Dolar AS Perkasa, Harga Referensi Emas Indonesia Periode II Mei 2026 Terkoreksi Tajam

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 15 Mei 2026 | 13:41 WIB
Dolar AS Perkasa, Harga Referensi Emas Indonesia Periode II Mei 2026 Terkoreksi Tajam
Pengunjung menunjukkan logam mulia Antam yang dibeli di Jakarta, Jumat (27/3/2026). [ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wpa].
baca 10 detik
  • HR emas turun jadi USD 4.682,80/t oz akibat penguatan dolar AS.
  • HPE emas s.d 31 Mei terkoreksi 1,72% menjadi USD 150.555,29/kg.
  • Kenaikan yield obligasi AS picu aksi profit taking oleh investor.

Suara.com - Penguatan nilai tukar mata uang dolar Amerika Serikat (AS) yang kian perkasa di pasar global berhasil memberikan tekanan hebat pada harga komoditas logam mulia di dalam negeri. Kondisi tersebut memaksa Kementerian Perdagangan Republik Indonesia untuk merombak ke bawah acuan harga referensi emas nasional untuk periode kedua bulan Mei 2026.

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan secara resmi menetapkan Harga Referensi (HR) produk pertambangan emas turun menjadi USD 4.682,80 per troy ounce (t oz). Angka ini mencatat penurunan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan periode sebelumnya yang sempat bertengger di level USD 4.764,90 per t oz.

Langkah koreksi ini tidak hanya berimbas pada Harga Referensi, melainkan juga turut menyeret Harga Patokan Ekspor (HPE) komoditas emas nasional. Untuk periode yang berlaku mulai tanggal 15 hingga 31 Mei 2026, HPE emas ditetapkan sebesar USD 150.555,29 per kilogram. Nilai ini mencerminkan pelemahan sebesar 1,72 persen dibanding paruh pertama Mei yang sempat menyentuh angka USD 153.194,87 per kilogram.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Tommy Andana, mengungkapkan bahwa tren penurunan harga emas domestik ini sepenuhnya digerakkan oleh dinamika makroekonomi global, di mana dolar AS memegang peranan utama sebagai penekan aset-aset safe haven.

“Penurunan HPE dan HR emas dipengaruhi oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Kemudian, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang meningkatkan daya tarik aset berbunga dibandingkan emas sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yield asset), turut memicu turunnya HPE dan HR emas,” jelas Tommy Andana dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (15/5/2026).

Lebih lanjut, Tommy memaparkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan selama periode pengumpulan data, grafik harga emas global mulai memperlihatkan fase jenuh beli dan masuk ke area koreksi setelah sempat mencatatkan penguatan tajam pada pekan-pekan sebelumnya. Situasi pasar yang jenuh ini dimanfaatkan secara masif oleh para pelaku pasar dan investor global untuk melakukan aksi ambil untung atau profit taking.

Menurut analisis Kemendag, fase koreksi dan konsolidasi yang terjadi saat ini merupakan sinyal kuat adanya pergeseran sentimen di kalangan investor. Pasar menilai instrumen investasi yang menawarkan imbal hasil pasti, seperti obligasi Pemerintah AS, jauh lebih kompetitif dan menarik dalam situasi moneter saat ini dibandingkan dengan memegang emas yang tidak memberikan bunga.

Gelombang sentimen negatif dari pasar internasional tersebut pada akhirnya mendikte arah kebijakan perdagangan luar negeri Indonesia, khususnya dalam formulasi penetapan harga acuan ekspor serta harga referensi komoditas pertambangan emas teranyar.

Adapun legalitas dari kebijakan harga baru ini telah dituangkan secara resmi dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1343 Tahun 2026 mengenai Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar. Langkah ini diambil secara kredibel berdasarkan rekomendasi dan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang merujuk langsung pada pergerakan harga riil di London Bullion Market Association (LBMA).

baca juga

Guna memastikan kebijakan ini selaras dengan stabilitas ekonomi nasional, proses penyusunannya juga melibatkan koordinasi lintas sektoral yang intensif bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, serta Kementerian Perindustrian, agar kepentingan dagang nasional tetap terlindungi di tengah volatilitas global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Anjlok, Kemendag Pangkas Patokan Ekspor dan Referensi

Harga Emas Anjlok, Kemendag Pangkas Patokan Ekspor dan Referensi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:15 WIB

Rupiah Terpuruk ke Rp17.500, Ekonom Warning Risiko Dolar AS Sentuh Rp18.000

Rupiah Terpuruk ke Rp17.500, Ekonom Warning Risiko Dolar AS Sentuh Rp18.000

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:02 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram

Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:09 WIB

Terkini

Harga Logam Mulia Diprediksi Fluktuatif, Simak Rentang Proyeksi Harga Emas

Harga Logam Mulia Diprediksi Fluktuatif, Simak Rentang Proyeksi Harga Emas

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 08:29 WIB

Belanda Tekuk Serbia 2-1, Xavi Soroti Brace Mexx Meerdink dan Umpan Akurat Veerman

Belanda Tekuk Serbia 2-1, Xavi Soroti Brace Mexx Meerdink dan Umpan Akurat Veerman

Bola | Senin, 28 September 2026 | 08:25 WIB

Kronologi Menteri PU Dody Hanggodo Marah ke Anak Buah saat Sidak Sawah Bekasi

Kronologi Menteri PU Dody Hanggodo Marah ke Anak Buah saat Sidak Sawah Bekasi

News | Senin, 28 September 2026 | 08:23 WIB

Kematian Vanreko Varkas Jadi Alarm: Koalisi Desak Usut Tuntas dan Hentikan Militerisasi!

Kematian Vanreko Varkas Jadi Alarm: Koalisi Desak Usut Tuntas dan Hentikan Militerisasi!

News | Senin, 28 September 2026 | 08:10 WIB

BIGBANG Tambah Jadwal Konser di Jakarta! Simak Trik Jitu Biar Nggak Gagal War Tiket Lagi

BIGBANG Tambah Jadwal Konser di Jakarta! Simak Trik Jitu Biar Nggak Gagal War Tiket Lagi

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 08:10 WIB

Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo

Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo

News | Senin, 28 September 2026 | 08:05 WIB

PB ORADO Pecahkan Rekor MURI, Piala Panglima TNI 2026 Diikuti 20.000 Peserta

PB ORADO Pecahkan Rekor MURI, Piala Panglima TNI 2026 Diikuti 20.000 Peserta

Sport | Senin, 28 September 2026 | 08:03 WIB

IHSG Bisa Anjlok Lagi, Dana Asing Kabur Rp3,5 Triliun: Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Bisa Anjlok Lagi, Dana Asing Kabur Rp3,5 Triliun: Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 08:00 WIB

Prakiraan Cuaca: Pekanbaru Diprediksi Hujan Ringan, Jambi Disertai Petir

Prakiraan Cuaca: Pekanbaru Diprediksi Hujan Ringan, Jambi Disertai Petir

Riau | Senin, 28 September 2026 | 07:58 WIB

Jokowi Tunjukkan KTA PSI, Grace Natalie Ungkap Pesannya untuk Pengurus dan Kader

Jokowi Tunjukkan KTA PSI, Grace Natalie Ungkap Pesannya untuk Pengurus dan Kader

News | Senin, 28 September 2026 | 07:46 WIB

×