Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.875,780
LQ45 581,783
Srikehati 287,931
JII 348,084
USD/IDR 17.955

Dasco Tengahi 2 Menteri Beda Pendapat soal Dana Rehab Aceh: Nah, Salaman Dulu Dong

M Nurhadi

Rabu, 18 Februari 2026 | 21:21 WIB
Dasco Tengahi 2 Menteri Beda Pendapat soal Dana Rehab Aceh: Nah, Salaman Dulu Dong
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026). (Suara.com/Bagaskara Isdiansyah)
baca 10 detik
  • Rabu (18/2/2026), Wakil Ketua DPR Dasco menekan Menkeu Purbaya soal anggaran tanggap bencana Sumatera yang terhambat birokrasi.
  • Kementerian PU mengusulkan dana multi-tahun Rp74 triliun, namun terhambat karena Bappenas belum menyetujui sebagian permintaan alokasi 2026.
  • Mensesneg Prasetyo Hadi akhirnya menyatakan akan bertanggung jawab mengatasi hambatan di Bappenas agar dana segera cair.

Suara.com - Ruang rapat di Kompleks Parlemen, Jakarta, mendadak tegang pada Rabu (18/2/2026) saat Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad melontarkan rentetan pertanyaan tajam kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Fokus utamanya adalah satu: kepastian sumber anggaran untuk tanggap bencana di Sumatera yang dinilai masih menggantung akibat birokrasi yang berbelit antara kementerian dan lembaga.

Momen ini terjadi dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera.

Dasco meminta penjelasan mendalam mengenai usulan dana tanggap darurat dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Masalah mencuat karena sebagian permintaan dana multi-years tersebut kabarnya belum mengantongi restu dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

"Yang saya tangkap, di Kementerian PU soal dana tanggap darurat, ada permintaan multi years. Sudah disetujui Bappenas, tapi ada yang belum disetujui," kata Dasco kepada Purbaya.

Beban Berat Kementerian PU dan Limitasi BNPB

Kementerian PU di bawah kepemimpinan Dody Hanggodo sebenarnya telah mengusulkan dana tanggap darurat sebesar Rp 74 triliun untuk jangka waktu empat tahun.

Khusus untuk tahun 2026 saja, alokasi yang dibutuhkan mencapai Rp 4,3 triliun. Namun, di lapangan, terjadi tumpang tindih regulasi dan keterbatasan anggaran.

baca juga

Dasco menyoroti dana tersebut sempat diusulkan sebagai tagihan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Masalahnya, BNPB hanya memiliki pagu anggaran sebesar Rp 4,3 triliun secara total, sehingga tidak mungkin menanggung seluruh kebutuhan pembangunan infrastruktur pascabencana yang diajukan PU.

Politikus Partai Gerindra tersebut mengkhawatirkan nasib para kontraktor yang sudah bekerja di lapangan namun terancam tidak terbayar karena ketidakjelasan pos anggaran.

"Kan kasihan ini. Nanti takutnya, soal birokrasi kan berbelit-belit. Saya monitor, di lapangan, Kementerian PU terus bekerja, tapi enggak tahu uangnya dari mana. Nanti kontraktornya siapa yang bayar, kan kasihan," kata Dasco.

Lebih lanjut, Dasco mendesak agar Bendahara Negara segera mengambil langkah diskresi.

"Jadi, Menteri Keuangan mungkin ada kebijakan lain. Itu supaya dana tanggap darurat di Kementerian PU bisa lancar."

Saling Lempar Bola Panas: Kemenkeu vs Bappenas

Merespons tekanan dari pimpinan DPR, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa secara prosedural, pihaknya berada di hilir proses.

Menurutnya, usulan harus melewati Bappenas terlebih dahulu, kemudian ke Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, barulah sampai ke meja Kementerian Keuangan.

"Itu nanti baru ke kami, disalurkan sesuai usulan. Prinsipnya, anggarannya berbeda dengan BNPB, sebagian terpisah. Ini yang besar dari PU, termasuk rehabilitasi lahan, irigasi, itu nanti lewat Satgas Bencana," kata Purbaya.

Tapi, pengakuan mengejutkan datang dari Menteri PU, Dody Hanggodo. Ia menyebut bahwa permintaan anggarannya justru tertahan di Bappenas.

Dody mengklaim diarahkan untuk mengambil dana dari BNPB, yang secara logika anggaran tidak akan mencukupi.

"Bappenas kasih arahan waktu itu, karena masih tanggap darurat, ambil dari BNPB. Seolah-olah, dalam tanda petik, dicoret. Tanda petik ya pak, masih dalam tahap diskusi," kata Dody.

Dody menegaskan bahwa pekerjaan fisik di Sumatera tidak bisa menunggu administrasi yang lama.

"Lalu, kami belum dapat arahan lagi soal Rp 4,3 Triliun yang sudah dianggarkan dan sebagian sudah berjalan. Kan rehabilitasi tak bisa menunggu pak. Nah itu belum ada pos anggarannya yang Rp 4,3 Triliun ini," kata dia.

