Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Harga Emas Mulai Tekan Para Pengusaha Perhiasan

Liberty Jemadu | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Senin, 16 Februari 2026 | 14:33 WIB
Harga Emas Mulai Tekan Para Pengusaha Perhiasan
Harga emas yang terus naik membuat para pengusaha perhiasan menjerit karena naiknya harga bahan baku. [Antara]
  • Kenaikan harga emas global menekan industri perhiasan dalam negeri, menyebabkan biaya produksi meningkat dan daya beli masyarakat melemah.
  • Pemerintah mendorong penguatan ekosistem emas nasional melalui pengembangan bank bullion guna menjamin pasokan bahan baku industri.
  • Pelaku industri menyesuaikan strategi dengan mengubah desain dan kadar emas produk agar tetap terjangkau oleh konsumen.

Suara.com - Kenaikan harga emas dunia mulai menekan industri perhiasan dalam negeri. Pelaku usaha mengeluhkan daya beli masyarakat melemah sekaligus biaya produksi meningkat, sehingga memaksa industri melakukan berbagai penyesuaian agar tetap bertahan.

Kementerian Perindustrian mengakui lonjakan harga emas global memengaruhi struktur biaya hingga pola konsumsi di sektor ini. Pemerintah pun mendorong penguatan ekosistem emas nasional agar industri perhiasan tetap kompetitif.

“Tantangan kenaikan harga emas global ini dapat dijadikan momentum untuk memperkuat ekosistem industri perhiasan nasional,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).

Meski pemerintah melihatnya sebagai momentum pembenahan ekosistem, pelaku industri justru merasakan tekanan langsung di lapangan. Dalam rapat pembahasan pengaruh harga bahan baku emas, perwakilan Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia (APPI) menyampaikan kenaikan harga emas berdampak pada penurunan daya beli konsumen.

“Pihak asosiasi juga menekankan bahwa industri perhiasan yang bersifat padat karya membutuhkan dukungan kebijakan yang kondusif agar tetap mampu menjaga keberlangsungan usaha dan tenaga kerja,” ungkap Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita.

Reni menjelaskan industri perhiasan nasional saat ini ditopang lebih dari 500 pelaku usaha dan sekitar 30.000 toko emas di seluruh Indonesia. Sepanjang Januari hingga November 2025, nilai ekspor industri ini bahkan mencapai USD 8,47 miliar.

Namun, kenaikan harga bahan baku memaksa pelaku industri menyesuaikan strategi produksi dan pemasaran.

“Pemerintah mencermati bahwa kenaikan harga emas berdampak pada penyesuaian strategi produksi dan pemasaran, termasuk perubahan desain, kadar, serta pola penjualan. Namun demikian, sektor ini dinilai tetap memiliki potensi besar untuk tumbuh melalui inovasi desain, efisiensi produksi, dan perluasan pasar,” jelas Dirjen IKMA.

Di sisi kebijakan, asosiasi juga meminta penyempurnaan instrumen fiskal agar industri tetap kompetitif. Salah satunya melalui usulan pengenaan PPh final rendah pada transaksi di bank bullion, seperti perlakuan pada saham dan kripto.

Pelaku industri sendiri mulai beradaptasi dengan kondisi pasar. Produk yang dihasilkan kini cenderung lebih ringan, kadar emas lebih rendah, serta desain dibuat lebih variatif agar tetap terjangkau konsumen.

Menanggapi kondisi tersebut, Kemenperin melalui Ditjen IKMA menyatakan akan memperkuat integrasi sistem emas nasional melalui pengembangan bank bullion. Pemerintah menilai sistem ini dapat memperbaiki likuiditas sekaligus menjamin pasokan bahan baku bagi industri.

“Jika peredaran emas masuk ke dalam sistem bullion yang terstruktur, maka mekanismenya akan menyerupai sistem perbankan, dan industri perhiasan terjamin bahan bakunya dari sana. Ini akan memperkuat transparansi, meningkatkan kepercayaan pasar, dan pada akhirnya memperbesar kontribusi sektor emas terhadap perekonomian nasional,” ucap Reni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas 16 Februari 2026 di Pegadaian, Jelang Ramadan Makin Stabil

Harga Emas 16 Februari 2026 di Pegadaian, Jelang Ramadan Makin Stabil

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 11:22 WIB

Harga Emas Antam Turun di Libur Panjang, 1 Gram Dipatok Rp 2,94 Juta

Harga Emas Antam Turun di Libur Panjang, 1 Gram Dipatok Rp 2,94 Juta

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 09:31 WIB

Harga Emas dan Perak Menguat, Sinyal Penguatan Jangka Panjang?

Harga Emas dan Perak Menguat, Sinyal Penguatan Jangka Panjang?

Bisnis | Minggu, 15 Februari 2026 | 11:09 WIB

Harga Emas Naik Drastis Hari Ini, Kompak Meroket di Pegadaian

Harga Emas Naik Drastis Hari Ini, Kompak Meroket di Pegadaian

Bisnis | Minggu, 15 Februari 2026 | 08:04 WIB

Harga Emas Hari Ini Stabil di Pegadaian, Pembeli Tak Perlu Khawatir Stok Habis

Harga Emas Hari Ini Stabil di Pegadaian, Pembeli Tak Perlu Khawatir Stok Habis

Bisnis | Kamis, 12 Februari 2026 | 07:33 WIB

Terkini

IHSG Anjlok 4 Persen, BEI Minta Investor Tetap Tenang

IHSG Anjlok 4 Persen, BEI Minta Investor Tetap Tenang

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:18 WIB

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 06:39 WIB

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB