Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

Evaluasi Target Harga BUMI Usai Investor China Ramai Lego Saham Akhir 2025

M Nurhadi

Kamis, 01 Januari 2026 | 12:24 WIB
Evaluasi Target Harga BUMI Usai Investor China Ramai Lego Saham Akhir 2025
BUMI
baca 10 detik
  • Investor strategis China, Chengdong Investment Corporation (CIC), melakukan divestasi besar-besaran saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) di Desember 2025.
  • Aksi jual tersebut mengurangi kepemilikan saham CIC di BUMI menjadi hanya sekitar 6 persen, setelah menjual 4,45 miliar lembar saham.
  • Kinerja saham BUMI menguat 215,52% sepanjang 2025 didorong akuisisi lahan dan restrukturisasi utang perusahaan.

Suara.com - Langkah divestasi besar-besaran kembali dilakukan oleh investor strategis asal China, Chengdong Investment Corporation (CIC), terhadap emiten batu bara raksasa, PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Di tengah performa saham BUMI yang sedang naik daun, anak usaha China Investment Corporation tersebut terpantau masif melepas kepemilikannya di pasar modal.

Berdasarkan data keterbukaan informasi, sepanjang periode Desember 2025 saja, Chengdong telah menjual sedikitnya 4,45 miliar lembar saham BUMI.

Aksi jual ini menyebabkan porsi kepemilikan saham mereka menyusut signifikan hingga tersisa sekitar 6 persen saja.

Penjualan saham oleh konglomerasi asal China ini dilakukan secara bertahap pada rentang harga Rp245 hingga Rp388 per saham.

Keputusan divestasi ini dinilai sangat strategis mengingat harga saham BUMI sepanjang bulan terakhir tahun 2025 sempat melesat hingga 50 persen.

Bahkan, emiten milik kongsi Bakrie dan Salim ini sempat menyentuh rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir di level Rp406 sebelum akhirnya mengalami koreksi tipis.

"Tujuan dari rangkaian transaksi ini murni untuk keperluan divestasi," ungkap manajemen Chengdong dalam keterangan tertulisnya.

Sebagai pengingat, Chengdong menjadi pemegang saham signifikan BUMI sejak tahun 2022 melalui skema konversi utang menjadi saham (debt to equity swap).

baca juga

Sepanjang tahun 2025, total saham yang telah mereka lepas mencapai hampir 17 miliar lembar, turun drastis dari kepemilikan awal tahun yang berada di angka 10,56 persen.

Kinerja Saham BUMI: Tekanan Asing vs Fundamental Kuat

Pada penutupan perdagangan terakhir tahun 2025, saham BUMI bertengger di level Rp366.

Meski mengalami tekanan jual dari investor asing dengan catatan net sell mencapai Rp109,12 miliar dalam satu hari, secara tahunan (year-to-date), BUMI telah mencetak pertumbuhan fantastis sebesar 215,52%.

Lonjakan harga ini didorong oleh beberapa katalis positif, di antaranya:

Agresivitas perseroan dalam melakukan akuisisi lahan tambang baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total

Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 18:33 WIB

Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025

Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 18:09 WIB

Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025

Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 17:40 WIB

Terkini

Purbaya Lantik Sekaligus 3 Dirjen Baru Kemenkeu, Langsung Kasih Tugas Khusus

Purbaya Lantik Sekaligus 3 Dirjen Baru Kemenkeu, Langsung Kasih Tugas Khusus

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:44 WIB

Anak Buah Menkeu Purbaya: APBN Tekor Rp600 Triliun, Pajak Dana JHT Terpaksa Tetap Dipungut

Anak Buah Menkeu Purbaya: APBN Tekor Rp600 Triliun, Pajak Dana JHT Terpaksa Tetap Dipungut

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:22 WIB

Harga LNG Murah Ternyata Hanya Berlaku di Jawa Barat, Said Iqbal Cari Bahlil

Harga LNG Murah Ternyata Hanya Berlaku di Jawa Barat, Said Iqbal Cari Bahlil

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:01 WIB

Berdayakan Pemuda, Harita Nickel Cetak Operator Bersertifikat dari Pulau Obi

Berdayakan Pemuda, Harita Nickel Cetak Operator Bersertifikat dari Pulau Obi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:15 WIB

Harga Cabai Merah Tiba-Tiba Melonjak, Beras dan Bawang Ikut Naik Hari Ini

Harga Cabai Merah Tiba-Tiba Melonjak, Beras dan Bawang Ikut Naik Hari Ini

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:06 WIB

Rupiah Ambruk Lawan Dolar AS ke Level Rp17.984

Rupiah Ambruk Lawan Dolar AS ke Level Rp17.984

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:44 WIB

Tahan Beli, Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2,64 Juta/Gram

Tahan Beli, Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2,64 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:39 WIB

IHSG Lanjut Reli Penguatan, Bergerak Level 5.700 Pagi Ini

IHSG Lanjut Reli Penguatan, Bergerak Level 5.700 Pagi Ini

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:25 WIB

Masa Penawaran Emiten Raffi Ahmad RANS Dibuka Hari Ini, Harganya Rp170

Masa Penawaran Emiten Raffi Ahmad RANS Dibuka Hari Ini, Harganya Rp170

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:12 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Iran dan AS Capai Kemajuan Negosiasi, Brent Turun ke 70 Dolar AS

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Iran dan AS Capai Kemajuan Negosiasi, Brent Turun ke 70 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08 WIB

×