Sempat Menguat, IHSG Berujung Terkoreksi ke Level 7.048

Achmad Fauzi

Selasa, 31 Maret 2026 | 17:03 WIB
Sempat Menguat, IHSG Berujung Terkoreksi ke Level 7.048
Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • IHSG terkoreksi 0,61 persen menjadi 7.048 pada Selasa, 31 Maret 2026, didorong aksi ambil untung investor jangka pendek.
  • Sektor transportasi melemah terdalam 4,6 persen, sementara sektor non-siklikal menguat signifikan sebesar 1,48 persen sebagai penopang.
  • Keputusan pemerintah menahan harga BBM berpotensi menahan inflasi, namun berisiko melebarkan defisit APBN.

Suara.com - Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berujung terkoreksi pada, Selasa, 31 Maret 2026, setelah maraknya investor melakukan aksi ambil untung.

Mengutip riset Phintraco Sekuritas, IHSG terkoreksi 0,61 persen ke level 7.048, Sepanjang sesi perdagangan, indeks sempat menguat di awal, namun berbalik turun akibat tekanan jual jangka pendek.

"IHSG sempat menguat di awal sesi, namun kembali mengalami koreksi yang diduga karena investor cenderung merealisasikan keuntungan dalam jangka pendek di tengah kondisi ketidakpastian yang masih tinggi," tulis riset tersebut.

Dari sisi sektoral, sektor transportasi mencatatkan pelemahan terdalam hingga 4,6 persen. Sebaliknya, sektor non-siklikal menjadi penopang dengan penguatan sebesar 1,48 persen.

Karyawan mengamati layar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/9/2020). [ANTARA FOTO/Reno Esnir]
Karyawan mengamati layar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta,. [ANTARA FOTO/Reno Esnir]

Sejalan dengan IHSG, nilai tukar rupiah juga mengalami tekanan. Mata uang Garuda ditutup melemah 0,23 persen ke level Rp 17.041 per dolar AS di pasar spot.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak sideways dalam kisaran 6.900 hingga 7.150, dengan level resistance di 7.200 dan support di 6.900.

Dari sisi kebijakan, pasar merespons pernyataan pemerintah yang memastikan tidak akan ada kenaikan harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi. Kebijakan ini dinilai mampu menahan tekanan inflasi, khususnya dari sektor transportasi dan distribusi.

Namun di sisi lain, keputusan tersebut berpotensi menambah beban subsidi energi di tengah kenaikan harga minyak dunia, sehingga membuka risiko pelebaran defisit APBN.

"Jika harga BBM tidak naik, maka tekanan inflasi dari sektor transportasi dan distribusi logistik dapat diredam sehingga menjaga daya beli masyarakat tetap stabil. Di lain pihak, dengan tidak dinaikkannya harga BBM di saat harga minyak mentah global mengalami kenaikan, berpotensi membuat anggaran subsidi bertambah dan risiko defisit APBN melebar," tulis Phintraco.

baca juga

Pelaku pasar kini menantikan pengumuman resmi pemerintah terkait langkah kebijakan untuk meredam dampak kenaikan harga minyak global.

Selain itu, investor juga akan mencermati sejumlah data ekonomi domestik yang akan dirilis pada Rabu (1/4), seperti indeks manufaktur PMI Maret yang diperkirakan melambat ke level 51,2 dari sebelumnya 53,8.

Neraca perdagangan Februari diproyeksikan mencatat surplus sebesar 1,2 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan Januari yang sebesar 0,9 miliar dolar AS. Sementara itu, inflasi Maret diperkirakan berada di level 0,3 persen secara bulanan dan 4,9 persen secara tahunan.

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan hari ini, sebanyak 25,73 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 14,94 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,72 juta kali.

Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 270 saham bergerak naik, sedangkan 435 saham mengalami penurunan, dan 253 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada hari ini diantaranya, WEHA, POLA, CHEM, YPAS, BANK, TALF, MOLI, ESTA, DFAM, BLES, SURI.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, MDIY, GSMF, DATA, PPRE, NZIA, RGAS, SSTM, GMFI, RANC, RONY, TRUK.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Berbalik Loyo di Sesi I, 403 Saham Jeblok

IHSG Berbalik Loyo di Sesi I, 403 Saham Jeblok

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:27 WIB

IHSG Bergerak Fluktuatif, Bos BEI: Itu Wajar

IHSG Bergerak Fluktuatif, Bos BEI: Itu Wajar

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:25 WIB

IHSG Rebound Pagi Ini, Cek Saham yang Cuan

IHSG Rebound Pagi Ini, Cek Saham yang Cuan

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 09:14 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×