150 Ribu Pekerja Terancan Jadi Pengangguran Akibat Larangan Vape

Achmad Fauzi

Jum'at, 17 April 2026 | 08:04 WIB
150 Ribu Pekerja Terancan Jadi Pengangguran Akibat Larangan Vape
Pedagang Rokok elektronik di Pasar Senen, Jakarta, Selasa (19/5).
baca 10 detik
  • Larangan vape Dinilai bisa mematikan industri dan UMKM.
  • Industri vape serap hingga 150 ribu tenaga kerja pada 2025.
  • Pemerintah diminta fokus pada pengawasan narkoba, bukan pelarangan produk.

Suara.com - Rencana pelarangan total rokok elektrik atau vape menuai kritik dari DPR RI. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi menghantam ratusan ribu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergantung pada industri tersebut.

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Bambang Haryo Soekartono, menilai usulan pelarangan vape justru tidak menyasar akar persoalan, yakni peredaran narkotika ilegal.

Menurutnya, kemunculan indikasi penyalahgunaan cairan vape sebagai media distribusi narkoba seharusnya direspons dengan penguatan pengawasan, bukan pelarangan total produk.

"Berarti tugas BNN maupun Kepolisian ini masih kurang, kurang maksimal di dalam pencegahan," ujarnya di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Model menghisap rokok elektrik disela acara Resolusi 2020 'I Choose to be Healthier' Rabu (4/12). [Suara.com/Oke Atmaja]
Model menghisap rokok elektrik . [Suara.com]

Ia menegaskan, tugas utama aparat adalah memastikan produk yang beredar tidak terkontaminasi zat berbahaya, bukan justru melarang industrinya secara keseluruhan.

Lebih lanjut, Bambang mengingatkan bahwa kebijakan pelarangan vape berpotensi menimbulkan dampak ekonomi besar, terutama bagi pelaku UMKM dan tenaga kerja yang menggantungkan hidup di sektor ini.

Data Perkumpulan Produsen Eliquid Indonesia (PPEI) menunjukkan bahwa industri rokok elektrik berpotensi menyerap tenaga kerja hingga 210.000–280.000 orang pada 2030, dengan pertumbuhan 1 persen–3 persen per tahun.

Sementara itu, Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) mencatat saat ini terdapat lebih dari 1.500 pelaku usaha di seluruh Indonesia, mulai dari ritel, distributor, hingga produsen.

Pada 2025 saja, industri ini telah menyerap sekitar 100.000 hingga 150.000 tenaga kerja.

baca juga

Bambang pun menilai, kebijakan pelarangan total berisiko mematikan industri yang tengah berkembang dan berdampak langsung pada perekonomian masyarakat.

"Sama dengan pelabuhan laut misalnya. Pelabuhan laut itu tempat lewatnya narkoba. Terus supaya tidak dilewati narkoba, pelabuhan lautnya ditutup? Jadi kalau bertugasnya tidak mampu, jangan mengorbankan (industrinya)," tegas Bambang.

Ia menambahkan, penggunaan vape sebagai media penyalahgunaan narkoba tidak bisa dijadikan alasan untuk melarang produknya secara keseluruhan, mengingat peredaran narkotika terjadi melalui berbagai jalur lain.

Menurutnya, deteksi narkoba dalam cairan atau perangkat vape ilegal justru relatif mudah dilakukan jika pengawasan diperketat dan terintegrasi.

"Oleh sebab itu, perlu adanya pertimbangan matang terkait wacana pelarangan total perdaran daripada vape ini," pungkas Bambang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Wacana Larangan Peredaran Vape, Apa Efeknya ke Ekonomi?

Ada Wacana Larangan Peredaran Vape, Apa Efeknya ke Ekonomi?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:05 WIB

Gawat! Mayoritas Pengusaha RI Ogah Tambah Karyawan

Gawat! Mayoritas Pengusaha RI Ogah Tambah Karyawan

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 16:09 WIB

Ekspor IKM Surabaya Tembus 2,73 Juta Dolar AS, SIL Festival 2026 Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

Ekspor IKM Surabaya Tembus 2,73 Juta Dolar AS, SIL Festival 2026 Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 17:59 WIB

Terkini

Ter Stegen Main Buruk, Pelatih Ajax Bakal Turunkan Maarten Paes Lawan FC Groningen?

Ter Stegen Main Buruk, Pelatih Ajax Bakal Turunkan Maarten Paes Lawan FC Groningen?

Bola | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:48 WIB

Prabowo Sambut Sekjen PBB Antnio Guterres di Hambalang

Prabowo Sambut Sekjen PBB Antnio Guterres di Hambalang

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:45 WIB

Tren Baru Wisata MICE, Ketika Agenda Bisnis Dipadukan dengan Pengalaman Liburan

Tren Baru Wisata MICE, Ketika Agenda Bisnis Dipadukan dengan Pengalaman Liburan

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:42 WIB

Persebaya Ditahan PSS, Bonek Panen Pujian Bentangkan Spanduk Save Kalimantan

Persebaya Ditahan PSS, Bonek Panen Pujian Bentangkan Spanduk Save Kalimantan

Bola | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:36 WIB

Tips Settingan Kamera Mode Pro Malam Hari HP Xiaomi, Hasil Foto Lebih Jernih

Tips Settingan Kamera Mode Pro Malam Hari HP Xiaomi, Hasil Foto Lebih Jernih

Tekno | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi 3 Kali, Abu Membubung 500 Meter dan Status Masih Siaga

Gunung Anak Krakatau Erupsi 3 Kali, Abu Membubung 500 Meter dan Status Masih Siaga

Lampung | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:28 WIB

7 Tips Feng Shui agar Tidak Boros di Akhir Bulan, Mulai dari Pintu Masuk hingga Dompet

7 Tips Feng Shui agar Tidak Boros di Akhir Bulan, Mulai dari Pintu Masuk hingga Dompet

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:24 WIB

HP Rp3 Jutaan Rasa Flagship? Ini 4 Rekomendasi dengan Kamera Terbaik 200 MP dan OIS!

HP Rp3 Jutaan Rasa Flagship? Ini 4 Rekomendasi dengan Kamera Terbaik 200 MP dan OIS!

Tekno | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:15 WIB

TPG Guru Non-ASN Ditargetkan Cair Senin, SP2D Disebut Sudah Siap

TPG Guru Non-ASN Ditargetkan Cair Senin, SP2D Disebut Sudah Siap

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Surplus Dagang RI Tembus US$7,25 Miliar, Kemendag Bidik Pasar Ekspor Baru

Surplus Dagang RI Tembus US$7,25 Miliar, Kemendag Bidik Pasar Ekspor Baru

Bisnis | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:05 WIB

×