Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.685.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 5.886,032
LQ45 586,842
Srikehati 288,489
JII 347,233
USD/IDR 17.977

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Achmad Fauzi

Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB
Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO
alasan banyak perusahaan gagal IPO IPO [Suara.com/Generated via AI Studio-Gemini]
  • ModalSaham meluncurkan program Fast Track Financing Batch II-2026 di Jakarta untuk membantu perusahaan mengatasi kendala modal kerja.
  • Program ini menyediakan pembiayaan hingga Rp100 miliar bagi sepuluh perusahaan terpilih guna mendukung ekspansi dan kelancaran arus kas.
  • Fasilitas tersebut bertujuan memperbaiki tata kelola dan laporan keuangan agar perusahaan lebih siap melantai di Bursa Efek Indonesia.

Suara.com - Banyak perusahaan yang gagal untuk melantai di Bursa Efek Indonesia atau Initial Public Offering (IPO). Salah satu penyebabnya, karena terbentur masalah arus kas, pencatatan keuangan, hingga tata kelola bisnis yang belum siap menuju level perusahaan publik.

Kondisi tersebut yang menjadi latar belakang PT Modal Saham Asia Investama atau ModalSaham kembali membuka program Fast Track Financing Batch II-2026.

Program ini menyediakan pembiayaan hingga 6 juta dolar AS atau setara Rp100 miliar untuk 10 perusahaan terpilih yang membutuhkan modal kerja maupun pembelian aset produktif.

CEO ModalSaham Muhammad Reza Alkhawarismi mengatakan banyak perusahaan B2B sebenarnya telah memiliki purchase order, kontrak, maupun proyek berjalan, tetapi belum mampu mengoptimalkan peluang karena likuiditas tertahan di piutang dan akses pembiayaan yang terbatas.

"Perusahaan yang kuat biasanya terlihat dari rekam transaksi, pelanggan yang jelas, hubungan dengan pemberi kerja yang kredibel, serta kemampuan menyerap pekerjaan baru. Hambatannya muncul ketika modal kerja belum tersedia tepat waktu, laporan keuangan belum cukup rapi, atau akses pembiayaan sulit diperoleh karena jaminan tidak sesuai kebutuhan," ujarnya di Jakarta, Jumat (15/5/2026).

IHSG merosot tajam pada perdagangan sesi I hari ini. [ANTARA].
Alasan Banyak Perusahaan gagal IPO. [ANTARA].

Menurut Reza, persoalan tersebut kerap membuat perusahaan gagal menangkap momentum ekspansi meski peluang pasar terbuka lebar.

Melalui Fast Track Financing, ModalSaham mengaku tidak hanya melihat besaran kebutuhan dana, tetapi juga kualitas transaksi, arah penggunaan dana, reputasi pemberi kerja, hingga kesiapan bisnis untuk bertumbuh.

Skema pembiayaan tanpa jaminan bahkan dimungkinkan bagi perusahaan yang memenuhi kriteria tertentu, khususnya jika sumber pengembalian dana dapat diukur dari kontrak, tagihan proyek, persediaan, maupun kebutuhan modal kerja yang terverifikasi.

"Fast Track Financing dibuat agar perusahaan tidak kehilangan momentum hanya karena jeda kas, proses perbankan yang panjang, atau kebutuhan jaminan yang tidak selalu cocok dengan karakter bisnis mereka," kata Reza.

Dalam jangka panjang, program tersebut juga diarahkan untuk membantu perusahaan meningkatkan kesiapan menuju Bursa Efek Indonesia (BEI). Reza menilai pembiayaan tidak hanya sebatas menambah modal usaha, tetapi juga mendorong perusahaan memperbaiki laporan keuangan, struktur bisnis, dan tata kelola agar siap dinilai publik.

Menurut dia, tidak semua perusahaan harus langsung melakukan initial public offering (IPO). Namun, pola pikir sebagai perusahaan yang siap masuk pasar modal perlu mulai dibangun sejak dini.

"Target kami bukan hanya membuat perusahaan menerima pembiayaan. Target kami adalah membantu mereka memperbesar kapasitas usaha, menata laporan keuangan, memperjelas strategi ekspansi, dan mulai memikirkan jalan menuju Bursa Efek Indonesia. Tidak semua peserta harus langsung IPO, tetapi sejak awal mereka perlu belajar cara berpikir sebagai perusahaan yang siap dinilai publik. Kalau disiplin itu dibangun lebih cepat, peluang naik kelas juga menjadi lebih nyata," pungkas Reza.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Terus Merosot, Dana Asing yang Keluar Rp40,823 Triliun Sepanjang Tahun 2026

IHSG Terus Merosot, Dana Asing yang Keluar Rp40,823 Triliun Sepanjang Tahun 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 08:10 WIB

Seleksi Direksi BEI Berjalan Sesuai Aturan, Ini Bocoran dari OJK

Seleksi Direksi BEI Berjalan Sesuai Aturan, Ini Bocoran dari OJK

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:46 WIB

Baru IPO! 95,82 Persen Saham WBSA Ternyata Dikuasai Beberapa Pihak, Bakal Jadi Sorotan MSCI?

Baru IPO! 95,82 Persen Saham WBSA Ternyata Dikuasai Beberapa Pihak, Bakal Jadi Sorotan MSCI?

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:38 WIB

Terkini

Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer

Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:48 WIB

Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya

Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:34 WIB

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:26 WIB

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:17 WIB

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:05 WIB

RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS

RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:59 WIB

Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru

Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:54 WIB

Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing

Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:50 WIB

Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN

Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:40 WIB

Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati

Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:39 WIB