AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One

Chyntia Sami Bhayangkara

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:38 WIB
AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One
Pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping [istimewa]
baca 10 detik
  • Rombongan Presiden Donald Trump membuang barang pemberian pihak China di area pesawat Air Force One saat kunjungannya di Beijing.
  • Barang yang dibuang mencakup kartu identitas dan telepon genggam sekali pakai yang digunakan selama agenda kenegaraan berlangsung tersebut.
  • Tindakan tersebut merupakan standar prosedur keamanan Amerika Serikat untuk mencegah risiko ancaman siber dan penyadapan data intelijen negara.

Suara.com - Rombongan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan membuang seluruh barang yang diterima selama kunjungan di China sebelum kembali ke Amerika Serika.

Tindakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari prosedur keamanan standar yang diterapkan pemerintah AS dalam perjalanan kenegaraan.

Informasi mengenai pembuangan barang itu pertama kali diungkap jurnalis The New York Times, Emily Goodin melalui unggahan di media sosial X (dulu Twitter). Ia menyebut staf Gedung Putih mengumpulkan berbagai barang yang diberikan pihak China sebelum seluruh delegasi naik ke pesawat.

Barang-barang yang dimaksud meliputi kartu identitas, lencana delegasi, hingga telepon genggam sekali pakai yang sebelumnya dibagikan kepada staf Gedung Putih dan rombongan media. Seluruh barang tersebut kemudian disebut dibuang ke tempat sampah di area bawah tangga pesawat Air Force One.

Langkah tersebut langsung menarik perhatian publik internasional karena dilakukan setelah kunjungan resmi Trump ke Beijing yang berlangsung hangat. Dalam lawatan tersebut, Trump diketahui mendapat sambutan khusus dari Presiden China Xi Jinping.

Meski menuai berbagai spekulasi di media sosial, praktik pembuangan barang dari negara tujuan sebenarnya bukan hal baru bagi delegasi pemerintah Amerika Serikat. Prosedur itu telah lama diterapkan sebagai bagian dari standar pengamanan perjalanan pejabat tinggi negara.

Rombongan Trump Buang Barang dari China

Menurut laporan sejumlah media internasional, staf Gedung Putih melarang seluruh barang yang berasal dari China dibawa masuk ke dalam Air Force One. Kebijakan itu berlaku untuk barang yang diterima selama kunjungan resmi delegasi AS di Beijing.

Dalam unggahannya, Emily Goodin menjelaskan bahwa seluruh barang yang dibagikan pejabat China dikumpulkan sebelum rombongan menaiki pesawat kepresidenan. Barang tersebut lalu dibuang di area sekitar tangga pesawat sebelum keberangkatan menuju Amerika Serikat.

Beberapa wartawan Gedung Putih kemudian mengonfirmasi adanya prosedur tersebut. Barang yang dimusnahkan disebut mencakup kartu pers sementara, telepon genggam sekali pakai, serta tanda pengenal delegasi yang digunakan selama kegiatan kenegaraan di China.

baca juga

Telepon genggam sekali pakai biasanya diberikan kepada staf dan jurnalis selama kunjungan luar negeri untuk mendukung komunikasi terbatas selama agenda berlangsung. Namun, perangkat tersebut umumnya tidak dibawa kembali setelah kunjungan selesai demi alasan keamanan siber.

Pemerintah Amerika Serikat memang dikenal memiliki protokol keamanan yang sangat ketat dalam kunjungan luar negeri, terutama ketika berhubungan dengan negara yang dianggap memiliki sensitivitas tinggi terkait intelijen dan keamanan digital. Karena itu, barang elektronik maupun perlengkapan identitas sementara sering kali dimusnahkan setelah dipakai.

Praktik serupa juga pernah diberlakukan dalam perjalanan diplomatik pejabat tinggi AS ke sejumlah negara lain. Tujuannya untuk mencegah potensi penyadapan, pelacakan data, maupun ancaman keamanan lain yang dapat muncul melalui perangkat elektronik atau akses identitas sementara.

Meski demikian, tidak ada laporan bahwa tindakan tersebut berkaitan dengan insiden tertentu selama kunjungan Trump di China. Gedung Putih juga tidak menyampaikan adanya ancaman keamanan khusus yang memicu prosedur tambahan dalam perjalanan kali ini.

Dalam lawatan Donald Trump ke China kali ini, Trump bertemu Presiden Xi Jinping untuk membahas hubungan bilateral hingga isu geopolitik internasional.

Hubungan Amerika Serikat dan China selama beberapa tahun terakhir memang kerap diwarnai ketegangan, terutama terkait perdagangan, teknologi, keamanan kawasan Indo-Pasifik, dan persaingan pengaruh global. Meski demikian, kedua negara tetap menjaga jalur diplomasi melalui pertemuan tingkat tinggi.

Sambutan hangat dari Xi Jinping terhadap Trump dalam kunjungan tersebut sempat menjadi perhatian media internasional. Pemerintah China disebut memberikan jamuan khusus dan pengamanan ketat selama delegasi AS berada di Beijing.

Namun, prosedur keamanan yang diterapkan sebelum kepulangan delegasi menunjukkan bahwa pemerintah AS tetap menjalankan standar pengamanan internal secara ketat. Langkah itu dilakukan terlepas dari suasana diplomatik yang berlangsung selama kunjungan resmi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jerit Pemilik Hotel Jelang Piala Dunia 2026: Sepi Pengunjung Gegara Kebijakan Trump

Jerit Pemilik Hotel Jelang Piala Dunia 2026: Sepi Pengunjung Gegara Kebijakan Trump

Bola | Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:30 WIB

Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi

Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:48 WIB

Drama China yang Bikin Susah Skip Episode: Speed and Love

Drama China yang Bikin Susah Skip Episode: Speed and Love

Your Say | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:25 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×