Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.620.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

Pengangguran Masih 7,24 Juta Orang, Masalahnya Bukan Sekadar Minim Lowongan

Achmad Fauzi

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:37 WIB
Pengangguran Masih 7,24 Juta Orang, Masalahnya Bukan Sekadar Minim Lowongan
Para penganguran yang tengah mencari pekerjaan di Job Fair. (Suara.com/ Angga Haksoro A).
baca 10 detik
  • BPS mencatat tingkat pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 4,68 persen atau 7,24 juta orang pada Februari 2026.
  • TalentGO.AI menyebut fenomena 'The Great Preparation Gap' sebagai kendala utama kandidat gagal terserap di pasar kerja.
  • Sekitar 80 persen lamaran kerja gugur tahap awal akibat CV yang tidak optimal dan belum ramah sistem ATS.

Suara.com - Pengangguran di Indonesia masih tergolong tinggi meski tren penurunannya mulai terlihat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran per Februari 2026 mencapai 7,24 juta orang atau setara tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,68 persen dari total 154,91 juta angkatan kerja.

Di tengah kondisi tersebut, TalentGO.AI menilai persoalan pasar kerja saat ini bukan hanya minimnya lowongan pekerjaan, melainkan masih besarnya kesenjangan antara kesiapan kandidat dan kebutuhan perusahaan.

TalentGO.AI menyebut fenomena itu sebagai 'The Great Preparation Gap' atau kesenjangan kesiapan kerja.

Menurut perusahaan teknologi rekrutmen berbasis AI tersebut, banyak pelamar kerja sebenarnya memiliki kemampuan yang relevan, namun gagal lolos seleksi karena tidak mampu mengomunikasikan kompetensinya dengan baik.

Ilustrasi pengangguran di Kota Solo. [Dok Suara.com/AI]
Ilustrasi pengangguran. [Dok Suara.com/AI]

"Meski angka pengangguran turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya, skala pencari kerja yang masih belum terserap menunjukkan bahwa proses pencocokan antara kandidat dan kebutuhan perusahaan tetap menjadi pekerjaan besar bagi ekosistem ketenagakerjaan," ujar CEO & Founder TalentGO.AI, Valencia Gabriella di Jakarta, Rabu (13/5/2026)

TalentGO.AI menilai tantangan pencari kerja saat ini tidak lagi berhenti pada mencari lowongan, tetapi memahami bagaimana perusahaan menilai kandidat dalam proses rekrutmen modern.

Dalam banyak kasus, kandidat dinilai bukan tidak kompeten, melainkan gagal menjelaskan pengalaman dan nilai diri secara jelas melalui CV, portofolio, ekspektasi gaji, hingga jawaban wawancara.

CEO & Founder TalentGO.AI, Valencia Gabriella mengatakan banyak kandidat masih melihat proses melamar kerja sebagai persoalan kuantitas, bukan kualitas kesiapan.

Misi TalentGO.AI adalah mendemokratisasi akses terhadap persiapan kerja berkualitas tinggi. Perseroan percaya, bahwa setiap orang berhak mendapatkan bimbingan karier yang objektif. Dalam hal ini, kami melihat banyak kandidat memandang proses pencarian kerja sebagai soal kuantitas: semakin banyak lamaran yang dikirim, semakin besar peluang untuk dipanggil.

baca juga

"Padahal, dalam rekrutmen modern, kualitas kesiapan justru menjadi pembeda. CV harus bisa menunjukkan relevansi, ekspektasi gaji harus berbasis data pasar, dan saat interview kandidat perlu mampu menjelaskan pengalaman dengan struktur yang masuk akal bagi rekruter," kata Valencia.

Di sisi lain, penggunaan teknologi dalam proses rekrutmen juga membuat persaingan semakin ketat. Banyak perusahaan kini menggunakan Applicant Tracking System (ATS) untuk menyaring lamaran secara otomatis.

TalentGO.AI mengungkapkan sekitar 80 persen lamaran kerja bisa gugur pada tahap awal akibat CV yang tidak optimal atau belum ramah ATS.

Riset mencatat sekitar 80 persen lamaran dapat gugur di tahap awal karena CV tidak optimal atau belum ramah ATS, sementara penyesuaian sederhana seperti mencocokkan judul pekerjaan dengan posisi yang dilamar disebut dapat meningkatkan peluang kandidat dipanggil untuk wawancara hingga 3,5 kali.

Menurut TalentGO.AI, penggunaan AI ke depan tidak hanya berfungsi sebagai alat pencari kerja, tetapi juga menjadi pendamping karier untuk membantu kandidat meningkatkan keterampilan, memahami kebutuhan industri, hingga mempersiapkan negosiasi gaji berbasis data pasar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anggaran Dipangkas, Dapur Tak Ngebul: Jeritan Seniman Jogja hingga Sarjana Menganggur

Anggaran Dipangkas, Dapur Tak Ngebul: Jeritan Seniman Jogja hingga Sarjana Menganggur

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 08:33 WIB

Jumlah Pengangguran di Indonesia Berkurang 35.000 Orang

Jumlah Pengangguran di Indonesia Berkurang 35.000 Orang

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:20 WIB

150 Ribu Pekerja Terancan Jadi Pengangguran Akibat Larangan Vape

150 Ribu Pekerja Terancan Jadi Pengangguran Akibat Larangan Vape

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 08:04 WIB

Terkini

Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok

Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:47 WIB

Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong

Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:18 WIB

IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun

IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:31 WIB

60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha

60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:01 WIB

Produk Tembakau Alternatif Ramai Digunakan, Edukasi Jadi Sorotan

Produk Tembakau Alternatif Ramai Digunakan, Edukasi Jadi Sorotan

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:51 WIB

Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang

Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:18 WIB

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 01:25 WIB

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

×