- Saham BUMI pada Jumat (13/2/2026) berbalik menguat ke Rp280 setelah sehari sebelumnya ditutup melemah 0,74% di Rp270.
- Emiten batubara tersebut mencatatkan aktivitas perdagangan masif dengan nilai beli bersih investor asing mencapai Rp438,4 miliar.
- Analisis teknikal menunjukkan target resistance BUMI berada di level Rp289 sementara support utamanya di Rp263.
Suara.com - Pergerakan saham raksasa batubara, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), menunjukkan dinamika yang menarik pada pengujung pekan ini.
Setelah sempat ditutup melemah 0,74% ke posisi Rp270 pada perdagangan Kamis (12/2/2026) akibat tekanan jual investor asing, emiten konglomerasi Grup Bakrie dan Salim ini berhasil berbalik arah (rebound) cukup kuat pada pagi hari ini.
Hingga pukul 10.55 WIB, Jumat (13/2/2026), harga saham BUMI terpantau melesat dan berkutat di level Rp280 per lembar saham.
Berdasarkan data terkini dari aplikasi Stockbit Sekuritas, saham BUMI mencatatkan aktivitas pasar yang sangat masif.
Emiten pertambangan ini membukukan nilai beli bersih (net buy) mencapai Rp438,4 miliar, angka tertinggi dibandingkan saham-saham lain di bursa pada periode yang sama.
Secara operasional, volume transaksi BUMI hingga menjelang siang ini diperkirakan mencapai 4,7 miliar saham dengan frekuensi perdagangan sebanyak 75.493 kali.
Total nilai transaksi sementara telah menembus Rp1,29 triliun, menunjukkan tingginya likuiditas dan minat pelaku pasar terhadap saham ini.
Sebagai perbandingan, pada hari sebelumnya, BUMI mencatatkan transaksi senilai Rp2,03 triliun dengan aksi jual bersih asing (net sell) sebesar Rp507,09 miliar.
Pembalikan arus modal masuk hari ini menjadi sentimen positif bagi pergerakan harga.
Baca Juga: IHSG Lagi Gacor Ditutup Naik 1,96%, 570 Saham Meroket
Analisis Teknikal: Resistance dan Support
Sejumlah sekuritas memberikan pandangan teknikal terkait arah pergerakan saham BUMI untuk perdagangan hari ini:
1. CGS International Sekuritas Dalam kajian teknikalnya, CGS International memetakan beberapa titik krusial bagi BUMI:
Resistance: Level hambatan pertama berada di 279 (telah terlewati) dan target berikutnya di 289.
Support: Batas bawah aman pertama di 263 dan kedua di 257.
Pivot Point: Titik tengah atau poros pergerakan berada di angka 273.
2. BNI Sekuritas Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, sebelumnya telah memproyeksikan target harga terdekat BUMI di rentang Rp278 hingga Rp284.
BNI Sekuritas menyarankan area beli ideal (buy zone) berada di kisaran Rp260 - Rp270. Dengan harga saat ini yang sudah menyentuh Rp280, saham BUMI berada dalam jalur yang sesuai dengan ekspektasi target jangka pendek tersebut.
Kembalinya minat beli investor, terutama di area net buy tertinggi, menandakan kepercayaan pasar terhadap fundamental dan prospek BUMI masih cukup solid di awal tahun 2026.
Para pelaku pasar kini mencermati apakah BUMI mampu bertahan di atas level psikologis Rp280 hingga penutupan pasar sore nanti untuk mengonfirmasi tren penguatan lanjutan.
DISCLAIMER: Ulasan ini disusun sebagai informasi perkembangan pasar modal per 13 Februari 2026 dan bukan merupakan perintah beli atau jual. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga yang tinggi. Setiap keputusan transaksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi investor. Pembaca disarankan melakukan analisis mendalam atau berkonsultasi dengan penasihat investasi profesional.