Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.555.000
Beli Rp2.430.000
IHSG 6.175,535
LQ45 621,910
Srikehati 307,227
JII 366,948
USD/IDR 17.939

Rupiah Terpuruk ke Rp17.500, Ekonom Warning Risiko Dolar AS Sentuh Rp18.000

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:02 WIB
Rupiah Terpuruk ke Rp17.500, Ekonom Warning Risiko Dolar AS Sentuh Rp18.000
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. [Antara]
baca 10 detik
  • Kepala Ekonom Bank Permata menyatakan nilai tukar Rupiah menembus Rp17.500 per dolar AS akibat tekanan geopolitik serta energi global.
  • Pelemahan terjadi sejak Mei 2026 karena tingginya permintaan dolar untuk dividen dan kekhawatiran pasar terhadap keberlanjutan fiskal nasional.
  • Meskipun rupiah tertekan, fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh dengan pertumbuhan ekonomi 5,61 persen dan cadangan devisa yang mencukupi.

Suara.com - Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai tukar Rupiah terhadap dolar AS yang kini telah menembus level Rp17.500 dipicu oleh tekanan eksternal.

Lantaran, memburuknya konflik geopolitik AS-Iran serta lonjakan harga minyak dunia yang memicu kekhawatiran inflasi.

Kondisi ini memaksa investor memindahkan asset mereka ke tempat yang lebih aman (safe haven), sehingga menekan mayoritas mata uang Asia, termasuk Indonesia yang sangat sensitif terhadap pasokan energi global.

"Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar AS, dan rupiah jatuh tajam karena kenaikan harga minyak memunculkan kekhawatiran terhadap inflasi, defisit fiskal, dan pasokan energi Indonesia," katanya saat dihubungi Suara.com, Jumat (15/5/2026).

Memasuki periode Mei 2026, mata uang Garuda tercatat mengalami pelemahan sekitar 0,8 persen secara bulanan (month-to-date) atau 2,9 persen secara kuartalan (quarter-to-date).

Selain sentimen global, penyebab rupiah melemah juga dipengaruhi faktor domestik, seperti tingginya permintaan dolar untuk pembayaran dividen pada kuartal II serta kekhawatiran pasar terhadap keberlanjutan fiskal nasional.

Ilustarsi [Suara.com/Ist/MSCI-Gemini]
Ilustarsi MSCI. [Suara.com/Ist/MSCI-Gemini]

Hal ini diperparah dengan adanya peringatan dari MSCI serta perubahan prospek peringkat Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional seperti Moody’s dan Fitch, yang membuat pasar terus menguji kredibilitas kebijakan ekonomi dalam negeri.

Meski demikian, Josua menegaskan bahwa pelemahan ini tidak serta-merta menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia yang rapuh.

Ia memaparkan sejumlah penyangga ekonomi yang masih kokoh, di antaranya pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 yang mencapai 5,61 persen dan tingkat inflasi April 2026 yang tetap terkendali pada angka 2,42 persen.

baca juga

"Jadi, pelemahan rupiah kali ini bukan hanya soal Indonesia, tetapi bagian dari tekanan luas terhadap mata uang negara berkembang, terutama negara pengimpor energi," jelasnya.

Terkait kekhawatiran pasar mengenai kemungkinan rupiah menyentuh level Rp18.000, Josua menilai skenario tersebut bukanlah prediksi utama, namun risikonya kini semakin terbuka.

Level tersebut bisa saja tercapai jika gangguan di Selat Hormuz terus berlanjut dan harga minyak tetap tinggi dalam waktu lama.

"Jika respons kebijakan moneter dan fiskal dianggap tidak meyakinkan oleh pasar, maka arus modal keluar dari pasar saham dan SBN berpotensi terus berlanjut," ujar Joshua.

Selain itu, cadangan devisa Indonesia pada April 2026 masih tergolong tinggi, yakni sebesar 146,2 miliar dolar AS atau setara dengan 5,8 bulan impor.

