Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

Pidato Presiden Bikin Rupiah Semakin Jeblok, Tren Pelemahan Belum Akan Berhenti

Liberty Jemadu, Rina Anggraeni

Senin, 18 Mei 2026 | 18:35 WIB
Pidato Presiden Bikin Rupiah Semakin Jeblok, Tren Pelemahan Belum Akan Berhenti
Pidato Presiden Prabowo Subianto soal dolar tidak digunakan orang di desa turut membuat nilai tukar rupiah terus anjlok. [Antara]
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah pada Senin, 18 Mei 2026, ditutup melemah di level Rp17.667 per dolar AS.
  • Pelemahan terjadi akibat sentimen negatif pasar terhadap pernyataan Presiden Prabowo dan tingginya harga minyak dunia.
  • Faktor eksternal seperti kekecewaan investor terhadap pertemuan Xi dan Trump turut memicu keluarnya modal asing domestik.

Suara.com - Nilai tukar rupiah pada Senin sore (18/5/2026) masih terus jeblok setelah Presiden Prabowo Subianto pada akhir pekan kemarin mengeluarkan pernyataan yang dinilai blunder.

Analis mengatakan selain karena naiknya harga minyak dunia, kaburnya investor dari pasar ekuitas Indonesia juga membuat nilai tukar rupiah ambruk. Diperkirakan nilai tukar rupiah masih akan terus melemah dalam beberapa waktu ke depan.

Mengutip data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melemah ke level Rp 17.667 per dolar AS, anjlok 71 poin atau terperosok 0,40 persen dibandingkan penutupan Rabu lalu yang berada di level Rp 17.475.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan bahwa pelemahan rupiah dikarenakan faktor global,terutama kekecewaan investor pada hasil pertemuan Presiden China Xi Jin Ping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pekan lalu.

"Rupiah ditutup di 17,667 melemah 70 point di tengah sentimen risk off global, kenaikan harga minyak mentah dunia oleh kekecewaan investor pada hasil pertemuan Xi dan Trump yang tidak banyak membahas atau memberikan solusi terhadap perang AS-Iran," katanya saat dihubungi Suara.com.

Dia menambahkan harga minyak dunia juga naik oleh ancaman baru dari Trump terhadap Iran dalam konflik di Timur Tengah yang tak kunjung menunjukkan tanda-tanda damai.

Di dalam negeri, pidato Prabowo tentang dolar dan rupiah juga direspon negatif oleh pasar. Faktor ini ikut membebani rupiah. Sementara para investor juga masih terus menjual surat berharga di pasar ekuitas domestik.

"Sedangkan net sell asing di pasar ekuitas domestik juga semakin membebani. Sentimen utama masih pada eksternal, terutama harga minyak dunia yang tinggi memicu peningkatan pada prospek kenaikan suku bunga bank sentral. Situasi diperkirakan masih belum akan berubah banyak besok, sehingga rupiah diperkirakan masih tertekan," jelasnya.

Pengamat ekonomi mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi sependapat soal faktor domestik. Ia menyatakan pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh pidato presiden soal dolar yang membuat pasar semakin ragu.

baca juga

Pasar, demikian Ibrahim, tersentak dengan pernyataan Presiden Prabowo yang mengatakan sebagian besar masyarakat di daerah tidak menggunakan dolar AS dalam aktivitas sehari-hari, sehingga dampaknya tak terlalu langsung dirasakan.

Meski demikian rupiah bukan satu-satunya mata uang Asia yang melemah. Ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,49 persen.

Rupee India juga tertekan 0,33 persen dan yen Jepang terkoreksi 0,11 persen. Dolar Taiwan ditutup turun 0,03 persen, peso Filipina ditutup melemah tipis 0,02 persen terhadap the greenback.

