Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.575.000
Beli Rp2.447.000
IHSG 5.643,194
LQ45 553,105
Srikehati 276,229
JII 331,154
USD/IDR 17.957

Sempat Menguat, IHSG Berujung Terkoreksi ke Level 7.048

Achmad Fauzi

Selasa, 31 Maret 2026 | 17:03 WIB
Sempat Menguat, IHSG Berujung Terkoreksi ke Level 7.048
Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • IHSG terkoreksi 0,61 persen menjadi 7.048 pada Selasa, 31 Maret 2026, didorong aksi ambil untung investor jangka pendek.
  • Sektor transportasi melemah terdalam 4,6 persen, sementara sektor non-siklikal menguat signifikan sebesar 1,48 persen sebagai penopang.
  • Keputusan pemerintah menahan harga BBM berpotensi menahan inflasi, namun berisiko melebarkan defisit APBN.

Suara.com - Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berujung terkoreksi pada, Selasa, 31 Maret 2026, setelah maraknya investor melakukan aksi ambil untung.

Mengutip riset Phintraco Sekuritas, IHSG terkoreksi 0,61 persen ke level 7.048, Sepanjang sesi perdagangan, indeks sempat menguat di awal, namun berbalik turun akibat tekanan jual jangka pendek.

"IHSG sempat menguat di awal sesi, namun kembali mengalami koreksi yang diduga karena investor cenderung merealisasikan keuntungan dalam jangka pendek di tengah kondisi ketidakpastian yang masih tinggi," tulis riset tersebut.

Dari sisi sektoral, sektor transportasi mencatatkan pelemahan terdalam hingga 4,6 persen. Sebaliknya, sektor non-siklikal menjadi penopang dengan penguatan sebesar 1,48 persen.

Karyawan mengamati layar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/9/2020). [ANTARA FOTO/Reno Esnir]
Karyawan mengamati layar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta,. [ANTARA FOTO/Reno Esnir]

Sejalan dengan IHSG, nilai tukar rupiah juga mengalami tekanan. Mata uang Garuda ditutup melemah 0,23 persen ke level Rp 17.041 per dolar AS di pasar spot.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak sideways dalam kisaran 6.900 hingga 7.150, dengan level resistance di 7.200 dan support di 6.900.

Dari sisi kebijakan, pasar merespons pernyataan pemerintah yang memastikan tidak akan ada kenaikan harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi. Kebijakan ini dinilai mampu menahan tekanan inflasi, khususnya dari sektor transportasi dan distribusi.

Namun di sisi lain, keputusan tersebut berpotensi menambah beban subsidi energi di tengah kenaikan harga minyak dunia, sehingga membuka risiko pelebaran defisit APBN.

"Jika harga BBM tidak naik, maka tekanan inflasi dari sektor transportasi dan distribusi logistik dapat diredam sehingga menjaga daya beli masyarakat tetap stabil. Di lain pihak, dengan tidak dinaikkannya harga BBM di saat harga minyak mentah global mengalami kenaikan, berpotensi membuat anggaran subsidi bertambah dan risiko defisit APBN melebar," tulis Phintraco.

baca juga

Pelaku pasar kini menantikan pengumuman resmi pemerintah terkait langkah kebijakan untuk meredam dampak kenaikan harga minyak global.

Selain itu, investor juga akan mencermati sejumlah data ekonomi domestik yang akan dirilis pada Rabu (1/4), seperti indeks manufaktur PMI Maret yang diperkirakan melambat ke level 51,2 dari sebelumnya 53,8.

Neraca perdagangan Februari diproyeksikan mencatat surplus sebesar 1,2 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan Januari yang sebesar 0,9 miliar dolar AS. Sementara itu, inflasi Maret diperkirakan berada di level 0,3 persen secara bulanan dan 4,9 persen secara tahunan.

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan hari ini, sebanyak 25,73 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 14,94 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,72 juta kali.

Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 270 saham bergerak naik, sedangkan 435 saham mengalami penurunan, dan 253 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada hari ini diantaranya, WEHA, POLA, CHEM, YPAS, BANK, TALF, MOLI, ESTA, DFAM, BLES, SURI.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, MDIY, GSMF, DATA, PPRE, NZIA, RGAS, SSTM, GMFI, RANC, RONY, TRUK.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Berbalik Loyo di Sesi I, 403 Saham Jeblok

IHSG Berbalik Loyo di Sesi I, 403 Saham Jeblok

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:27 WIB

IHSG Bergerak Fluktuatif, Bos BEI: Itu Wajar

IHSG Bergerak Fluktuatif, Bos BEI: Itu Wajar

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:25 WIB

IHSG Rebound Pagi Ini, Cek Saham yang Cuan

IHSG Rebound Pagi Ini, Cek Saham yang Cuan

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 09:14 WIB

Terkini

Berlaku Besok, IESR Ungkap Bahayanya Penerapan B50

Berlaku Besok, IESR Ungkap Bahayanya Penerapan B50

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:43 WIB

J Trust Bank (BCIC) Rombak Jajaran Direksi

J Trust Bank (BCIC) Rombak Jajaran Direksi

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:38 WIB

Insentif Mobil Listrik Tak Kunjung Jelas, Kemenperin Khawatir Penjualan Tertahan

Insentif Mobil Listrik Tak Kunjung Jelas, Kemenperin Khawatir Penjualan Tertahan

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:33 WIB

Target Swasembada Garam 2027 Dinilai Sulit Tercapai Tanpa Reformasi Impor

Target Swasembada Garam 2027 Dinilai Sulit Tercapai Tanpa Reformasi Impor

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:28 WIB

BUMN Logistik Baru Mulai Terbentuk, Merger dari 7 Perusahan

BUMN Logistik Baru Mulai Terbentuk, Merger dari 7 Perusahan

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:22 WIB

Vonis Nadiem Makarim Jadi Sorotan Media Internasional: Investor Asing Semakin Tak Percaya

Vonis Nadiem Makarim Jadi Sorotan Media Internasional: Investor Asing Semakin Tak Percaya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:46 WIB

Tujuh BUMN Logistik Resmi Melebur di bawah PT Multi Terminal Indonesia

Tujuh BUMN Logistik Resmi Melebur di bawah PT Multi Terminal Indonesia

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:21 WIB

Dilema B50 vs Ekspor CPO, Kebijakan Ini Bisa Jadi Pedang Bermata Dua?

Dilema B50 vs Ekspor CPO, Kebijakan Ini Bisa Jadi Pedang Bermata Dua?

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:11 WIB

Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026

Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:06 WIB

Brantas Abipraya Percepat Penyelesaian Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, Dukung Pemerataan Pendidikan

Brantas Abipraya Percepat Penyelesaian Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, Dukung Pemerataan Pendidikan

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:04 WIB

×