Bank Indonesia (BI) pun dinilai masih memiliki ruang intervensi yang cukup melalui pasar spot, DNDF, hingga pembelian SBN di pasar sekunder untuk menjaga stabilitas. Namun, Josua mengingatkan agar pemerintah tidak bersikap terlalu defensif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Cetak Rekor Terlemah, IHSG Ditutup Merah Lagi

Rupiah Cetak Rekor Terlemah, IHSG Ditutup Merah Lagi

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:07 WIB

Purbaya Siap Jelaskan ke DPR soal Rupiah Lemah, Tegaskan Itu Tanggung Jawab BI

Purbaya Siap Jelaskan ke DPR soal Rupiah Lemah, Tegaskan Itu Tanggung Jawab BI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:06 WIB

Rupiah Terkapar ke Level Rp17.529 per Dolar AS, Cetak Rekor Buruk Baru Sore Ini

Rupiah Terkapar ke Level Rp17.529 per Dolar AS, Cetak Rekor Buruk Baru Sore Ini

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:54 WIB

Rupiah Anjlok Rp17.500 per Dolar AS, Suku Bunga Berpotensi Naik

Rupiah Anjlok Rp17.500 per Dolar AS, Suku Bunga Berpotensi Naik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:03 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp18.000

Rupiah Bisa Tembus Rp18.000

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:34 WIB

Purbaya Akhirnya Turun Tangan Bantu BI Setelah Rupiah Tembus Rp 17.500

Purbaya Akhirnya Turun Tangan Bantu BI Setelah Rupiah Tembus Rp 17.500

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:34 WIB

Terkini

Test Drive Xforce HEV: Suspensi Empuk, Tenaga Semakin Sangar

Test Drive Xforce HEV: Suspensi Empuk, Tenaga Semakin Sangar

Otomotif | Senin, 20 Juli 2026 | 15:26 WIB

Indra Sjafri Bagikan Tips agar Anak Bisa Jadi Pesepak Bola Profesional

Indra Sjafri Bagikan Tips agar Anak Bisa Jadi Pesepak Bola Profesional

Health | Senin, 20 Juli 2026 | 15:26 WIB

Sekolah Tertimbun Lumpur Tambang, DPRD Desak Investigasi: Ada Kelalaian Serius

Sekolah Tertimbun Lumpur Tambang, DPRD Desak Investigasi: Ada Kelalaian Serius

Sulsel | Senin, 20 Juli 2026 | 15:24 WIB

Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK

Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK

News | Senin, 20 Juli 2026 | 15:24 WIB

Love-Hate dengan Commuter Line: Di Antara Ketergantungan, Kepadatan, dan Harapan Transportasi Ideal

Love-Hate dengan Commuter Line: Di Antara Ketergantungan, Kepadatan, dan Harapan Transportasi Ideal

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 15:23 WIB

Istana Respons Isu Menteri PU Bakal Kena Copot Agustus

Istana Respons Isu Menteri PU Bakal Kena Copot Agustus

News | Senin, 20 Juli 2026 | 15:21 WIB

BPDP Sebut Industri Sawit Nafkahi 16 Juta Warga RI

BPDP Sebut Industri Sawit Nafkahi 16 Juta Warga RI

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 15:20 WIB

Momen Berharga Hari Anak: 7 Rekomendasi Buku yang Bantu Anak Pahami Dunia Lewat Emosi

Momen Berharga Hari Anak: 7 Rekomendasi Buku yang Bantu Anak Pahami Dunia Lewat Emosi

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 15:17 WIB

Kata-kata Kemlu soal WNI Disekap di Myanmar

Kata-kata Kemlu soal WNI Disekap di Myanmar

News | Senin, 20 Juli 2026 | 15:16 WIB

9 Rekomendasi Facial Wash untuk Mencerahkan Wajah yang Sudah BPOM

9 Rekomendasi Facial Wash untuk Mencerahkan Wajah yang Sudah BPOM

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 15:15 WIB

×