Luhut: Ekonomi Tumbuh 5% Bukan Prestasi, Target 8% Harga Mati!

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 13 Februari 2026 | 11:54 WIB
Luhut: Ekonomi Tumbuh 5% Bukan Prestasi, Target 8% Harga Mati!
Luhut Binsar Pandjaitan (Instagram/@luhut.pandjaitan)
baca 10 detik
  • Luhut sebut ekonomi 5% bukan prestasi; target 8% untuk jadi negara maju.
  • Waspada 'Middle Income Trap' sebelum bonus demografi habis pada 2042.
  • Genjot investasi via reformasi pasar modal seperti keberhasilan India.

Suara.com - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5% belum bisa dibanggakan.

Meski angka tersebut bertahan sepanjang 2025 di tengah gejolak geopolitik, Luhut menyebut Indonesia butuh akselerasi hingga 8% demi keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

"Jadi kalau 5 persen menurut saya bukan prestasi atau sampai 6 persen tidak prestasi. Kami bermimpi 8-9 persen dalam beberapa tahun ke depan," ujar Luhut dalam diskusi 'Dinamika Ekonomi Global dan Nasional' di Kantor DEN, Jakarta Pusat, Jumat (13/2/2026).

Luhut mengingatkan bahwa Indonesia memiliki tenggat waktu yang ketat. Bonus demografi yang dinikmati saat ini diprediksi akan habis pada tahun 2042. Jika pertumbuhan ekonomi tidak digenjot ke level 8% sebelum masa itu habis, Indonesia terancam gagal menjadi negara maju.

"Ingat, demografi bonus kita habis tahun 2041-2042. Kalau itu habis, kita sudah pasti di middle income trap. Ini garis yang harus kita perhatikan," tegasnya.

Untuk mencapai target ambisius Presiden Prabowo Subianto tersebut, Luhut menekankan pentingnya investasi. Mengingat APBN hanya berkontribusi sekitar 15-16% terhadap pertumbuhan ekonomi, maka 84-86% sisanya harus datang dari investasi.

"Investor harus kita terima dengan karpet merah," imbuh Luhut.

Salah satu strategi utamanya adalah melakukan reformasi pasar modal. Luhut merujuk pada keberhasilan India dalam merestrukturisasi pasar modalnya yang mampu menarik investasi hingga sembilan kali lipat.

"Kita belajar dari India. Kalau pasar modal diperbaiki, Indonesia akan semakin dilirik, baik melalui pasar modal maupun investasi langsung," pungkasnya optimis.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Bocorkan Strategi Ekonomi ala Prabowo, Singgung Sumitronomics

Purbaya Bocorkan Strategi Ekonomi ala Prabowo, Singgung Sumitronomics

Bisnis | Kamis, 12 Februari 2026 | 17:43 WIB

Bank Mandiri Salurkan Lebih dari 7,45 Juta Bansos pada 2025 untuk Akselerasi Ekonomi Kerakyatan

Bank Mandiri Salurkan Lebih dari 7,45 Juta Bansos pada 2025 untuk Akselerasi Ekonomi Kerakyatan

Bisnis | Kamis, 12 Februari 2026 | 10:30 WIB

Suara.com dan PLN Kupas Tuntas Kendaraan Listrik di Jabar, Ini Fakta Terbarunya

Suara.com dan PLN Kupas Tuntas Kendaraan Listrik di Jabar, Ini Fakta Terbarunya

News | Rabu, 11 Februari 2026 | 20:23 WIB

Terkini

33 Napi Korupsi Diperiksa Kasus Lapas Cibinong, DPR Cecar Ditjenpas: Kok Cuma Ferdy Sambo Disebut?

33 Napi Korupsi Diperiksa Kasus Lapas Cibinong, DPR Cecar Ditjenpas: Kok Cuma Ferdy Sambo Disebut?

News | Senin, 28 September 2026 | 13:01 WIB

Ribuan Followers tapi Kesepian? Buku Klasik Tahun 1936 Ini Punya Jawaban Menohok Buat Gen Z!

Ribuan Followers tapi Kesepian? Buku Klasik Tahun 1936 Ini Punya Jawaban Menohok Buat Gen Z!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 13:01 WIB

John Herdman Sebut Timnas Indonesia Belum Tampilkan Skuad Terbaiknya, Bagaimana Lawan Malaysia?

John Herdman Sebut Timnas Indonesia Belum Tampilkan Skuad Terbaiknya, Bagaimana Lawan Malaysia?

Bola | Senin, 28 September 2026 | 12:57 WIB

Mengupas Sisi Lain Dewi Ayu di 'Cantik Itu Luka': Pelacur yang Menolak Tunduk pada Takdir

Mengupas Sisi Lain Dewi Ayu di 'Cantik Itu Luka': Pelacur yang Menolak Tunduk pada Takdir

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 12:51 WIB

Hempas Kusam! 5 Toner Pad Korea Vitamin C untuk Kulit Lembut dan Cerah

Hempas Kusam! 5 Toner Pad Korea Vitamin C untuk Kulit Lembut dan Cerah

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 12:50 WIB

Penertiban Warung Diduga Jual Minol di Padang, Dua Anggota Satpol PP Terluka

Penertiban Warung Diduga Jual Minol di Padang, Dua Anggota Satpol PP Terluka

Sumbar | Senin, 28 September 2026 | 12:48 WIB

Temuan Kamar Mewah Ala Apartemen di Lapas Cibinong, Ombudsman Beberkan Misteri Sosok Penghuninya

Temuan Kamar Mewah Ala Apartemen di Lapas Cibinong, Ombudsman Beberkan Misteri Sosok Penghuninya

Video | Senin, 28 September 2026 | 12:47 WIB

Ombudsman Temukan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, KPK Siap Terlibat jika Ada Indikasi Tipikor

Ombudsman Temukan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, KPK Siap Terlibat jika Ada Indikasi Tipikor

News | Senin, 28 September 2026 | 12:46 WIB

Pergoki Pencuri Masuk Rumah, Telinga Nenek Maryati di Jaktim Robek Digigit Pelaku

Pergoki Pencuri Masuk Rumah, Telinga Nenek Maryati di Jaktim Robek Digigit Pelaku

News | Senin, 28 September 2026 | 12:44 WIB

Bahaya Terselubung Investasi Rp30,4 Triliun Microsoft: Jangan Sampai Bumi Kita yang Haus!

Bahaya Terselubung Investasi Rp30,4 Triliun Microsoft: Jangan Sampai Bumi Kita yang Haus!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 12:43 WIB

×