Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Rupiah Terkapar Lemah, Bos BI: Harus Yakin Tuhan yang Maha Kuasa Bersama Kita

Achmad Fauzi | Rina Anggraeni | Suara.com

Senin, 18 Mei 2026 | 17:46 WIB
Rupiah Terkapar Lemah, Bos BI: Harus Yakin Tuhan yang Maha Kuasa Bersama Kita
Gubernur BI Perry Warjiyo merasa yakin rupiah bisa menguat. [Antara].
  • Bank Indonesia mencatat nilai tukar rupiah berada di level Rp 17.667 per dolar AS pada Senin, 19 Mei 2026.
  • Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan optimisme penguatan rupiah berkat fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai masih sangat kuat.
  • BI memproyeksikan nilai tukar rupiah akan menguat ke kisaran Rp 16.200 hingga Rp 16.800 pada sepanjang tahun 2026.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) terus menjaga nilai tukar rupiah agar tetap stabil. Adapun, mata uang Garuda hari ini ditutup di level Rp17.667 per dolar Amerika Serikat (AS). 

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan optimis rupiah akan stabil di tahun 2026. Lantaran, dia meyakini bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat.  

"Insyaallah ke depan akan lebih baik Indonesia saya kira prospeknya bagus fundamentalnya bagus kita harus ada keyakinan ya tentu saja sebagai umat beragama kita harus yakin bahwa Allah Tuhan yang Maha Kuasa selalu bersama kita yang harus bekerja untuk nasional dan dalam kondisi koalisi ini memang tingkat ketekunan dan kesabaran itu memang sangat diperlukan," ujarnya saat rapat dengan Komisi XI di Gedung DPR, Senin (19/5/2026).

Perry mengatakan, BI juga sudah belajar dari krisis yang pernah dialami oleh Indonesia. Salah satunua, saat 1998 dan 2008 yang mana rupiah masih terus stabil dikarenakan fundamental ekonomi Indonesia menguat.

Nilai tukar rupiah menguat 0,30 persen ke level Rp17.475 terhadap dolar AS pada penutupan Rabu sore, 13 Mei 2026. [Antara]
Nilai tukar rupiah terkapar lemah. [Antara]

"Kita untuk penguatan lebih lanjut kebijakan monitor untuk stabilitas milik rumah dan inflasi jadi kami sudah menakar itu dari step ke step memang kami dalam dua hari ini akan RDK nanti kami siapkan seperti itu jadi kami plan A ini adalah dua langkah dan seterusnya adalah kami belajar dulu jaman 1997, 1998, 2008," bebernya. 

Dia mengungkapkan bahwa volatilitas rupiah secara year to date saat ini berada di level 5,4 persen. Angka tersebut dinilai masih relatif stabil dan terkendali dibandingkan sejumlah negara lain yang juga mengalami tekanan akibat gejolak global.

"Kami cek tadi itu di dalam year-to-date sekarang, itu adalah 5,4 persen, which is actually itu masih relatif stabil. Lagi-lagi, mandatnya undang-undang stabilitas nilai tukar rupiah. Mari kita berdiskusi mengukur stabilitas, stabilitas bukan level, tapi ada bagaimana naik turunnya," imbuhnya.

Dia menambahkan bahwa rupiah akan diramal menguat apada Juli dan Agustus. Sehingga, mata uang Garuda akan turun ke level Rp 16.900.

"Karena sekarang Rp 16.900 year to date. Dan pengalaman kami kalau April, Mei, Juni memang tinggi. Nanti kalau Juli, Agustus akan menguat. Sehingga the whole year kami masih meyakini nilai tukar akan di dalam kisaran Rp 16.200- Rp 16.800," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Buat IHSG Semakin Hancur, Anjlok 1,85% Hari Ini

Rupiah Buat IHSG Semakin Hancur, Anjlok 1,85% Hari Ini

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 17:09 WIB

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:31 WIB

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:21 WIB

Terkini

Harga Beras Lagi Mahal di 111 Kota

Harga Beras Lagi Mahal di 111 Kota

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 17:25 WIB

Rupiah Buat IHSG Semakin Hancur, Anjlok 1,85% Hari Ini

Rupiah Buat IHSG Semakin Hancur, Anjlok 1,85% Hari Ini

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 17:09 WIB

RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar

RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 16:06 WIB

Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita

Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 15:14 WIB

Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun

Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 15:11 WIB

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:44 WIB

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:34 WIB

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:31 WIB

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:29 WIB

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:22 WIB