Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.405,685
LQ45 632,547
Srikehati 308,939
JII 387,605
USD/IDR 17.712

Aset Emas Dijual Massal, Harganya Terancam Turun?

M Nurhadi

Selasa, 26 Mei 2026 | 08:33 WIB
Aset Emas Dijual Massal, Harganya Terancam Turun?
Ilustrasi investasi emas, gambar emas batangan. (Tim Desain Suara.com)
baca 10 detik
  • Bank Sentral Rusia menjual 900 ribu ons troi cadangan emas sejak awal 2026 untuk menutup defisit anggaran negara.
  • Langkah likuidasi ini dilakukan Rusia guna mendanai biaya perang di Ukraina serta mengimbangi penurunan pendapatan ekspor energi.
  • Penjualan aset dilakukan meskipun minat domestik terhadap emas melonjak tinggi akibat guncangan ekonomi dan sanksi internasional global.

Suara.com - Tren pelepasan aset logam mulia secara masif oleh sejumlah bank sentral global memasuki babak baru. Otoritas moneter Rusia kini mulai mencairkan cadangan emas batangan miliknya sebagai langkah taktis menghadapi impitan biaya perang di Ukraina, pembengkakan pos defisit anggaran belanja negara, serta merosotnya pundi-pundi pendapatan dari sektor ekspor energi murni.

Melansir draf laporan finansial Kitco, langkah likuidasi ini memicu atensi besar dari para pelaku pasar komoditas internasional.

Pasalnya, selama dua puluh tahun ke belakang, Negeri Beruang Putih tersebut dikenal secara global sebagai salah satu kekuatan utama pengumpul emas terbesar demi mempertebal cadangan devisa sekaligus memitigasi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan draf rilis data berkala Bank Sentral Rusia (Central Bank of Russia/CBR), total kepemilikan emas negara tersebut per 1 Mei 2026 menyusut ke angka 73,9 juta ons troi. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir saja, Moskow tercatat telah melepas sedikitnya 200 ribu ons troi logam mulia ke pasar.

Secara akumulatif, sejak awal tahun anggaran berjalan, tabungan emas Rusia sudah tergerus sekitar 900 ribu ons troi atau setara dengan 27,9 ton.

Angka penurunan ini tercatat sebagai yang paling drastis sejak tahun 2002 silam, sekaligus melempar posisi cadangan emas Rusia ke level terendahnya sejak bulan Maret 2022. Kombinasi beban biaya operasi militer di Ukraina serta blokade sanksi ekonomi dari dunia internasional diidentifikasi sebagai faktor utama pergeseran strategi moneter ini.

Analis dari Freedom Finance Global, Natalia Milchakova, memaparkan bahwa penjualan aset safe haven ini mendesak dilakukan guna menambal lubang defisit APBN pemerintah Rusia yang posisinya telah membengkak hingga 4,6 triliun rubel pada akhir kuartal I-2026.

“Tanpa adanya intervensi pasokan dana dari bank sentral di kala pendapatan dari sektor minyak dan gas bumi sedang loyo, angka defisit anggaran belanja negara berisiko melambung melampaui 5 triliun rubel,” jelas Milchakova dalam keterangannya kepada The Moscow Times.

Selain untuk urusan penyeimbangan pos fiskal, hasil pencairan emas tersebut juga dikonversi oleh Kremlin untuk memperkuat likuiditas cadangan mata uang asing mereka, terutama dalam bentuk yuan China, guna mengompensasi lesunya kinerja ekspor pada awal tahun.

baca juga

Di tengah himpitan ekonomi makro, minat masyarakat dan korporasi domestik Rusia terhadap emas justru meledak tinggi.

Data dari bursa efek Moscow Exchange mengonfirmasi bahwa volume transaksi perdagangan emas pada bulan April melonjak drastis di atas 350% secara tahunan (year-on-year) menjadi 42,6 ton.

Jika dikalkulasikan ke dalam mata uang lokal, nilai perputaran uang di sektor fisik emas ini melesat hampir 500% hingga menyentuh angka 534,4 miliar rubel (setara sekitar USD 7,1 miliar).

Pakar komoditas dari Finam, Nikolai Dudchenko, menilai fenomena ini menunjukkan draf pergeseran pola di mana banyak bank sentral negara berkembang mulai mengoptimalkan aset emas mereka untuk membiayai kebutuhan anggaran darurat, pos belanja pertahanan, hingga intervensi stabilitas nilai tukar mata uang domestik dari guncangan eksternal.

Uniknya, kendati volume fisik cadangan emas Rusia menyusut secara kuantitas, nilai valuasi total kepemilikan emas negara tersebut tetap membukukan kenaikan berkat reli kenaikan harga emas di pasar global.

