Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Achmad Fauzi

Senin, 18 Mei 2026 | 14:34 WIB
Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh
Ilustrasi Transisi Energi, Energi Baru dan Terbarukan PLTS. [Dok Pertamina NRE].
baca 10 detik
  • Pertamina dan Copenhagen Urban Solar Parks menandatangani nota kesepahaman pengembangan energi terbarukan di Bangladesh pada Mei 2026.
  • Kolaborasi ini mencakup studi kelayakan, pengembangan pembangkit listrik tenaga surya, serta operasional dan pemeliharaan teknologi energi bersih.
  • Kemitraan strategis ini bertujuan memperluas portofolio internasional Pertamina NRE sekaligus mendukung percepatan transisi energi global kedua negara.

Suara.com - Negara lain mulai menggunakan teknologi dari Indonesia untuk pengembangan energi terbarukan. Salah satunya, Bangladesh mulai melirik pengalaman Indonesia dalam pengembangan energi surya dan energi terbarukan.

Hal itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Pertamina NRE dan Copenhagen Urban Solar Parks BD Ltd untuk menjajaki kerja sama pengembangan energi terbarukan di Bangladesh.

Kerja sama tersebut mencakup pengembangan pembangkit listrik tenaga surya atau solar PV hingga peluang kerja sama operasi dan pemeliharaan (operation and maintenance/O&M).

Kolaborasi ini menjadi langkah awal kedua perusahaan dalam mengeksplorasi peluang investasi dan pengembangan proyek energi bersih di Bangladesh, sejalan dengan percepatan transisi energi global dan penguatan kolaborasi regional di sektor energi berkelanjutan.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 26,8 Megawatt Peak, yang merupakan ground mounted Solar PV terbesar di Indonesia yang digunakan untuk operasional pertambangan.
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS

Kerja sama tersebut juga dinilai mencerminkan kepercayaan Bangladesh terhadap pengalaman Indonesia dalam pengembangan proyek energi baru dan terbarukan, khususnya energi surya berskala besar.

Dalam kerja sama itu, kedua pihak akan melakukan studi kelayakan mencakup aspek teknis, pasar, bisnis, lingkungan, hukum hingga risiko proyek. Selain itu, kedua perusahaan juga akan menjajaki kerja sama strategis, teknis, dan komersial, termasuk pertukaran pengetahuan dan penerapan teknologi energi terbarukan.

Direktur Utama Pertamina NRE John Anis mengatakan kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperluas pengembangan energi hijau di tingkat internasional.

"Di tengah situasi global yang penuh dengan ketidakpastian, kolaborasi ini menjadi momentum penting dan langkah strategis bagi pengembangan bisnis energi terbarukan di Indonesia sekaligus mendukung kebutuhan energi bersih yang berkelanjutan di Bangladesh," ujar John Anis di Jakarta, Senin (18/5/2026).

John menambahkan, pengembangan kerja sama di Bangladesh berpotensi memperkuat portofolio internasional perusahaan yang sebelumnya telah berkembang di Filipina.

baca juga

"Saat ini Pertamina NRE telah memiliki kapasitas instalasi terpasang lebih dari 1 GWp di Filipina dan terus berkembang dengan target mencapai 2,6 GWp pada akhir tahun ini. Pencapaian konkret tersebut menjadi modal penting bagi Pertamina NRE untuk mengembangkan proyek serupa di Bangladesh," tambahnya.

Sementara itu, Chairman CUSP Ziaur Rahman menyambut positif kolaborasi tersebut sebagai langkah strategis dalam menghadirkan solusi energi bersih di Bangladesh.

"Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk menghadirkan solusi energi bersih yang inovatif, efisien, dan berdampak positif bagi pembangunan berkelanjutan di Bangladesh," kata Ziaur Rahman.

Melalui kerja sama ini, kedua perusahaan berharap dapat mendukung percepatan transisi energi global dan target Net Zero Emission Indonesia 2060, sekaligus memperkuat investasi hijau dan pengembangan teknologi energi bersih di kedua negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB

Pasar Karbon Global Jadi Ladang Cuan Baru dari Bisnis Energi Surya

Pasar Karbon Global Jadi Ladang Cuan Baru dari Bisnis Energi Surya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:10 WIB

METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru

METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:23 WIB

Terkini

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:19 WIB

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:08 WIB

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:42 WIB

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:27 WIB

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

×