Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Emas Mulai Tekan Para Pengusaha Perhiasan

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 16 Februari 2026 | 14:33 WIB
Harga Emas Mulai Tekan Para Pengusaha Perhiasan
Harga emas yang terus naik membuat para pengusaha perhiasan menjerit karena naiknya harga bahan baku. [Antara]
baca 10 detik
  • Kenaikan harga emas global menekan industri perhiasan dalam negeri, menyebabkan biaya produksi meningkat dan daya beli masyarakat melemah.
  • Pemerintah mendorong penguatan ekosistem emas nasional melalui pengembangan bank bullion guna menjamin pasokan bahan baku industri.
  • Pelaku industri menyesuaikan strategi dengan mengubah desain dan kadar emas produk agar tetap terjangkau oleh konsumen.

Suara.com - Kenaikan harga emas dunia mulai menekan industri perhiasan dalam negeri. Pelaku usaha mengeluhkan daya beli masyarakat melemah sekaligus biaya produksi meningkat, sehingga memaksa industri melakukan berbagai penyesuaian agar tetap bertahan.

Kementerian Perindustrian mengakui lonjakan harga emas global memengaruhi struktur biaya hingga pola konsumsi di sektor ini. Pemerintah pun mendorong penguatan ekosistem emas nasional agar industri perhiasan tetap kompetitif.

“Tantangan kenaikan harga emas global ini dapat dijadikan momentum untuk memperkuat ekosistem industri perhiasan nasional,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).

Meski pemerintah melihatnya sebagai momentum pembenahan ekosistem, pelaku industri justru merasakan tekanan langsung di lapangan. Dalam rapat pembahasan pengaruh harga bahan baku emas, perwakilan Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia (APPI) menyampaikan kenaikan harga emas berdampak pada penurunan daya beli konsumen.

“Pihak asosiasi juga menekankan bahwa industri perhiasan yang bersifat padat karya membutuhkan dukungan kebijakan yang kondusif agar tetap mampu menjaga keberlangsungan usaha dan tenaga kerja,” ungkap Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita.

Reni menjelaskan industri perhiasan nasional saat ini ditopang lebih dari 500 pelaku usaha dan sekitar 30.000 toko emas di seluruh Indonesia. Sepanjang Januari hingga November 2025, nilai ekspor industri ini bahkan mencapai USD 8,47 miliar.

Namun, kenaikan harga bahan baku memaksa pelaku industri menyesuaikan strategi produksi dan pemasaran.

“Pemerintah mencermati bahwa kenaikan harga emas berdampak pada penyesuaian strategi produksi dan pemasaran, termasuk perubahan desain, kadar, serta pola penjualan. Namun demikian, sektor ini dinilai tetap memiliki potensi besar untuk tumbuh melalui inovasi desain, efisiensi produksi, dan perluasan pasar,” jelas Dirjen IKMA.

Di sisi kebijakan, asosiasi juga meminta penyempurnaan instrumen fiskal agar industri tetap kompetitif. Salah satunya melalui usulan pengenaan PPh final rendah pada transaksi di bank bullion, seperti perlakuan pada saham dan kripto.

baca juga

Pelaku industri sendiri mulai beradaptasi dengan kondisi pasar. Produk yang dihasilkan kini cenderung lebih ringan, kadar emas lebih rendah, serta desain dibuat lebih variatif agar tetap terjangkau konsumen.

Menanggapi kondisi tersebut, Kemenperin melalui Ditjen IKMA menyatakan akan memperkuat integrasi sistem emas nasional melalui pengembangan bank bullion. Pemerintah menilai sistem ini dapat memperbaiki likuiditas sekaligus menjamin pasokan bahan baku bagi industri.

“Jika peredaran emas masuk ke dalam sistem bullion yang terstruktur, maka mekanismenya akan menyerupai sistem perbankan, dan industri perhiasan terjamin bahan bakunya dari sana. Ini akan memperkuat transparansi, meningkatkan kepercayaan pasar, dan pada akhirnya memperbesar kontribusi sektor emas terhadap perekonomian nasional,” ucap Reni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas 16 Februari 2026 di Pegadaian, Jelang Ramadan Makin Stabil

Harga Emas 16 Februari 2026 di Pegadaian, Jelang Ramadan Makin Stabil

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 11:22 WIB

Harga Emas Antam Turun di Libur Panjang, 1 Gram Dipatok Rp 2,94 Juta

Harga Emas Antam Turun di Libur Panjang, 1 Gram Dipatok Rp 2,94 Juta

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 09:31 WIB

Harga Emas dan Perak Menguat, Sinyal Penguatan Jangka Panjang?

Harga Emas dan Perak Menguat, Sinyal Penguatan Jangka Panjang?

Bisnis | Minggu, 15 Februari 2026 | 11:09 WIB

Harga Emas Naik Drastis Hari Ini, Kompak Meroket di Pegadaian

Harga Emas Naik Drastis Hari Ini, Kompak Meroket di Pegadaian

Bisnis | Minggu, 15 Februari 2026 | 08:04 WIB

Harga Emas Hari Ini Stabil di Pegadaian, Pembeli Tak Perlu Khawatir Stok Habis

Harga Emas Hari Ini Stabil di Pegadaian, Pembeli Tak Perlu Khawatir Stok Habis

Bisnis | Kamis, 12 Februari 2026 | 07:33 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×