Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Konflik Iran-AS Mereda, Wall Street Terus Melejit

Achmad Fauzi

Kamis, 09 April 2026 | 08:03 WIB
Konflik Iran-AS Mereda, Wall Street Terus Melejit
Bursa Saham Wall Street New York AS
baca 10 detik
  • Dow Jones naik 2,85 persen, S&P 500 naik 2,51 persen, dan Nasdaq melonjak 2,80% setelah ketegangan geopolitik mereda.
  • WTI turun lebih dari 16 persen dan Brent turun sekitar 13 persen, mencerminkan meredanya kekhawatiran pasokan energi global.
  • Keputusan Trump menunda serangan ke Iran dan membuka peluang negosiasi menjadi pendorong utama reli pasar.

Suara.com - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat signifikan pada perdagangan Rabu (waktu setempat), menyusul meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Mengutip CNBC, penguatan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump memutuskan untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu.

Keputusan tersebut menghentikan sementara konflik selama lima minggu yang sebelumnya sempat mengganggu jalur distribusi energi global, termasuk Selat Hormuz.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1.325,46 poin atau 2,85 persen ke level 47.909,92. Ini menjadi kinerja harian terbaik sejak April 2025.

Ilustrasi Wall Street (Antara/REUTERS/Brendan McDermid)
Ilustrasi Wall Street (Antara/REUTERS/Brendan McDermid)

Sementara itu, indeks S&P 500 naik 2,51 persen ke posisi 6.782,81, dan Nasdaq Composite menguat 2,80 persen menjadi 22.635,00.

Di sisi lain, harga minyak dunia justru mengalami penurunan tajam. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) anjlok lebih dari 16 persen dan ditutup di level 94,41 dolar AS per barel, mencatat penurunan harian terbesar sejak April 2020.

Sedangkan minyak Brent turun sekitar 13 persen ke level 94,75 dolar AS per barel.

"Saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu," tulis Trump di Truth Social. "Kami menerima proposal 10 poin dari Iran, dan percaya itu adalah dasar yang dapat diterapkan untuk bernegosiasi."

Trump menambahkan, gencatan senjata tersebut bergantung pada persetujuan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

baca juga

Pemerintah Iran melalui Dewan Keamanan Nasional Tertinggi disebut telah menyetujui pembukaan jalur perairan tersebut selama dua minggu, dengan syarat seluruh serangan dihentikan. Israel juga dilaporkan menyetujui gencatan senjata tersebut.

"Bukan hal yang mengejutkan bahwa ada pengumuman penangguhan konflik Iran. Pasar telah jauh lebih baik dalam memprediksi langkah Trump selanjutnya," kata Jay Woods, kepala ahli strategi pasar untuk Freedom Capital Markets.

"Kekhawatiran sekarang adalah apakah jangka waktu ‘dua minggu’ yang sudah terlalu familiar ini akan mengarah pada penyelesaian," lanjutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE

OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:51 WIB

Meski Perang Berkobar Lagi, Wall Street Melenggang Naik

Meski Perang Berkobar Lagi, Wall Street Melenggang Naik

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 08:27 WIB

Bursa Saham RI Suram, IHSG Parkir di Level 6.900

Bursa Saham RI Suram, IHSG Parkir di Level 6.900

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 17:08 WIB

Terkini

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:56 WIB

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:52 WIB

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:14 WIB

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:55 WIB

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:45 WIB

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:21 WIB

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:51 WIB

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:50 WIB

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:09 WIB

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:59 WIB

×