Pada Januari lalu, nilai buku cadangan emas Rusia justru melonjak 23% menjadi USD 402,7 miIiar setelah harga komoditas ini sempat memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) di level USD 5.608,35 per ons troi.

Di sektor perdagangan bilateral, jalur ekspor emas batangan dari Rusia menuju China juga dilaporkan terus mengalami grafik peningkatan.

Laporan dari Bloomberg mengindikasikan volume pengapalan logam mulia Rusia ke Negeri Tirai Bambu sempat melonjak hingga dua kali lipat pada pertengahan tahun lalu. Hingga saat ini, Rusia tetap mengukuhkan posisinya sebagai negara produsen emas terbesar kedua di dunia setelah China, dengan kapasitas produksi tahunan menembus angka di atas 300 ton.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pegadaian dan ANTAM Perkuat Sinergi Strategis untuk Kembangkan Ekosistem Emas Nasional

Pegadaian dan ANTAM Perkuat Sinergi Strategis untuk Kembangkan Ekosistem Emas Nasional

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:28 WIB

Refleksi Idul Adha dalam Pendidikan Anak di Buku Kiat Menjadi Guru Keluarga

Refleksi Idul Adha dalam Pendidikan Anak di Buku Kiat Menjadi Guru Keluarga

Your Say | Senin, 25 Mei 2026 | 10:29 WIB

Harga Emas Antam Melonjak Lagi, Tembus Rp 2,8 Juta/Gram

Harga Emas Antam Melonjak Lagi, Tembus Rp 2,8 Juta/Gram

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 09:50 WIB

Perang AS-Iran 'Libur', Kini Rudal Hipersonik Rusia Hantam Kyiv

Perang AS-Iran 'Libur', Kini Rudal Hipersonik Rusia Hantam Kyiv

News | Senin, 25 Mei 2026 | 09:49 WIB

Update Harga Emas Hari Ini 25 Mei 2026, Antam Sulit Tembus Level Rp3 Juta

Update Harga Emas Hari Ini 25 Mei 2026, Antam Sulit Tembus Level Rp3 Juta

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 09:05 WIB

Erling Haaland Raih Sepatu Emas Liga Inggris 2025/26, Hat-trick Gelar Top Skor

Erling Haaland Raih Sepatu Emas Liga Inggris 2025/26, Hat-trick Gelar Top Skor

Bola | Senin, 25 Mei 2026 | 06:34 WIB

Terkini

Kenapa Akun WhatsApp Mendadak Diblokir? Meta Akui Ada Kesalahan Sistem Global

Kenapa Akun WhatsApp Mendadak Diblokir? Meta Akui Ada Kesalahan Sistem Global

Tekno | Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:08 WIB

Dikawal Ratusan Ojol, Botok Tiba di Gedung DPR

Dikawal Ratusan Ojol, Botok Tiba di Gedung DPR

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:07 WIB

Film Tunggu Aku Sukses Nanti dan Ukuran Kesuksesan yang Kapitalistik

Film Tunggu Aku Sukses Nanti dan Ukuran Kesuksesan yang Kapitalistik

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 07:55 WIB

Gebrakan Rp350 Miliar Mentan Amran untuk Hijaukan Lampung

Gebrakan Rp350 Miliar Mentan Amran untuk Hijaukan Lampung

Lampung | Kamis, 27 Agustus 2026 | 07:49 WIB

Di Hadapan Ekonom, Purbaya Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif Pajak Tahun Depan

Di Hadapan Ekonom, Purbaya Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif Pajak Tahun Depan

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 07:47 WIB

Jelang Demo, Akses Gatot Subroto ke DPR Ditutup

Jelang Demo, Akses Gatot Subroto ke DPR Ditutup

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 07:46 WIB

Ciri-ciri Sepatu Lari Sudah Mati Busanya dan Harus Segera Diganti, Jangan Tunggu Rusak

Ciri-ciri Sepatu Lari Sudah Mati Busanya dan Harus Segera Diganti, Jangan Tunggu Rusak

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 07:45 WIB

Pesan Sakral Kiai Sepuh Jelang Muktamar Ke-35 NU

Pesan Sakral Kiai Sepuh Jelang Muktamar Ke-35 NU

Jatim | Kamis, 27 Agustus 2026 | 07:41 WIB

Pemerintah Gandeng Swasta Akselerasi Ekosistem Digital demi Pertumbuhan Ekonomi 8%

Pemerintah Gandeng Swasta Akselerasi Ekosistem Digital demi Pertumbuhan Ekonomi 8%

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 07:38 WIB

Bakal Ada Demo, DPR Tetap Gelar Rapat Paripurna Hari Ini

Bakal Ada Demo, DPR Tetap Gelar Rapat Paripurna Hari Ini

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 07:36 WIB

×