Emas Antam Meroket Lagi, Harganya Dipatok Rp 3.068.000/Gram

Achmad Fauzi

Selasa, 24 Februari 2026 | 10:29 WIB
Emas Antam Meroket Lagi, Harganya Dipatok Rp 3.068.000/Gram
Warga mengantri memesan emas Antam di Butik Emas Logam Mulia Antam, TB Simatupang, Jakata (14/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Harga emas Antam 1 gram pada 24 Februari 2026 mencapai Rp 3.068.000, naik Rp 40.000 dari hari sebelumnya.
  • Harga buyback emas Antam juga meningkat Rp 41.000 menjadi Rp 2.854.000 per gram, belum termasuk pajak.
  • Harga emas dunia melonjak didorong ketegangan geopolitik dan ketidakpastian kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat.

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Selasa, 24 Februari 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 3.068.000 per gram.

Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu lagi-lagi meroket Rp 40.000 dibandingkan hari Senin, 23 Februari 2026.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.854.000 per gram.

Harga buyback itu juga juga melompat Rp 41.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Senin kemarin.

Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.

Emas batangan di salah satu gerai Bank Syariah di Jakarta, Rabu (12/10).
Emas batangan di salah satu gerai Bank Syariah di Jakarta, Rabu (12/10).

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:

  • Emas 0,5 Gram Rp 1.587.960
  • Emas 1 Gram Rp 3.075.670
  • Emas 2 gram Rp 6.091.190
  • Emas 3 gram Rp 9.111.723
  • Emas 5 gram Rp 15.152.788
  • Emas 10 gram Rp 30.250.280
  • Emas 25 gram Rp 75.500.280
  • Emas 50 gram Rp 150.921.363
  • Emas 100 gram Rp 301.764.530
  • Emas 250 gram Rp 752.145.663
  • Emas 500 gram Rp 1.508.080.800
  • Emas 1.000 gram Rp 3.016.121.500

Harga Emas Dunia Melonjak Tajam

Harga emas dunia kembali mencatatkan reli tajam pada awal perdagangan Asia, Selasa. Logam mulia dengan kode XAU/USD melonjak hingga sekitar USD 5.230 per troy ounce, didorong meningkatnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian perdagangan global.

Mengutip laporan FXStreet, penguatan emas terjadi di tengah dinamika kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) yang kembali memicu kekhawatiran pasar. Investor pun beralih ke aset safe haven untuk mengamankan portofolio mereka.

baca juga

Ketidakpastian muncul setelah Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa tarif besar-besaran yang sebelumnya diberlakukan Presiden AS Donald Trump dinyatakan ilegal. Namun, di sisi lain, Trump justru mengumumkan tarif baru sebesar 15 persen yang mulai berlaku Sabtu lalu.

Dalam unggahannya di platform Truth Social, Trump menyebut pungutan baru tersebut akan "berlaku segera" dan memperingatkan bahwa tarif tambahan akan menyusul. Situasi ini kembali memanaskan tensi perdagangan global dan meningkatkan daya tarik emas sebagai lindung nilai.

Selain faktor perdagangan, sentimen geopolitik juga turut menopang harga emas. Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan melanjutkan pembicaraan di Jenewa pada Kamis mendatang.

Pertemuan ini menjadi sinyal bahwa pemerintahan Trump menilai Teheran mulai menunjukkan itikad untuk mengurangi persediaan uranium yang diperkaya tinggi dan tidak mengembangkan senjata nuklir.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan masih ada peluang diplomatik untuk mencapai solusi. Namun, pasar tetap mencermati perkembangan ini dengan hati-hati.

Jika ketegangan meningkat, harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan. Sebaliknya, jika negosiasi menunjukkan kemajuan signifikan, logam mulia ini bisa terkoreksi dalam jangka pendek.

Di sisi lain, pelaku pasar juga menanti rilis data Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) AS untuk Januari yang akan diumumkan Jumat. Konsensus pasar memperkirakan PPI utama maupun inti naik 0,3 persen secara bulanan.

Data ini dinilai krusial karena dapat memberikan petunjuk tambahan terkait arah suku bunga AS. Jika inflasi produsen tercatat lebih tinggi dari ekspektasi, Dolar AS berpotensi menguat dan menekan harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut, termasuk emas.

Dengan kombinasi ketidakpastian tarif, tensi geopolitik, dan penantian data ekonomi penting, pergerakan harga emas diperkirakan masih akan volatil dalam beberapa sesi ke depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Galeri 24 dan UBS Naik di Pegadaian Hari Ini 24 Februari 2026

Harga Emas Galeri 24 dan UBS Naik di Pegadaian Hari Ini 24 Februari 2026

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 08:16 WIB

Emas Antam Semakin Mahal, Harganya Tembus Rp 3.028.000/Gram

Emas Antam Semakin Mahal, Harganya Tembus Rp 3.028.000/Gram

Bisnis | Senin, 23 Februari 2026 | 10:18 WIB

Harga Emas Hari Ini Stabil di Pegadaian, Rp3 Jutaan Masih Bisa Menguat?

Harga Emas Hari Ini Stabil di Pegadaian, Rp3 Jutaan Masih Bisa Menguat?

Bisnis | Senin, 23 Februari 2026 | 09:41 WIB

Terkini

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Kalbar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:14 WIB

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:03 WIB

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:48 WIB

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Banten | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:37 WIB

×