Mendengar adanya ketidaksinambungan antar-lembaga pemerintah, intensitas suara Dasco meninggi.

Ia kembali mencecar Purbaya untuk memastikan apakah Menkeu siap mencari jalan keluar melalui pos anggaran lain.

"Kan tadi saya bilang, untuk dana tanggap darurat, itu penting. Tadi Menteri Keuangan bilang akan coba arikan pos lain, begitu ya?" kata Dasco.

Purbaya pun memberikan klarifikasi bahwa sebenarnya pemerintah memiliki dana cadangan Rp 5 triliun khusus tanggap darurat. Ia menegaskan hambatan bukan ada pada pihaknya.

"Bukan kami yang memotong. Bappenas pak," kata Purbaya.

Merespons ketidakjelasan durasi keputusan, Dasco pun meminta Menteri Keuangan, Menteri PU, dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi untuk berkoordinasi saat itu juga.

"Putuskan saja kapan? Sesi ini? Sebentar. Berunding dulu aja, kan ada lengkap, bisik-bisik sebentar," kata Dasco.

Kebuntuan akhirnya pecah ketika Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan kesiapannya untuk membereskan hambatan di tingkat Bappenas.

"Izin, Pimpinan. Kalau kendalanya di Bappenas, biar kami bertanggung jawab," kata Prasetyo.

Mendengar komitmen tersebut, Dasco langsung mengetok palu kesepakatan dan meminta para menteri terkait melakukan aksi simbolis untuk menjamin kepastian bagi pekerja di lapangan.

"Oke, berarti putus ya? Dana tanggap darurat akan diambilkan dari pos lain, itu karena Bappenas belum menyetujui. Yang bertanggung jawab Mensesneg, oke, putus ya? Salaman sekarang," kata Dasco mencairkan suasana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Targetkan Pulih Sebelum Lebaran 2026, Ini 13 Kesimpulan Rapat Satgas Bencana DPR dan Pemerintah

Targetkan Pulih Sebelum Lebaran 2026, Ini 13 Kesimpulan Rapat Satgas Bencana DPR dan Pemerintah

News | Rabu, 18 Februari 2026 | 17:18 WIB

Cegah Banjir Susulan, Dasco Jamin Payung Hukum Pemindahan Tumpukan Kayu di Bendungan Keureuto

Cegah Banjir Susulan, Dasco Jamin Payung Hukum Pemindahan Tumpukan Kayu di Bendungan Keureuto

News | Rabu, 18 Februari 2026 | 17:07 WIB

Debat Panas di DPR, Dasco Pasang Badan Demi Bantuan Diaspora Masuk ke Aceh

Debat Panas di DPR, Dasco Pasang Badan Demi Bantuan Diaspora Masuk ke Aceh

News | Rabu, 18 Februari 2026 | 15:36 WIB

Jembatan Darurat Penghubung Warga Terisolasi di Nagari Salareh Aia

Jembatan Darurat Penghubung Warga Terisolasi di Nagari Salareh Aia

Foto | Rabu, 18 Februari 2026 | 15:29 WIB

Aceh Berangsur Pulih, Dasco Pastikan Tak Ada Lagi Daerah Terisolir Pascabanjir

Aceh Berangsur Pulih, Dasco Pastikan Tak Ada Lagi Daerah Terisolir Pascabanjir

News | Rabu, 18 Februari 2026 | 12:04 WIB

Menteri PU Tekankan Percepatan Rekonstruksi Aceh Usai Bencana

Menteri PU Tekankan Percepatan Rekonstruksi Aceh Usai Bencana

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 14:09 WIB

Dasco Ungkap Pengusaha ASEAN Diculik, Indonesia Kini Jadi 'Surga' bagi Investor

Dasco Ungkap Pengusaha ASEAN Diculik, Indonesia Kini Jadi 'Surga' bagi Investor

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 13:42 WIB

Hasto PDIP Tegaskan Bencana Adalah Teguran atas Kebijakan Masa Lalu, Harus Evaluasi Total!

Hasto PDIP Tegaskan Bencana Adalah Teguran atas Kebijakan Masa Lalu, Harus Evaluasi Total!

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 19:37 WIB

Terkini

Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!

Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 21:13 WIB

Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan

Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:43 WIB

Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN

Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:07 WIB

IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan

IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:56 WIB

BEI Usul Ubah Batas Auto Rejection Saham, Simak Aturan Terbarunya

BEI Usul Ubah Batas Auto Rejection Saham, Simak Aturan Terbarunya

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:46 WIB

Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul

Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:51 WIB

Jadwal Cum Date 6-7 Juli 2026 dan Daftar 19 Saham Bagi Dividen Minggu Ini

Jadwal Cum Date 6-7 Juli 2026 dan Daftar 19 Saham Bagi Dividen Minggu Ini

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41 WIB

Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region

Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:00 WIB

Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?

Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 14:57 WIB

BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya

BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:43 WIB

×