Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.875,780
LQ45 581,783
Srikehati 287,931
JII 348,084
USD/IDR 17.955

Mengapa Biaya Logistik di Indonesia Mahal? Ternyata Ini Akar Masalahnya

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 19 Mei 2026 | 10:48 WIB
Mengapa Biaya Logistik di Indonesia Mahal? Ternyata Ini Akar Masalahnya
Ilustrasi Logistik
baca 10 detik
  • Ketua Dewan Pembina ALFI, Yukki Nugrahawan, menyatakan tingginya biaya logistik nasional disebabkan oleh ketimpangan infrastruktur serta pembangunan ekonomi tidak merata.
  • Konsentrasi ekonomi di Pulau Jawa menyebabkan ketidakseimbangan arus barang dan tingginya biaya operasional akibat fenomena muatan kosong satu arah.
  • ALFI mendorong pemerintah mempercepat re-industrialisasi dan hilirisasi di daerah untuk menciptakan pusat pertumbuhan baru serta efisiensi distribusi barang.

Suara.com - Tingginya biaya logistik nasional kembali menjadi sorotan tajam di tengah tekanan ketidakpastian ekonomi global yang melanda Indonesia.

Tingginya ongkos distribusi ini dinilai menjadi beban berat bagi dunia usaha karena mengerek biaya operasional serta mengikis daya saing produk ekspor nasional di pasar internasional.

Senior Vice President International Federation of Freight Forwarders Associations (FIATA) sekaligus Ketua Dewan Pembina Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Yukki Nugrahawan Hanafi, menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dilihat secara sempit. Menurutnya, hambatan logistik tidak boleh semata-mata dibebankan kepada sektor transportasi dan armada distribusi barang.

“Biaya logistik yang tinggi justru merupakan dampak dari persoalan struktural, khususnya belum meratanya pembangunan ekonomi nasional meskipun harus kita akui telah banyak kebijakan pemerintah yang dilakukan,” ujar Yukki kepada wartawan, Selasa (19/5/2026).

Yukki memaparkan, akar masalah mahalnya biaya logistik berawal dari ketimpangan infrastruktur, belum optimalnya konektivitas antarwilayah, proses birokrasi yang panjang, hingga munculnya biaya ekonomi informal di lapangan.

“Kuncinya adalah membangun struktur ekonomi yang lebih seimbang melalui industrialisasi, hilirisasi, dan pemerataan pusat pertumbuhan ekonomi nasional, bukan hanya terbatas membangun infrastruktur fisik,” kata Yukki menambahakan.

Salah satu bukti nyata ketimpangan struktural ini tecermin dari konsentrasi aktivitas ekonomi yang masih berpusat di Pulau Jawa. Padahal, lumbung komoditas unggulan seperti sektor pertambangan, perkebunan, dan perikanan mayoritas berada di luar Pulau Jawa. Kondisi ini memicu ketidakseimbangan arus lalu lintas barang secara nasional.

Dampaknya, banyak armada pengiriman seperti kapal laut, truk kontainer, hingga pesawat kargo terpaksa kembali ke pulau Jawa dalam kondisi kosong tanpa muatan (empty backhaul).

Fenomena muatan kosong satu arah inilah yang membuat perusahaan logistik harus melipatgandakan tarif untuk menutup biaya operasional perjalanan pulang-pergi.

baca juga

Di samping masalah operasional di lapangan, Yukki juga menyoroti kelemahan struktural pada perdagangan internasional Indonesia. Hingga saat ini, sistem perdagangan domestik masih didominasi oleh skema impor Cost, Insurance & Freight (CIF) dan skema ekspor Free on Board (FOB).

Konsekuensi dari penerapan skema ini membuat nilai tambah ekonomi dari sektor logistik, asuransi, dan pelayaran internasional lebih banyak dinikmati oleh perusahaan asing ketimbang pelaku industri dalam negeri.

Sebagai solusi jangka panjang, ALFI mendesak pemerintah untuk mempercepat langkah re-industrialisasi dan hilirisasi nasional secara bertahap.

Pengembangan industri pengolahan berbasis mineral, pertanian, perikanan, dan energi di daerah asal dinilai menjadi langkah paling strategis untuk memangkas biaya logistik secara permanen.

