Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.501,585
LQ45 638,736
Srikehati 310,420
JII 390,270
USD/IDR 17.774

Emiten Tambang Ini Mendadak Diborong Awal 2026, Apa Alasannya

M Nurhadi

Jum'at, 02 Januari 2026 | 15:01 WIB
Emiten Tambang Ini Mendadak Diborong Awal 2026, Apa Alasannya
Ilustrasi /freepik
baca 10 detik
  • CGS International Sekuritas mengakumulasi 136,7 juta lembar saham PT Hillcon Tbk (HILL) pada 29 Desember 2025.
  • Pembelian dilakukan melalui skema *repurchase agreement* pada harga premium Rp256 per lembar saham.
  • Pasca transaksi, kepemilikan CGS Sekuritas naik menjadi 20,19%, berbeda dengan Hillcon Equity Management yang menjual saham.

Suara.com - Aksi korporasi signifikan kembali mewarnai pergerakan saham PT Hillcon Tbk (HILL) di penghujung tahun 2025.

CGS International Sekuritas Indonesia dilaporkan telah meningkatkan tumpukan portofolionya pada perusahaan yang bergerak di bidang jasa pertambangan dan konstruksi tersebut.

Dalam laporan keterbukaan informasi teranyar, CGS Sekuritas terpantau menyerap sebanyak 136,7 juta lembar saham HILL.

Transaksi akumulasi ini secara resmi dieksekusi pada tanggal 29 Desember 2025 dengan tujuan memperkuat posisi kepemilikan perusahaan di bursa.

Hal yang cukup menarik perhatian pelaku pasar adalah harga pelaksanaan dalam transaksi ini. Pembelian dilakukan pada harga Rp256 per lembar.

Jika dibandingkan dengan harga penutupan perdagangan saham HILL pada hari yang sama (29 Desember 2025) yang berada di level Rp149, maka harga beli tersebut memiliki premium yang cukup tinggi, yakni sekitar 71,81% atau lebih mahal 107 poin dari harga pasar reguler.

Berdasarkan struktur harga tersebut, CGS International Sekuritas merogoh kocek hingga Rp34,99 miliar.

Transaksi ini dilakukan menggunakan skema repurchase agreement (Repo), sebuah kesepakatan kontrak di mana penjual setuju untuk membeli kembali aset tersebut pada waktu dan harga yang telah ditentukan di masa depan.

Pasca rampungnya transaksi ini, cengkeraman CGS Sekuritas atas saham Hillcon kini semakin kuat. Berikut adalah perubahan profil kepemilikannya:

baca juga

Sebelum Transaksi: Menguasai 2,83 miliar lembar saham atau setara dengan porsi 19,26%.
Setelah Transaksi: Kepemilikan melonjak menjadi 2,97 miliar lembar saham, yang mewakili 20,19% dari total saham beredar.

Kenaikan porsi sebesar 0,93% ini menunjukkan kepercayaan diri sekuritas tersebut terhadap prospek jangka panjang Hillcon di tengah dinamika sektor pertambangan Indonesia tahun 2026.

Di sisi lain, pemegang saham utama lainnya yakni Hillcon Equity Management, justru terpantau melakukan aksi jual secara bertahap.

Tertanggal 10 Desember 2025, perusahaan tersebut tercatat melepas sebanyak 15 juta lembar saham HILL dengan harga pelaksanaan Rp160 per helai. Dari aksi divestasi minor tersebut, Hillcon Equity Management berhasil mengantongi dana tunai segar senilai Rp2,4 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Perusahaan Aset Kakap Masuk Antrean IPO, BEI Ungkap Prospek Sahamnya

6 Perusahaan Aset Kakap Masuk Antrean IPO, BEI Ungkap Prospek Sahamnya

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 14:50 WIB

Daftar Saham Bagi Uang Tunai Januari 2026, Dari BUMN Hingga Emiten Prajogo Pangestu

Daftar Saham Bagi Uang Tunai Januari 2026, Dari BUMN Hingga Emiten Prajogo Pangestu

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 13:37 WIB

Bos BEI Incar Pasar Modal RI Masuk 10 Besar Bursa Dunia

Bos BEI Incar Pasar Modal RI Masuk 10 Besar Bursa Dunia

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 13:13 WIB

Terkini

Bukit Premium Pasuruan: Negeri di Atas Awan Dekat Bromo yang Bikin Betah

Bukit Premium Pasuruan: Negeri di Atas Awan Dekat Bromo yang Bikin Betah

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:00 WIB

IHSG Bertahan di Level 6.500, BUMI dan BBRI Diburu Investor

IHSG Bertahan di Level 6.500, BUMI dan BBRI Diburu Investor

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:59 WIB

Muncul Gerakan 'Gerbang Toll PBNU', Serukan Tolak LPJ di Muktamar ke-35 NU

Muncul Gerakan 'Gerbang Toll PBNU', Serukan Tolak LPJ di Muktamar ke-35 NU

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:54 WIB

Danantara Ambil Opsi Penjualan Aset untuk Sehatkan WIKA

Danantara Ambil Opsi Penjualan Aset untuk Sehatkan WIKA

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:51 WIB

Dorong Ekosistem Emas, Direktur Pegadaian Resmi Jadi Ketua Umum Indonesia Bullion Market Association

Dorong Ekosistem Emas, Direktur Pegadaian Resmi Jadi Ketua Umum Indonesia Bullion Market Association

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:50 WIB

Tren Personal Branding oleh Gen Z: Sesulit Itukah Menjadi Diri Sendiri?

Tren Personal Branding oleh Gen Z: Sesulit Itukah Menjadi Diri Sendiri?

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:50 WIB

Mau Beli Rumah dan Mobil Sekaligus? Cek Penawaran BRI Consumer Expo 2026

Mau Beli Rumah dan Mobil Sekaligus? Cek Penawaran BRI Consumer Expo 2026

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:48 WIB

LPG Terus Dipasok untuk Percepat Pemulihan Gempa NTT

LPG Terus Dipasok untuk Percepat Pemulihan Gempa NTT

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:47 WIB

OPM Eksekusi Agen BIN di Yahukimo: Korban Sudah Lama Jadi Target Operasi Rahasia!

OPM Eksekusi Agen BIN di Yahukimo: Korban Sudah Lama Jadi Target Operasi Rahasia!

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:44 WIB

Kalimantan Disebut Setengah Neraka, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Bencana Nasional Karhutla

Kalimantan Disebut Setengah Neraka, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Bencana Nasional Karhutla

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:44 WIB

×