB

Cetak 9 Juta Talenta Digital: ITSEC Asia Luncurkan Academy Cybersecurity dan AI Berbasis Cyber Range

Cetak 9 Juta Talenta Digital: ITSEC Asia Luncurkan Academy Cybersecurity dan AI Berbasis Cyber Range

Tekno | Senin, 10 Agustus 2026 | 15:43 WIB

AI Mulai Ubah Cara Perusahaan Rekrut Karyawan

AI Mulai Ubah Cara Perusahaan Rekrut Karyawan

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 16:00 WIB

Gelombang "Agentic AI" Mulai Dominasi Ekonomi Digital Indonesia 2026

Gelombang "Agentic AI" Mulai Dominasi Ekonomi Digital Indonesia 2026

Tekno | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:47 WIB

BUMN RI Ramai-Ramai Mulai Gunakan AI, Bisnis Customer Engagement Makin Diburu

BUMN RI Ramai-Ramai Mulai Gunakan AI, Bisnis Customer Engagement Makin Diburu

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:29 WIB

AI Masuk ke Industri Tambang, BRMS Bidik Autonomous Enterprise Pertama di Indonesia

AI Masuk ke Industri Tambang, BRMS Bidik Autonomous Enterprise Pertama di Indonesia

Tekno | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 13:10 WIB

Terkini

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 23:51 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 23:23 WIB

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Bali | Selasa, 08 September 2026 | 23:12 WIB

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 23:07 WIB

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

×