Dana Asing Kabur dari IHSG, Saham BUMI Masuk Rekomendasi Analis

M Nurhadi

Jum'at, 10 April 2026 | 07:55 WIB
Dana Asing Kabur dari IHSG, Saham BUMI Masuk Rekomendasi Analis
Ilustrasi [Antara]
baca 10 detik
  • Investor asing melakukan aksi jual bersih sebesar Rp1,77 triliun pada saham perbankan besar di BEI tanggal 9 April 2026.
  • Penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran memicu kenaikan harga minyak mentah global serta menekan bursa saham Asia.
  • IHSG diprediksi berpotensi terkoreksi, sehingga investor disarankan menerapkan strategi beli saat harga melemah pada saham sektor energi.

Suara.com - Investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) nampaknya harus memasang sabuk pengaman lebih kencang pagi ini. Meski pada perdagangan Kamis (9/4/2026) kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil parkir di zona hijau dengan kenaikan tipis 0,39%, ada "bom waktu" yang tersembunyi di balik angka tersebut.

Data menunjukkan aksi jual bersih (net sell) investor asing yang sangat masif, mencapai angka Rp1,77 triliun. Menariknya, saham-saham yang dilepas adalah tulang punggung indeks kita, yakni duo perbankan raksasa BBCA dan BBRI, disusul oleh BMRI, BUMI, dan BRPT.

Fenomena "pulang kampung"-nya dana asing ini menjadi sinyal merah bahwa pasar domestik sedang berada dalam posisi yang rapuh.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi akan mengalami tekanan atau potensi koreksi. Landasan support indeks kini berada di rentang 7.250–7.300, sementara area resistance yang cukup berat untuk ditembus berada di level 7.330–7.400.

Jika aksi jual asing berlanjut, bukan tidak mungkin indeks akan menguji level psikologis yang lebih rendah.

Drama Selat Hormuz: Gencatan Senjata yang "Rapuh"

Gairah pasar yang sempat memuncak akibat berita damai antara Amerika Serikat dan Iran kini berubah menjadi ketidakpastian baru.

Bursa Asia pada perdagangan kemarin ditutup bervariasi cenderung melemah; Nikkei Jepang terkoreksi 0,73% dan Kospi Korea Selatan anjlok hingga 1,61%.

Pemicunya adalah "drama" di Selat Hormuz. Iran dilaporkan kembali menutup jalur vital pengiriman minyak dunia tersebut pada Rabu malam.

baca juga

Langkah ini merupakan respons keras Teheran atas serangan Israel ke Lebanon yang dinilai melanggar kesepakatan damai. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, bahkan terang-terangan menuduh Washington gagal menjaga komitmen dalam perjanjian gencatan senjata yang baru berumur jagung tersebut.

Penutupan kembali Selat Hormuz langsung membuat harga minyak mentah bereaksi. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) kembali melompat lebih dari 3% ke level US$ 97,87 per barel, sementara Brent menguat di atas 1% ke level US$ 95,92 per barel.

Gejolak energi ini tentu menjadi beban tambahan bagi pasar saham Asia yang sangat sensitif terhadap biaya logistik dan inflasi.

Wall Street Bertahan di Balik Optimisme AI

Berbeda nasib dengan bursa Asia, kiblat pasar modal dunia, Wall Street, justru menutup perdagangan Kamis dengan penguatan. Pelaku pasar di Amerika nampaknya masih ingin percaya bahwa gencatan senjata dua minggu ini bisa bertahan, meskipun ada gangguan di lapangan.

Indeks S&P 500 naik 0,62%, Nasdaq menguat 0,83%, dan Dow Jones bertambah 0,58%. Penguatan ini tidak hanya didorong oleh isu geopolitik, tetapi juga oleh sentimen korporasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AVIA Bagikan Dividen Jumbo Rp1,36 Triliun, Segini Jatah untuk Pemegang Saham

AVIA Bagikan Dividen Jumbo Rp1,36 Triliun, Segini Jatah untuk Pemegang Saham

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 17:57 WIB

IHSG Naik Lagi ke Level 7.307, Ini Pendorongnya

IHSG Naik Lagi ke Level 7.307, Ini Pendorongnya

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 17:14 WIB

Banyak Investor Ambil Untung, IHSG Merah Lagi di Sesi I

Banyak Investor Ambil Untung, IHSG Merah Lagi di Sesi I

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 12:51 WIB

IHSG Terkoreksi Pagi Ini ke Level 7.238, Tapi Diproyeksi Menguat

IHSG Terkoreksi Pagi Ini ke Level 7.238, Tapi Diproyeksi Menguat

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 09:14 WIB

Kejar Target Modal dari Bank Indonesia, CASH Siapkan Rights Issue Rp237,2 Miliar

Kejar Target Modal dari Bank Indonesia, CASH Siapkan Rights Issue Rp237,2 Miliar

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 08:15 WIB

Konflik Iran-AS Mereda, Wall Street Terus Melejit

Konflik Iran-AS Mereda, Wall Street Terus Melejit

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 08:03 WIB

Terkini

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:54 WIB

×