Moody's Tebar Peringatan Dini buat Prabowo: Kebijakan Ugal-ugalan!

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 06 Februari 2026 | 10:57 WIB
Moody's Tebar Peringatan Dini buat Prabowo: Kebijakan Ugal-ugalan!
Outlook utang Indonesia yang sebelumnya anteng di posisi 'Stabil', kini resmi digeser menjadi 'Negatif'. Perubahan ini menjadi alarm keras bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terutama terkait arah kebijakan ekonomi yang dinilai sulit diprediksi. [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/sgd]
baca 10 detik
  • Moody’s ubah outlook RI ke Negatif akibat kebijakan Prabowo yang sulit diprediksi.
  • Nasionalisasi aset lewat Danantara dan wacana defisit lebar picu kekhawatiran investor.
  • Program MBG perlu evaluasi total agar tak membebani fiskal dan menurunkan rating kredit.

Suara.com - Kabar kurang sedap datang dari lembaga pemeringkat internasional, Moody’s Investors Service. Outlook utang Indonesia yang sebelumnya anteng di posisi 'Stabil', kini resmi digeser menjadi 'Negatif'.

Perubahan ini menjadi alarm keras bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terutama terkait arah kebijakan ekonomi yang dinilai sulit diprediksi.

Salah satu poin krusial yang disorot Moody’s adalah langkah agresif pemerintah menarik 28 izin perusahaan ke bawah kendali Danantara. Langkah ini ditangkap pasar sebagai sinyal "nasionalisasi aset swasta" yang bisa merusak iklim investasi.

"Meski ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh 5,11% pada 2025, Moody’s mewanti-wanti adanya risiko hambatan serius di tahun 2026 jika pola komunikasi kebijakan yang prematur terus berlanjut," kata Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira melalui pesan singkatnya ke Suara.com Jumat (6/2/2026).

Bhima juga bilang bahwa pasar modal dan investor juga mulai gerah dengan wacana revisi UU Keuangan Negara No. 17 Tahun 2003. Rencana menghapus batas defisit anggaran 3% dari PDB demi mengakomodasi janji kampanye dianggap sebagai langkah berbahaya yang merusak kredibilitas fiskal Indonesia.

"Setiap kali muncul wacana utak-atik batas defisit, investor langsung bereaksi negatif. Ini masalah kepercayaan," katanya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak luput dari bidikan. Dengan anggaran jumbo di tengah tren penerimaan pajak yang sedang lesu, MBG dianggap bisa menjadi "bom waktu". Apalagi, efisiensi anggaran pusat mulai berdampak pada pemangkasan dana ke daerah.

Sejumlah ekonom mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi total terhadap MBG. Jangan sampai program ini dipaksakan hanya demi pemenuhan janji politik, sementara fundamental ekonomi dikorbankan.

Jika peringatan Moody’s ini diabaikan, peringkat Indonesia terancam turun ke Baa3. Dampaknya tidak main-main: suku bunga utang akan melonjak tajam dan tekanan terhadap Rupiah akan semakin berat.

baca juga

"Dulu ekonomi kita sudah diingatkan oleh para pakar dalam negeri, tapi mungkin lewat Moody’s ini pemerintah baru mau mendengar. Perbaikan harus dilakukan sekarang sebelum rating benar-benar jatuh," ungkap Bhima.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Ambil Pusing Soal Outlook Peringkat Moody's, Airlangga: Indonesia Tetap Investment Grade

Tak Ambil Pusing Soal Outlook Peringkat Moody's, Airlangga: Indonesia Tetap Investment Grade

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 10:14 WIB

Rupiah Amblas Imbas Moody's Kasih Rating Negatif ke Indonesia

Rupiah Amblas Imbas Moody's Kasih Rating Negatif ke Indonesia

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 09:58 WIB

Moodys Pertahankan Rating Indonesia di Baa2, BI Tegaskan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

Moodys Pertahankan Rating Indonesia di Baa2, BI Tegaskan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 07:35 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×