Apabila pusat manufaktur dan pengolahan tumbuh subur di luar Pulau Jawa, maka efisiensi biaya logistik akan terbentuk secara alami karena terciptanya keseimbangan arus barang dari kedua arah.

“Re-industrialisasi dan hilirisasi akan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Jawa melalui pembangunan kawasan industri, manufaktur, cold chain (rantai dingin), pergudangan, dan jaringan distribusi regional,” jelas Yukki.

Dengan adanya pabrik pengolahan di daerah penghasil, komoditas yang dikirim ke luar wilayah tidak lagi berupa bahan mentah melainkan produk olahan bernilai tambah. Langkah ini otomatis akan menaikkan tingkat keterisian (utilisasi) moda transportasi nasional secara seimbang.

“Tanpa re-industrialisasi dan hilirisasi, Indonesia akan terus menghadapi ketimpangan logistik tanpa aktivitas manufaktur yang bernilai tambah,” pungkas Yukki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Volume Angkutan Retail KAI Capai 82.129 Ton hingga April 2026

Volume Angkutan Retail KAI Capai 82.129 Ton hingga April 2026

Foto | Senin, 18 Mei 2026 | 15:30 WIB

Masih Nongkrong di Kafe Saat Rupiah Anjlok? Pikirkan Lagi, Ini Risikonya buat Anak Kos

Masih Nongkrong di Kafe Saat Rupiah Anjlok? Pikirkan Lagi, Ini Risikonya buat Anak Kos

Your Say | Minggu, 17 Mei 2026 | 06:15 WIB

Tantangan Efisiensi Logistik dan Cara Isuzu Pangkas Konsumsi BBM Truk Hingga Jutaan Rupiah

Tantangan Efisiensi Logistik dan Cara Isuzu Pangkas Konsumsi BBM Truk Hingga Jutaan Rupiah

Otomotif | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

7 Mobil Bekas Raja Jalanan yang Harganya Jatuh, Cocok untuk Keluarga dengan Finansial Stabil

7 Mobil Bekas Raja Jalanan yang Harganya Jatuh, Cocok untuk Keluarga dengan Finansial Stabil

Otomotif | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:52 WIB

Inflasi Medis RI Jadi Momok Baru, Biaya Penyakit Tipes Naik Rp16 Juta! Mengapa Hal Itu Bisa Terjadi?

Inflasi Medis RI Jadi Momok Baru, Biaya Penyakit Tipes Naik Rp16 Juta! Mengapa Hal Itu Bisa Terjadi?

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:23 WIB

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:10 WIB

Terkini

Ekspor Indonesia Terancam Melambat, Tarif AS dan Harga Komoditas Bayangi Semester II 2026

Ekspor Indonesia Terancam Melambat, Tarif AS dan Harga Komoditas Bayangi Semester II 2026

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:44 WIB

Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda

Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:12 WIB

Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax

Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:04 WIB

Semester II-2026 Penuh Tekanan, Investor Saham Diminta Bersiap

Semester II-2026 Penuh Tekanan, Investor Saham Diminta Bersiap

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:35 WIB

Sinar Mas Land dan 2 Universitas Terkemuka Perluas Akses Pendidikan Global di BSD City

Sinar Mas Land dan 2 Universitas Terkemuka Perluas Akses Pendidikan Global di BSD City

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:27 WIB

Purbaya Akhirnya Turun Tangan soal Pajak JHT usai Diprotes Buruh

Purbaya Akhirnya Turun Tangan soal Pajak JHT usai Diprotes Buruh

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Pasar Kripto RI Makin Dilirik, BTSE Indonesia Kini Jadi Pemain Baru

Pasar Kripto RI Makin Dilirik, BTSE Indonesia Kini Jadi Pemain Baru

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:05 WIB

Transformasi Industri Rendah Karbon Digenjot demi Target Net Zero Emission 2050

Transformasi Industri Rendah Karbon Digenjot demi Target Net Zero Emission 2050

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:51 WIB

Ratusan Santri Antusias Ikuti Beragam Aktivitas di Junior Miners Fun Fest 2026

Ratusan Santri Antusias Ikuti Beragam Aktivitas di Junior Miners Fun Fest 2026

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:29 WIB

Negara di Eropa Mendadak Jor-joran Belanja Militer, Ada Isu Perang Besar?

Negara di Eropa Mendadak Jor-joran Belanja Militer, Ada Isu Perang Besar?

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:17 WIB

×