Sementara itu, yuan China menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah menanjak 0,15 persen. Diikuti, baht Thailand yang terkerek 0,09 persen, dolar Singapura terangkat 0,05 persen, won Korea Selatan naik 0,02 persen dan dolar Hong Kong menguat tipis 0,001 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Terkapar Lemah, Bos BI: Harus Yakin Tuhan yang Maha Kuasa Bersama Kita

Rupiah Terkapar Lemah, Bos BI: Harus Yakin Tuhan yang Maha Kuasa Bersama Kita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 17:46 WIB

Sederet Dampak Rupiah Melemah pada Harga Sembako untuk Kebutuhan Sehari-hari

Sederet Dampak Rupiah Melemah pada Harga Sembako untuk Kebutuhan Sehari-hari

Video | Senin, 18 Mei 2026 | 18:20 WIB

Rupiah Tembus Rp17.660 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Jangan Takut, Ekonomi Kita Bagus!

Rupiah Tembus Rp17.660 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Jangan Takut, Ekonomi Kita Bagus!

News | Senin, 18 Mei 2026 | 17:12 WIB

Rupiah Buat IHSG Semakin Hancur, Anjlok 1,85% Hari Ini

Rupiah Buat IHSG Semakin Hancur, Anjlok 1,85% Hari Ini

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 17:09 WIB

Soal 'Orang Desa Tak Pakai Dolar', Purbaya: untuk Menghibur Rakyat, Presiden Mengerti Rupiah

Soal 'Orang Desa Tak Pakai Dolar', Purbaya: untuk Menghibur Rakyat, Presiden Mengerti Rupiah

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:54 WIB

Terkini

Transformasi IT, BSI Bidik Masuk Top 5 Bank Syariah Global

Transformasi IT, BSI Bidik Masuk Top 5 Bank Syariah Global

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 07:35 WIB

Prudential Soroti Risiko Korupsi yang Mengintai Sektor Keuangan

Prudential Soroti Risiko Korupsi yang Mengintai Sektor Keuangan

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 07:25 WIB

Inflasi Juni 2026 Naik Jadi 3,34 Persen, Bank Indonesia Pastikan Masih Terkendali

Inflasi Juni 2026 Naik Jadi 3,34 Persen, Bank Indonesia Pastikan Masih Terkendali

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 07:22 WIB

Terungkap! Ini Alasan Penumpang Tetap Setia Naik Kereta Meski Tarif Naik

Terungkap! Ini Alasan Penumpang Tetap Setia Naik Kereta Meski Tarif Naik

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:54 WIB

BUMN Ini Sulap Limbah Jadi Paving Block, Gandeng UMKM Dorong Ekonomi Sirkular

BUMN Ini Sulap Limbah Jadi Paving Block, Gandeng UMKM Dorong Ekonomi Sirkular

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:44 WIB

SIG Cetak 36 UMKM Baru di Tuban, Produk Lokal Tembus Toko Modern

SIG Cetak 36 UMKM Baru di Tuban, Produk Lokal Tembus Toko Modern

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:35 WIB

IHSG Ambruk, Sucor Sekuritas Ajak Investor Borong Saham Berkualitas Saat Diskon

IHSG Ambruk, Sucor Sekuritas Ajak Investor Borong Saham Berkualitas Saat Diskon

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:26 WIB

Cara Menghasilkan Uang dari HP untuk Menambah Pemasukan Keluarga

Cara Menghasilkan Uang dari HP untuk Menambah Pemasukan Keluarga

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:00 WIB

Dukung Kompetensi Jurnalisme, Pegadaian Kembali Gelar UKW untuk Ratusan Wartawan Indonesia

Dukung Kompetensi Jurnalisme, Pegadaian Kembali Gelar UKW untuk Ratusan Wartawan Indonesia

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:50 WIB

Impor Migas Indonesia Meroket 70 Persen, Tembus Rp 70 Triliun Lebih dalam Sebulan

Impor Migas Indonesia Meroket 70 Persen, Tembus Rp 70 Triliun Lebih dalam Sebulan

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:36 WIB

×