Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Wall Street Ditutup Bervariasi di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia

Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 19 Mei 2026 | 07:55 WIB
Wall Street Ditutup Bervariasi di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia
Ilustrasi perdagangan saham Wall Street. [REUTERS/Brendan McDermid/aa].
  • Bursa saham Wall Street ditutup bervariasi pada 18 Mei 2026 akibat tekanan sektor teknologi dan kenaikan obligasi.
  • Saham teknologi melemah signifikan dipicu aksi jual sektor chip memori serta kekhawatiran kemampuan memenuhi permintaan pasar global.
  • Lonjakan harga minyak akibat tensi geopolitik Timur Tengah turut membebani pasar dan menekan prospek pemangkasan suku bunga Fed.

Suara.com - Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026. Tekanan terbesar datang dari saham-saham teknologi di tengah lonjakan harga minyak dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Melansir CNBC, indeks Walls Street beragam di mana S&P 500 turun 0,07 persen ke level 7.403,05. Sementara indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi melemah lebih dalam sebesar 0,51 persen ke posisi 26.090,73.

Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average justru berhasil menguat 159,95 poin atau 0,32 persen menjadi 49.686,12.

Pelemahan saham teknologi dipicu aksi jual di sektor chip memori. Saham Seagate Technology anjlok hampir 7 persen setelah CEO perusahaan mengatakan dalam konferensi JPMorgan bahwa pembangunan pabrik baru akan membutuhkan waktu terlalu lama.

Ilustrasi Perdagangan saham di Wall Street. [Unsplash].
Ilustrasi Perdagangan saham di Wall Street. [Unsplash].

Komentar tersebut memperburuk kekhawatiran pasar terkait kemampuan industri chip memori memenuhi lonjakan permintaan global.

Tekanan juga menyeret saham Micron Technology yang turun hampir 6 persen. Sementara saham Western Digital dan Sandisk masing-masing melemah 4,8 persen dan 5,3 persen.

Tak hanya itu, saham terkait kecerdasan buatan seperti Nvidia serta Broadcom juga terkoreksi sekitar 1 persen.

Pergerakan tersebut terjadi setelah pekan lalu indeks S&P 500 dan Nasdaq sempat mencetak rekor tertinggi baru. Sementara Dow Jones bahkan kembali menembus level psikologis 50.000.

Namun, sentimen pasar berubah setelah imbal hasil obligasi pemerintah global melonjak. Imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 30 tahun tercatat mencapai level tertinggi dalam sekitar satu tahun terakhir.

Kenaikan imbal hasil obligasi dinilai memberi tekanan besar terhadap saham teknologi yang sebelumnya menjadi motor penguatan Wall Street.

Di saat bersamaan, pasar juga dibayangi meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah yang membuat harga minyak melonjak tajam.

Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 3 persen dan ditutup di level USD108,66 per barel. Sedangkan harga minyak Brent menguat lebih dari 2 persen menjadi USD112,10 per barel.

Kenaikan harga minyak sempat mereda setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya menunda rencana serangan terhadap Iran atas permintaan Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Trump menyebut terdapat negosiasi serius yang sedang berlangsung dan berpotensi menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima AS.

Di sisi lain, data inflasi terbaru AS juga membuat pelaku pasar semakin pesimistis terhadap peluang pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS atau The Fed dalam waktu dekat.

"Memang ada masalah inflasi,: kata CEO WEBs Investments, Ben Fulton, kepada CNBC.

Fulton menyebut tingginya harga minyak sebagai isu titik balik. Akan sulit untuk melihat adanya penyeimbang," lanjut dia.

Menurut Fulton, tanpa perkembangan positif dari konflik Timur Tengah, pasar saham berpotensi bergerak terbatas karena investor mulai memilih mengamankan keuntungan.

"Saya bisa melihat orang-orang mulai melindungi keuntungan dengan cukup cepat," tambah Fulton.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Buat IHSG Semakin Hancur, Anjlok 1,85% Hari Ini

Rupiah Buat IHSG Semakin Hancur, Anjlok 1,85% Hari Ini

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 17:09 WIB

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:21 WIB

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:22 WIB

Terkini

Mark Dynamics (MARK) Tebar Dividen Rp90 per Saham, Berikut Jadwalnya

Mark Dynamics (MARK) Tebar Dividen Rp90 per Saham, Berikut Jadwalnya

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:36 WIB

IHSG Anjlok 4 Persen, BEI Minta Investor Tetap Tenang

IHSG Anjlok 4 Persen, BEI Minta Investor Tetap Tenang

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:18 WIB

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 06:39 WIB

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB