Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.720.000
Beli Rp2.590.000
IHSG 6.254,966
LQ45 624,682
Srikehati 305,457
JII 377,425
USD/IDR 17.715

Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara

M Nurhadi

Rabu, 20 Mei 2026 | 18:57 WIB
Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara
Ilustrasi [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Indonesia kehilangan posisi sebagai pasar saham terbesar di Asia Tenggara karena kapitalisasi pasar merosot menjadi US$618 miliar.
  • Penurunan nilai pasar disebabkan oleh sentimen investor negatif, penurunan prospek peringkat kredit, serta aksi jual masif investor.
  • Pemerintah Indonesia melakukan reformasi pasar guna mempertahankan status pasar berkembang saat menanti tinjauan MSCI bulan depan.

Suara.com - Indonesia tengah menghadapi periode yang menantang dalam lanskap finansial regional. Indonesia resmi kehilangan statusnya sebagai pemilik pasar saham terbesar di Asia Tenggara, posisi yang kini beralih ke Singapura.

Kapitalisasi pasar perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah merosot lebih dari 30 persen sejak puncaknya pada Januari lalu, menjadi US$618 miliar. Di saat yang sama, kapitalisasi pasar Singapura justru mencatatkan kenaikan hingga mencapai US$645 miliar.

Penurunan signifikan ini dipicu oleh memburuknya sentimen investor dalam beberapa bulan terakhir. Ketidakpastian mengenai potensi reklasifikasi ekuitas Indonesia ke status frontier market (pasar perbatasan) menjadi beban utama.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Bloomberg, kondisi ini diperburuk dengan langkah lembaga pemeringkat kredit internasional, Fitch Ratings dan Moody’s Ratings, yang secara bersamaan menurunkan prospek peringkat kredit Indonesia menjadi negatif.

Akibatnya, indeks saham acuan Indonesia kini berada di posisi terbawah dibandingkan rekan-rekan globalnya, sementara nilai tukar rupiah terus mencatatkan rekor pelemahan berturut-turut.

Soh Chih Kai, manajer portofolio di Lion Global Investors, menilai bahwa saat ini momentum memang tidak berpihak pada Indonesia. Namun, ia menekankan bahwa kebangkitan di masa depan tetap dimungkinkan.

“Namun demikian, fenomena ini memperkuat kedudukan relatif pasar Singapura, di mana arus modal terus mencari kepastian di tengah ketidakpastian kebijakan global,” ujar Soh kepada Bloomberg.

Berbeda dengan Indonesia, pasar ekuitas Singapura justru menuai keuntungan dari stabilitas ekonomi dan politik serta reformasi pasar yang dipimpin pemerintahnya.

Indeks Straits Times bahkan menyentuh rekor tertinggi pada pekan ini di tengah upaya investor mencari tempat berlindung (safe haven) selama volatilitas yang dipicu oleh konflik di Iran.

Aksi jual saham di Indonesia yang mencapai hampir US$360 miliar tahun ini menyoroti tantangan besar yang dihadapi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah kini berada dalam posisi krusial untuk mendorong target pertumbuhan ekonomi yang ambisius sekaligus memulihkan kepercayaan investor.

Lonjakan biaya energi diperkirakan akan menekan sentimen konsumen, sementara pelemahan rupiah meningkatkan biaya bahan baku impor bagi industri dalam negeri.

Data Bloomberg menunjukkan bahwa investor global telah menarik lebih dari US$4 miliar dari pasar ekuitas Asia Tenggara sepanjang tahun ini, di mana lebih dari separuh angka tersebut berasal dari pasar Indonesia.

Selain itu, keputusan MSCI untuk menghapus sejumlah saham lokal—seperti Barito Renewables Energy (BREN) dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA)—diprediksi akan memicu arus keluar modal (capital outflow) hingga US$2 miliar pada akhir bulan ini.

Otoritas Indonesia sebenarnya telah melakukan serangkaian reformasi pasar dalam beberapa bulan terakhir guna mencegah penurunan status pasar.

Langkah tersebut mencakup kewajiban peningkatan level free float minimum menjadi 15 persen, dengan periode transisi hingga tiga tahun bagi perusahaan tertentu. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi domestik dinilai masih tetap tangguh.

Bagi investor ekuitas Indonesia, perhatian kini tertuju pada tinjauan MSCI terhadap status pasar Indonesia bulan depan. MSCI akan memutuskan apakah berbagai langkah reformasi yang diambil pemerintah sudah memadai untuk mempertahankan status Indonesia sebagai pasar berkembang (emerging market).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Resmi Dirilis! Ini Daftar Harga Tiket Laga Timnas Indonesia vs Oman dan Mozambik

Resmi Dirilis! Ini Daftar Harga Tiket Laga Timnas Indonesia vs Oman dan Mozambik

Bola | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:30 WIB

Indonesia Lanjutkan Perjuangan Tata Kelola Royalti Digital di Forum Hak Cipta Dunia

Indonesia Lanjutkan Perjuangan Tata Kelola Royalti Digital di Forum Hak Cipta Dunia

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:24 WIB

Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor

Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:23 WIB

Sentimen BUMN Makelar Eskpor Bikin IHSG Kacau Balau, Ambruk Lagi 0,82%

Sentimen BUMN Makelar Eskpor Bikin IHSG Kacau Balau, Ambruk Lagi 0,82%

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:06 WIB

Pelatih Ganda Putra Indonesia Pasang Target Juara di Indonesia Open 2026

Pelatih Ganda Putra Indonesia Pasang Target Juara di Indonesia Open 2026

Sport | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:01 WIB

Jonatan Christie Ungkap Alasan Turun di Malaysia Masters 2026

Jonatan Christie Ungkap Alasan Turun di Malaysia Masters 2026

Sport | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:43 WIB

Terkini

DJP Klaim Anggaran Pajak Indonesia Lebih Murah dari China

DJP Klaim Anggaran Pajak Indonesia Lebih Murah dari China

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:34 WIB

Banyak yang Mundur dari Manajer Kopdes Merah Putih, Ada Denda Rp100 Juta hingga Penempatan Diacak?

Banyak yang Mundur dari Manajer Kopdes Merah Putih, Ada Denda Rp100 Juta hingga Penempatan Diacak?

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:31 WIB

B50 Resmi Meluncur Juli 2026, ESDM Pastikan Stok Minyak Goreng Tetap Aman

B50 Resmi Meluncur Juli 2026, ESDM Pastikan Stok Minyak Goreng Tetap Aman

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:21 WIB

Bos Baru Danantara dari WNA Tuai Polemik, Pakar: Yang Penting Kompeten, Bukan Paspor

Bos Baru Danantara dari WNA Tuai Polemik, Pakar: Yang Penting Kompeten, Bukan Paspor

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:15 WIB

Harga Pertamax Cs Berpotensi Turun, ESDM Beri Kabar Baik untuk Kantong Masyarakat

Harga Pertamax Cs Berpotensi Turun, ESDM Beri Kabar Baik untuk Kantong Masyarakat

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:51 WIB

Bea Cukai Ungkap BYD & Wuling Biang Kerok 10.000 Kontainer Menumpuk di Tanjung Priok

Bea Cukai Ungkap BYD & Wuling Biang Kerok 10.000 Kontainer Menumpuk di Tanjung Priok

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:47 WIB

90 Juta Produk UMKM RI Laku di Luar Negeri, Ternyata Ini Rahasianya

90 Juta Produk UMKM RI Laku di Luar Negeri, Ternyata Ini Rahasianya

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:46 WIB

Danantara Pegang Kendali Ekspor Sawit, Pemerintah Ubah Total Tata Kelola CPO Nasional

Danantara Pegang Kendali Ekspor Sawit, Pemerintah Ubah Total Tata Kelola CPO Nasional

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:25 WIB

Rupiah Terkapar ke Rp17.762 per Dolar AS, Investor Tunggu Putusan The Fed dan BI

Rupiah Terkapar ke Rp17.762 per Dolar AS, Investor Tunggu Putusan The Fed dan BI

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 16:53 WIB

Purbaya Bongkar Masalah Era Sri Mulyani, Pegawai Pajak dan Bea Cukai Sulit Kerja Sama

Purbaya Bongkar Masalah Era Sri Mulyani, Pegawai Pajak dan Bea Cukai Sulit Kerja Sama

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 16:41 WIB