Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Achmad Fauzi | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Rabu, 13 Mei 2026 | 18:49 WIB
Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG
Kementerian ESDM memastikan CNG hanya alternatif bukan pengganti LPG 3kg.
  • Kementerian ESDM menegaskan pengembangan CNG dilakukan secara bertahap sebagai alternatif, bukan pengganti LPG tabung tiga kilogram nasional.
  • Pemerintah tengah menjalankan pilot project serta melakukan analisis aspek keselamatan bersama lembaga terkait sebelum CNG resmi diedarkan.
  • Pengembangan CNG bertujuan menekan ketergantungan impor LPG karena bahan baku gas tersebut melimpah dan tersedia di dalam negeri.

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pengembangan Compressed Natural Gas (CNG) bukan sebagai pengganti LPG tabung 3 kilogram, melainkan hanya sebagai alternatif. 

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menyebut kini pengemabangannya akan dilakukan secara bertahap. 

"Sebenarnya alternatif dan pengganti kan artinya sama. Cuma kalau kita bilang pengganti, itu masif, sangat besar. Kalau alternatif ada tahapan-tahapannya. Yang benar itu kita ada tahapan-tahapannya," ujar Laode saat ditemui wartawan di Kementerian ESDM, Jakarta pada Rabu (13/5/2026). 

Pemerintah kini melirik Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG). Langkah pengembangan yang tengah digarap oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini bertujuan untuk menekan tingginya ketergantungan terhadap impor LPG. Desain Suara.com/AI
Kementerian ESDM CNG Bukan pengganti LPG 3 kg. Desain Suara.com/AI

Laode menjelaskan bahwa pengembangan CNG akan dilakukan melalui pilot project, dan pada saat ini sudah mulai dilakukan. 

"Tahun ini sudah akan ada beberapa pilot project," kata Laode. 

Di samping itu, terkait pengembangan CNG, Laode menyebut bahwa pemerintah saat ini sedang menganalisis aspek keselamatannya. Mengingat CNG memiliki tekanan tinggi, sehingga perlu mempertimbangkan faktor keamanannya jika nantinya akan diedarkan mengggunakan tabung, seperti LPG 3 kilogram. 

Untuk itu Kementerian ESDM tengah mengkonsolidasikan dengan sejumlah lembaga terkait seperti Kementerian Perindustrian, Badan Standardisasi Nasional, termasuk Kementerian Ketenagakerjaan. 

"Aspek keselamatannya ini bukan hanya dari kementerian SDM, tapi juga ada dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Ketenagakerjaan sama BSN yang menerbitkan standarnya," kata Laode. 

"Ini semua kita sedang konsolidasikan semua,  agar aspek ini bisa kita handle. Ini juga sedang disiapkan agar kita bisa segera mengimplementasikannya," sambungnya. 

Sebagaimana diketahui pengembangan CNG bertujuan untuk menekan ketergantungan terhadap impor LPG. Tercatat sebanyak 80 persen kebutuhan LPG nasional masih bergantung dari pasokan yang berasal dari luar negeri. 

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkap CNG dipilih karena bahan bakunya yang melimpah dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Berbeda dengan LPG yang bahan bakunya harus diimpor dari luar negeri. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Temui Bahlil Siapkan Swasembada Energi dan Listrik Desa

Purbaya Temui Bahlil Siapkan Swasembada Energi dan Listrik Desa

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:13 WIB

Rupiah Tembus Rp17.500, ESDM Mulai Bahas Nasib Subsidi BBM

Rupiah Tembus Rp17.500, ESDM Mulai Bahas Nasib Subsidi BBM

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:58 WIB

Meski Sudah Deal, Bahlil Akui Impor Minyak Mentah dari Rusia Terhambat

Meski Sudah Deal, Bahlil Akui Impor Minyak Mentah dari Rusia Terhambat

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:36 WIB

Terkini

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:45 WIB

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:43 WIB

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:39 WIB

GIAA Lapor: Kinerja Menguat di 3 Bulan Pertama 2026, Rugi Bersih Dipangkas 45 Persen

GIAA Lapor: Kinerja Menguat di 3 Bulan Pertama 2026, Rugi Bersih Dipangkas 45 Persen

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:08 WIB

Lonjakan Harga Minyak dan Rupiah yang Melemah Bisa Tambah Defisit Fiskal hingga Rp200 Triliun

Lonjakan Harga Minyak dan Rupiah yang Melemah Bisa Tambah Defisit Fiskal hingga Rp200 Triliun

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:59 WIB

Seleksi Direksi BEI Berjalan Sesuai Aturan, Ini Bocoran dari OJK

Seleksi Direksi BEI Berjalan Sesuai Aturan, Ini Bocoran dari OJK

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:46 WIB

TPIA, BREN, DSSA Biang Kerok, IHSG Ditutup Nyaman Berada di Zona Merah

TPIA, BREN, DSSA Biang Kerok, IHSG Ditutup Nyaman Berada di Zona Merah

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:19 WIB

Strategi Investasi Usai Rebalancing MSCI: Saatnya Wait and See atau Borong Blue Chip?

Strategi Investasi Usai Rebalancing MSCI: Saatnya Wait and See atau Borong Blue Chip?

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:01 WIB

Baru IPO! 95,82 Persen Saham WBSA Ternyata Dikuasai Beberapa Pihak, Bakal Jadi Sorotan MSCI?

Baru IPO! 95,82 Persen Saham WBSA Ternyata Dikuasai Beberapa Pihak, Bakal Jadi Sorotan MSCI?

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:38 WIB

Nilai Tukar Rupiah Menguat Jelang Long Weekend, Ini Penyebabnya

Nilai Tukar Rupiah Menguat Jelang Long Weekend, Ini Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:21 WIB