Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

M Nurhadi

Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB
Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia
Ilustrasi Donald Trump dan Xi Jinping [Suara.com/HD-diedit dengan AI]
baca 10 detik
  • Presiden Donald Trump dan Xi Jinping bertemu di Beijing pada Mei 2026 untuk membahas hubungan bilateral kedua negara.
  • Pertemuan tersebut hanya menghasilkan kesepakatan moderat dan gagal mencapai terobosan signifikan dalam isu ekonomi maupun geopolitik global.
  • Gencatan senjata dagang ini memberikan stabilitas bagi China di tengah upaya Beijing memperkuat ekonomi dan teknologi domestik mereka.

Di sisi lain, China tampak puas dengan gencatan senjata yang rapuh ini seiring upaya mereka menavigasi pelemahan ekonomi domestik dan memperkuat sektor teknologi dalam negeri demi memenangkan persaingan jangka panjang dengan AS.

Berdasarkan informasi dari sumber yang dekat dengan negosiasi dagang ini, pihak China sebenarnya menginginkan perpanjangan masa gencatan senjata yang lebih lama daripada yang ditawarkan oleh pemerintahan Trump.

Beijing juga mencari kepastian hukum terkait investigasi AS yang berpotensi menghidupkan kembali tarif masuk pada beberapa komoditas, yang awal tahun ini sempat dibatalkan oleh Mahkamah Agung AS.

Secara keseluruhan, kedua belah pihak tidak menaruh banyak poin negosiasi di atas meja kerja KTT. Sumber tersebut menambahkan bahwa beberapa kesepakatan komersial kemungkinan besar sengaja disimpan untuk musim gugur mendatang, saat Xi Jinping dijadwalkan melakukan kunjungan balasan ke Gedung Putih.

Minimnya hasil komersial pada kunjungan kali ini sangat kontras dengan kunjungan Trump ke China pada tahun 2017 silam, di mana perusahaan-perusahaan yang mendampinginya sukses menandatangani kesepakatan dan nota kesepahaman (MoU) dengan nilai fantastis mencapai US$ 250 miliar.

KTT pekan ini juga tidak menghasilkan terobosan terkait izin penjualan chip kecerdasan buatan (artificial intelligence) tingkat lanjut, Nvidia H200, ke pasar China.

Hal ini dipandang melegakan bagi kelompok antipati China (hawk) dari kubu Republik maupun Demokrat di Washington, yang sebelumnya telah memperingatkan pemerintah agar tidak menyokong perkembangan teknologi AI militer Beijing.

Untuk sektor penerbangan, meskipun belum dikonfirmasi sepenuhnya, Trump mengeklaim Boeing telah mengunci kesepakatan pembelian 200 jet oleh China. Angka ini berada jauh di bawah ekspektasi awal sebanyak 500 jet, dan lebih rendah dari 300 jet yang disetujui Beijing pada kunjungan tahun 2017.

Mantan Wakil Perwakilan Dagang AS, Wendy Cutler, menyebut capaian ekonomi dari KTT ini "jauh di bawah ekspektasi."

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China

Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 06:00 WIB

Polemik Laut China Selatan Kini Jadi Perang Dingin Digital, Bagaimana Nasib Natuna?

Polemik Laut China Selatan Kini Jadi Perang Dingin Digital, Bagaimana Nasib Natuna?

Liks | Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:27 WIB

AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One

AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:38 WIB

Cek Fakta: Donald Trump Intip Dokumen Rahasia Xi Jinping, Benarkah?

Cek Fakta: Donald Trump Intip Dokumen Rahasia Xi Jinping, Benarkah?

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:59 WIB

Jerit Pemilik Hotel Jelang Piala Dunia 2026: Sepi Pengunjung Gegara Kebijakan Trump

Jerit Pemilik Hotel Jelang Piala Dunia 2026: Sepi Pengunjung Gegara Kebijakan Trump

Bola | Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:30 WIB

Drama China yang Bikin Susah Skip Episode: Speed and Love

Drama China yang Bikin Susah Skip Episode: Speed and Love

Your Say | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:25 WIB

Terkini

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

Pemerintah Resmi Luncurkan SRUK 9 Juli, Era Baru Perdagangan Karbon Dimulai

Pemerintah Resmi Luncurkan SRUK 9 Juli, Era Baru Perdagangan Karbon Dimulai

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

Riset CORE Indonesia Ungkap MBG & Kopdes Merah Putih Bikin Pemda 'Krisis Keuangan'

Riset CORE Indonesia Ungkap MBG & Kopdes Merah Putih Bikin Pemda 'Krisis Keuangan'

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:22 WIB

Handy Wihartady Ditunjuk jadi Direktur Utama PLN Enjiniring, Siapa Dia?

Handy Wihartady Ditunjuk jadi Direktur Utama PLN Enjiniring, Siapa Dia?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:14 WIB

73% CEO Khawatir Risiko Regulasi, Askrindo Andalkan GCG Perkuat Bisnis

73% CEO Khawatir Risiko Regulasi, Askrindo Andalkan GCG Perkuat Bisnis

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:05 WIB

×